HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Terungkap! Ruko di Aceh Tengah Jadi Markas Penimbunan BBM Ilegal

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 22 Mei 2025 - 12:48 WIB

50342 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGAH | Satu unit rumah toko (ruko) di kawasan Tansaril, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, diduga menjadi pusat aktivitas ilegal yang berkaitan dengan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Aktivitas mencurigakan yang diduga berlangsung di lokasi tersebut memicu keresahan warga dan mendorong desakan agar aparat penegak hukum segera bertindak.

Informasi awal diperoleh dari sumber terpercaya yang enggan disebutkan identitasnya. Ia menyebutkan bahwa praktik yang diduga melanggar hukum tersebut telah berlangsung cukup lama. Ruko tersebut diduga kuat milik seorang warga berinisial BR, yang menurut keterangan sumber, sudah berulang kali melakukan kegiatan serupa.

“Praktik BR ini, diduga sudah terjadi sejak lama. Penimbunan BBM bersubsidi seperti Pertalite dalam jumlah besar diduga sudah sering berlangsung di sana, tapi belum pernah ditindak,” ungkap sumber kepada tim media, Rabu (21/05/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim investigasi media yang melakukan penelusuran langsung ke lokasi mendapati adanya aktivitas yang diduga sebagai pemindahan BBM dalam jumlah besar. Di bagian belakang ruko, tampak dua orang—salah satunya diduga BR sendiri—tengah memindahkan cairan dari drum besar ke jeriken berukuran sekitar 30 liter. Kegiatan tersebut berlangsung secara tertutup, di dalam area yang tampaknya telah dimodifikasi khusus.

Di halaman depan bangunan, terlihat sebuah mobil Isuzu Panther berwarna hijau. Kendaraan tersebut diduga sedang disiapkan untuk mengangkut jeriken yang telah terisi. Bagian belakang mobil terlihat penuh dengan jeriken yang diduga berisi BBM jenis Pertalite. BBM tersebut, menurut sumber, kemungkinan besar akan didistribusikan ke luar wilayah Aceh Tengah.

Keberadaan BBM bersubsidi dalam jumlah besar di kawasan pemukiman padat menimbulkan keresahan mendalam di kalangan masyarakat. Risiko kebakaran atau ledakan yang sewaktu-waktu dapat terjadi menjadi salah satu kekhawatiran utama warga sekitar.

“Kalau sampai meledak atau terbakar, siapa yang tanggung jawab? Ini kawasan tempat tinggal warga, bukan gudang BBM,” ujar seorang warga yang juga meminta agar identitasnya tidak dipublikasikan.

Keresahan tersebut semakin diperparah oleh tidak adanya tindakan nyata dari aparat berwenang. Warga mempertanyakan komitmen lembaga penegak hukum serta instansi terkait dalam menyikapi aktivitas yang diduga ilegal dan berpotensi membahayakan keselamatan umum.

“Jangan tunggu sampai ada korban jiwa dulu baru bertindak. Kami butuh ketegasan hukum sekarang, sebelum semuanya terlambat,” lanjut sumber tersebut.

Desakan dari masyarakat semakin menguat agar pihak berwenang segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan penimbunan BBM bersubsidi tersebut. Masyarakat meminta agar hukum ditegakkan secara adil dan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap pihak-pihak yang diduga memiliki kekuatan sosial atau jaringan perlindungan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari aparat kepolisian maupun pemerintah daerah terkait temuan ini. Namun tekanan publik kian meningkat, dan warga berharap agar kasus ini tidak kembali tenggelam seperti banyak kasus serupa lainnya.

Aceh Tengah kini menjadi sorotan. Pemerintah pusat dan daerah ditantang untuk menunjukkan integritas serta keberpihakan terhadap keselamatan dan hak masyarakat. Penegakan hukum yang tegas dan transparan menjadi tuntutan utama publik saat ini.

(TIM)

Berita Terkait

Tani Merdeka Aceh, APPSI, dan SPPG Sepakat Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Pertanian Lokal
Hujan Deras Jadi Berkah, Mas Dar Terobos Hujan Resmikan 980 Dapur Gizi, Menyapa Pekerja & Bagikan Doorprize Anak”
Warga Rusip Antara Aceh Tengah Meninggal Dunia Diduga Terinjak Gajah, Ambulans Terhalang Longsor
Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman
Nahkoda Baru APPSI Aceh Tengah 2025-2030 Siap Dilantik, Ali Munawardiko Jabat Ketua
Alat Berat Kemendagri Kabur Sebelum Kontrak Usai, Warga Aceh Tengah Jadi Korban Janji Penanganan Bencana
Jembatan Reje Payung di Linge Aceh Tengah Kembali Terputus, Akses Warga Lumpuh Total
Luapan Air Rendam Lima Desa di Pegasing Aceh Tengah, Hujan Tak Kunjung Reda

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Ridwansyah Dorong Petani Kopi di Gayo Lues Kembangkan Tembakau dengan Pola Tumpang Sari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Brigjen TNI (Mar) Guslin Tinjau Normalisasi Sungai Aih Bobo, 13 Ekskavator Bantuan Presiden Telah Beroperasi di Blangkejeren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pemerintah Pusat Kirim 16 Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Pascabanjir di Gayo Lues

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Gayo Lues Gelar Donor Darah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Excavator Tertimbun Longsor Susulan di Jalan Ketukah Gayo Lues, Operator Lompat Selamatkan Diri

Berita Terbaru