Gayo Lues – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues lakukan rapat persiapan safari ramadhan, para Camat diminta untuk mengkoordinasi para pengulu Gampong perihal persiapan Masjid-masjid di Gampong. Di Aula Setdakab Gayo Lues. Kamis (27/02/2025).
Dalam rapat tersebut, Sekda menyampaikan bahwa rencananya safari Ramadhan akan dilaksanakan pada saat Bupati Gayo Lues telah tiba di Kabupaten tersebut.
“Satu hari sebelum safari akan dilaksanakan buka puasa bersama Bupati Gayo Lues dan Kepala SKPK, sekaligus sholat Terawih. Baru keesokan harinya dilanjutkan dengan safari ramadhan ke Kecamatan,” Ujarnya.
Ia menambahkan, dalam satu Kecamatan akan dikunjungi dua Masjid karena menyangkut efesiensi anggaran. Bahkan, tim yang pergi untuk melakukan safari ramadhan akan dibatasi yaitu hanya, Kepala SKPK, Sekretaris SKPK dan para Kabag di lingkup Pemerintahan Daerah.
“Pada saat melaksanakan safari ramadhan, tim ahli RPJM juga akan dilibatkan karena mungkin akan diselipkan 100 hari kerja Bupati Gayo Lues. Apa capaian-capain tentang syariat islam,” Ucapnya.
Namun, setelah melakukan diskusi dalam rapat tersebut, disimpulkan bahwa tidak dapat menyelesaikan capaian syariat Islam pada saat safari Ramadhan mengingat waktu yang singkat.
Sekda menyampaikan terkait dengan program kerja Islami, Bupati Gayo Lues ingin dalam program kerjanya yang berhubungan dengan Islami dilakukan pembersihan, rehab-rehab kecil dan sosialisasi terkait Badan Kemakmuran Masjid.
Menimbang hal tersebut, kegiatan Islami tidak dapat dilakukan. Sedati demikan, pada saat safari ramadhan tetap akan dimunculkan nuansa Islami didalamnya.
Ia juga meminta agar para camat mengkoordinasikan kepada para pengulu, untuk mendata semua kondisi Masjid di Kabupaten Gayo Lues guna melakukan bersih-bersih dan pembenahan sederhana, agar setibanya dilokasi nanti suasananya nyaman.
Plt Kadis Syariat Islam Gayo Lues, Ansharullah menyebutkan, safari ramadhan akan dilaksanakan di Masjid Kecamatan dan Masjid hasil usalan camat.
“Berdasarkan usulan dari tim asistensi kita akan membuat SK Masjid Kecamatan. Maka dari itu, para Camat pastikan mana-mana saja masjid besarnya, setelah kita data, kira rencanakan untuk di SK-kan Bupati,” Ujar Kadis.
Ia menambahkan, agar ceramah tetap terkoodinir maka, tema atau pesan yang ingin disampaikan terpadu.
“Tentukan tema yang akan disampaikan oleh Ustadz atau penceramah,” Tutupnya. (*)