Peringati WCD, Penjabat Gubernur Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Plastik

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 24 September 2023 - 21:48 WIB

50670 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, saat memberikan pengarahan pada Apel Pelaksanaan World Cleanup Day, di Tugu Nol Kilometer, Banda Aceh, Sabtu, (23/9/2023).

BANDA ACEH – Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bijak dan membudayakan pengelolaan sampah. Salah satunya adalah dengan mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai.

Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat Gubernur, dalam sambutannya pada Peringatan World Cleanup Day, yang di pusatkan di Nol Kilometer Kota Banda Aceh, di Kawasan Gampong Jawa, Sabtu (23/9/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mulai hari ini mari kita budayakan bagaimana secara bersama kita mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat serta menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Gubernur.

Penjabat Gubernur juga mencontohkan pengaruh buruk sampah terhadap aktivitas perekonomian masyarakat.

“Seperti contoh, di sebelah kanan kita ini. Timbunan sampah di muara Krueng Aceh ini menyebabkan sedimentasi dan pendangkalan, sehingga perahu dan kapal nelayan harus lebih berhati-hati saat masuk ke mulut muara,” kata Gubernur.

Usai memberi sambutan, Penjabat Gubernur Aceh yang hadir bersama istri Ayu Marzuki serta sejumlah Kepala Satuan kerja perangkat Aceh dan para relawan, melakukan aksi pungut sampah di sekitar lokasi acara.

Untuk diketahui bersama, WCD merupakan aksi bersih-bersih secara serentak di dunia, dengan tujuan menyatukan umat manusia dari berbagai bangsa untuk pada saat bersamaan membersihkan bumi dari sampah.

Kegiatan ini diinisiasi oleh organisasi masyarakat di Estonia yang disebut Let’s Do It pada tahun 2008. Saat ini, kegiatan ini telah menjadikan Gerakan Global yang diikuti oleh 193 negara.

Kegiatan WCD Tahun 2023 ini mempunyai Visi ‘Bumi yang bebas dari masalah isu persampahan’ dan Misi ‘Menyelesaikan krisis sampah yang mencemari lingkungan dengan mengerakkan jutaan masyarakat untuk melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan.’

Dalam sambutannya, Penjabat Gubernur mengingatkan permasalahan sampah di Indonesia sudah memasuki tahap darurat, termasuk yang terjadi di Aceh.

“Saat ini, timbunan sampah di Aceh mencapai sekitar 2.800 ribu ton per hari. Sementara tingkat penanganan sampah yang mampu kita lakukan hanya sebesar 45,54 persen. Dan, angka pengurangan sampah yang mampu kita capai baru sebesar 4,65 persen saja,” ungkap Achmad Marzuki.

Oleh karena itu, Penjabat Gubernur mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terlibat, karena dalam pengelolaan sampah, Pemerintah dan Pemerintah Daerah tentu tidak dapat bekerja sendiri tanda dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kebijakan.

Achmad Marzuki meyakini, aksi bersih-bersih yang dilaksanakan di KM 0 Kota Banda Aceh ini, dapat menjadi sarana untuk membuka wawasan masyarakat terkait permasalahan sampah, karena sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab semua orang.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Banda Aceh dan seluruh Kabupaten/Kota untuk bersama-sama menyatukan visi dan misi dalam upaya mengurangi sampah. Mari kita menjadikan momentum kegiatan WCD Aceh 2023 untuk memulai aksi pilah sampah dari rumah, melakukan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai,” imbau Gubernur.

Sebagaimana diketahui, terkait pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, telah termaktub dalam Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 660/3020, Tentang Gerakan Pengurangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai, dan mengelola sampah secara bijak.

Achmad Marzuki mengajak seluruh masyarakat untuk membangun kesadaran, bahwa ‘Sampahmu adalah tanggung jawabmu,’ sehingga terbangun budaya untuk mengelola sampah masing-masing.

“Tentu saja dimulai dari keluarga, sedangkan di Pemerintahan, tentu SKPA harus segera memulai dan memberikan contoh kepada masyarakat,” ujar Gubernur tegas.

Ayu Marzuki: TP PKK sudah Bergerak

Sementara itu, Ketua TP PKK dan Dekranasda Aceh Ayu Marzuki, dalam kesempatan tersebut menjelaskan, selama ini TP PKK Aceh telah bergerak dalam upaya mengurangi penggunaan sampah plastik.

“Sejak awal bertugas mendampingi Bapak dan sejak bertugas sebagai Ketua TP PKK dan Dekranasda Aceh, kami sudah mengampanyekan pengurangan penggunaan sampah plastik. Di setiap acara yang diselenggarakan oleh TP PKK Aceh, Dekranasda Aceh maupun Bunda PAUD Aceh, kami selalu mengharuskan peserta untuk membawa botol minum atau tumbler sendiri dan hanya menyediakan fasilitas isi ulang air minum dan gelas kaca sebagai sarana minum peserta,” ujar Ayu Marzuki.

“Sebagai media kampanye, saya juga selalu mengedukasi para pengurus TP PKK, Dekranasda dan Bunda PAUD di kabupaten/kota. Setiap kunjungan kerja ke daerah, saya memberi contoh dengan selalu membawa tumbler dan sarana air pengisian ulang berukuran besar,” imbuh Ayu.

Aksi bersih-bersih diikuti oleh sejumlah relawan lintas sektor, mulai dari siswa SMA, OKP hingga perwakilan dari Satuan Kerja Perangkat Aceh dan SKPK Kota Banda Aceh. [RED]

 

Berita Terkait

Ganti Nama, Catatan Lama Tetap Melekat: PT Rosin Chemicals Indonesia Masih Dibayangi Sanksi, Teguran Gubernur, dan Jejak Pelanggaran yang Belum Selesai
Bertumpuk Sanksi, PT Rosin Dinilai Seolah Kebal Hukum, LIRA Mendesak Polda Aceh dan Mabes Polri Bergerak Cepat
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Klaim Sudah Patuh Tak Menjawab Surat Resmi dan Temuan Lapangan, LIRA Sebut PT Rosin Masih Bermasalah dari Hulu ke Hilir

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:33 WIB

Semarak HUT Bhayangkara Ke 80, 16 Tim Binaan Cabdin Bener Meriah Ikuti Turnamen Sepak Bola U17

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:03 WIB

Alumni Dayah Darussa’adah Lipah Rayeuk Bireun Perkuat Silaturahmi di Takengon

Minggu, 26 April 2026 - 23:04 WIB

Aliansi Masyarakat Bintang Bersatu Tunda Aksi ke DPRK Aceh Tengah, Tunggu Kehadiran Bupati di Lokasi Bencana

Rabu, 22 April 2026 - 01:03 WIB

Biografi Mantan Atase Kebudayaan RI di Kairo Mesir Sekaligus Eks Kepala SMA Negeri 1 Takengon Segera Terbit

Senin, 20 April 2026 - 21:23 WIB

Bea Cukai Lhokseumawe Dukung Industri Lokal, Kawal Produk Sigaret Putih Tangan Gayo Tembus Pasar Nasional

Sabtu, 4 April 2026 - 21:11 WIB

Langit Atu Lintang “Mengamuk”, Hujan Es Hantam Merah Munyang

Sabtu, 21 Maret 2026 - 00:33 WIB

Putra Gayo Yusradi Usman al-Gayoni Kumandangkan Azan dalam Festival Ramadan 2026 di Inggris

Jumat, 20 Maret 2026 - 02:23 WIB

AMITRA FIFGROUP Perkuat Kepedulian Sosial di Ramadan, Dukung Pemulihan Warga Aceh Tengah Pascabencana

Berita Terbaru