slot preparation.lsrs.lu

Kenapa Aceh Menjadi Provinsi Termiskin?

denny

- Redaksi

Jumat, 5 Juli 2024 - 16:38 WIB

50283 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Yusuf (Presma USM)

Ahmad Yusuf (Presma USM)

OPINI –  Aceh, provinsi yang kaya akan sejarah dan sumber daya alam, ironisnya masih terjerat dalam kemiskinan yang menggigit. Pertanyaan yang muncul adalah: apa yang salah di Aceh?

Secara politik, Aceh telah melalui perjalanan panjang dari konflik bersenjata yang merusak hingga akhirnya meraih otonomi khusus (Otsus). Namun, di balik lapisan ini terdapat tata kelola yang rapuh dan korupsi yang menggerogoti dana pembangunan. Banyak proyek-proyek infrastruktur besar yang berjalan lambat atau bahkan mandek karena politik lokal yang berbelit dan kepentingan pribadi yang mendominasi.

Sosial-budaya, Aceh memang dikenal dengan kekayaan tradisi Islamnya, tetapi dalam realitas sehari-hari, budaya ini kadang digunakan sebagai alat untuk mempertahankan status quo yang tidak merata. Kesenjangan sosial yang tajam masih terlihat jelas antara kota dan desa, antara elite politik dan masyarakat pedesaan yang terpinggirkan. Budaya toleransi yang seharusnya menjadi kekuatan malah sering diabaikan dalam praktek politik dan pembangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ekonomi Aceh, meskipun memiliki potensi besar dari sektor perkebunan dan sumber daya alam lainnya, masih terlalu tergantung pada komoditas-komoditas tertentu yang rentan terhadap fluktuasi harga global. Kurangnya keberanian untuk melakukan diversifikasi ekonomi dan menggairahkan sektor-sektor baru, seperti pariwisata berkelanjutan atau industri kreatif, juga menahan Aceh dalam jerat kemiskinan.

Infrastruktur yang belum merata, pendidikan yang belum merata, dan layanan kesehatan yang masih jauh dari memadai merupakan gambaran lain dari tantangan-tantangan yang dihadapi Aceh. Bencana alam yang sering melanda wilayah ini turut memperparah situasi, menambah beban yang harus ditanggung oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

Untuk menangani permasalahan ini, Aceh tidak hanya membutuhkan reformasi kebijakan yang mendalam, tetapi juga perubahan sikap politik dan budaya yang lebih inklusif dan progresif. Transparansi dalam pengelolaan dana publik, pemberdayaan masyarakat untuk mengawasi dan mengawal proses pembangunan, serta kebijakan ekonomi yang berorientasi pada keadilan dan keberlanjutan harus menjadi prioritas utama.

Aceh memiliki potensi besar untuk bangkit dan menjadi contoh keberhasilan dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, semua pihak harus bersatu dan berkomitmen untuk mengubah paradigma pembangunan yang sudah ada dan mewujudkan perubahan nyata bagi masyarakat Aceh secara keseluruhan.

 

Oleh: Ahmad Yusuf | Presma USM

Berita Terkait

Ketika Google Menjadi Pilihan Pertama, Di Mana Posisi Perpustakaan?
DPC dan 10 PAC PPP Nagan Raya Nyatakan Sikap, Serukan Persatuan dan Kekompakan Kader
Festival Santri Dayah MUQ Nagan Raya Jadi Ajang Unjuk Bakat, Siswa MIN 3 Raih Tiga Penghargaan
Wagub Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera
LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru