ACEH UTARA – Pelantikan pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) se-Kabupaten Aceh Utara menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen peningkatan mutu pendidikan di daerah tersebut. Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dihadiri pengawas sekolah, para kepala sekolah, serta guru-guru dari berbagai satuan pendidikan.
Dalam sambutannya, perwakilan pimpinan pendidikan daerah menegaskan bahwa pelantikan MGMP bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
“Tema Penggunaan Metode Mengajar untuk Mutu Pendidikan yang Siap Berdaya Saing adalah panggilan sekaligus tantangan bagi kita semua untuk terus berinovasi dalam pembelajaran,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mutu Pendidikan Dimulai dari Kelas
Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa mutu pendidikan tidak hanya lahir dari kelengkapan administrasi, tetapi dari praktik pembelajaran yang hidup dan memanusiakan peserta didik.
MGMP disebut sebagai “laboratorium ide” bagi para guru untuk merancang, merefleksikan, dan menyempurnakan metode mengajar. Forum ini diharapkan mampu menjadi ruang kolaboratif untuk berbagi praktik baik serta melahirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Filosofi lokal Aceh seperti Aneuk Talindong, Agama Tapeukong serta Aneuk Meutuah, Beucarong, Beumeusyuhu turut ditekankan sebagai landasan dalam membangun karakter dan kompetensi peserta didik.
Tiga Pesan Strategis untuk Pengurus MGMP
Dalam arahannya, disampaikan tiga pesan utama bagi pengurus MGMP yang baru dilantik:
1.Menjadi Pelopor Metode yang Berpihak pada Murid
Guru didorong untuk beralih dari metode ceramah satu arah menuju pembelajaran aktif, inkuiri, dan berdiferensiasi. Asesmen formatif diharapkan menjadi alat refleksi untuk mendukung perkembangan siswa, bukan sekadar instrumen penilaian.
Ditekankan pula bahwa seluruh siswa, baik di wilayah pesisir, pedalaman, maupun perkotaan Aceh Utara, harus mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna dan setara.
2.Menguatkan Karakter di Tengah Daya Saing Global
Daya saing pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kekuatan karakter. Integrasi nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Aceh dalam proses pembelajaran dinilai penting untuk membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.
Peserta didik diharapkan tidak hanya unggul dalam menjawab soal, tetapi juga memiliki sikap bersyukur, semangat gotong royong, dan menjaga martabat sebagai putra-putri daerah.
3.Membangun Jejaring Kolaborasi
MGMP diminta menjadi wadah kolaborasi tanpa sekat. Melalui lesson study, diskusi rutin, dan berbagi praktik baik, para guru diharapkan mampu membangun learning community yang solid guna mewujudkan pendidikan Aceh Utara yang unggul dan berdaya saing.
Di akhir kegiatan, pengurus MGMP yang baru dilantik diharapkan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan forum MGMP sebagai ruang produktif untuk menuai gagasan serta solusi pembelajaran.
“Sekolah harus menjadi benteng terdepan pendidikan Aceh Utara yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing,” tegasnya.
Pelantikan ini menjadi penegas bahwa transformasi pendidikan di Aceh Utara bertumpu pada kolaborasi, inovasi metode mengajar, serta penguatan nilai karakter dalam setiap proses pembelajaran.
{Jurnalis Agus Suriadi}






































