KEMANUSIAAN YANG TERABAIKAN DI TANAH PALESTINA

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 6 Desember 2023 - 21:43 WIB

50478 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Muhammad Rizal

Palestina dan Israel berada di wilayah antara Laut Mediterania dan Sungai Jordan. Wilayah yang diberi label Israel ini dalam peta memiliki kota Yerusalem yang dianggap suci oleh bangsa Arab Palestina maupun Yahudi Israel.

Secara teologi yahudi Israel meyakini bahwa tempat tersebut adalah tempat yang dijanjikan sehingga mereka melakukan apa saja untuk mendapatkan wilayah tersebut meski dengan melanggar hak kemanusiaan sekalipun. Sedangkan dalam kepercayaan umat Islam tanah Palestina adalah tanah para nabi-nabi yang harus dijaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Israel telah melakukan berbagai aksi serangannya ke Gaza, namun serangan tersebut justru seakan mengincar warga sipil. Bahkan mereka tak takut untuk menyerang anak-anak dan ibu hamil. Itu terlihat ketika Israel melancarkan serangannya langsung ke Rumah Sakit dan Gereja tertua di Gaza yang notabene merupakan lokasi pengungsian. Dari situlah korban wanita hamil dan anak-anak Palestina mulai berjatuhan. Dilansir dari laman WHO, terdapat 2.326 wanita dan 3.760 anak-anak telah terbunuh di jalur Gaza, mewakili 67% dari seluruh korban jiwa, sementara ribuan lainnya terluka. Artinya, 420 anak terbunuh atau terluka setiap harinya.

Kekejian Israel sendiri juga tidak lupaut dari dukungan negara-negara besar dibelakangnya terutama Amerika. Bisa kita lihat di sosial media setiap anak-anak Israel ketika di wawancara mereka mendukung pembunuhan terhadap anak-anak Israel, hal ini karena pencucian otak yang dilakukan sejak dini sehingga mereka beranggapan bahwasanya apa yang dilakukan mereka adalah benar, lebih mengejutkan mereka sangat frontal mengatakan bahwa anak-anak dan perempuan Palestina layak mati dan umat islam semua akan dibunuh oleh Israel. Mereka menjaga kebencian ini hingga kepada generasi berikutnya, padahal bila kita melihat sejarah Israel sendiri mereka adala suku yang tidak memiliki tempat tinggal dan hanya Palestina yang mau membantu mereka.

Meskipun konflik antara Israel dan Palestina saat ini banyak diberitakan media adalah karena unsur politik dan terlepas dari unsur agama mereka mengatakan bahwa Palestina lah yang memulai dari pergerakan hamas, hal ini membuktikan bagaimana keberpihakan media dan bagaimana mereka menguasai media dengan membuat berita-berita yang seakan-akan apa yang dilakukan Israel tidak salah, padahal yang mereka lakukan adalah hal yang sangat biadab.

Gerakan free palestine saat ini bukan hanya diteriakkan oleh bangsa arab maupun kaum muslimin saja, tapi dunia membuka mata terhadap isu ini sehingga setiap negara tidak hanya terpaku pada isu agama dan suku mulai saja namun secara gambaran besar bahwa ini adalah masalah kemanusiaan. Maka, tidak heran seluruh warga negara di seluruh penjuru dunia mengibarkan bendera Palestina dan mengecam perbuatan terkutuk Israel dan menyerukan penjajahan ini diberhentikan secepatnya.

Menurut hukum humaniter, agresi Israel terhadap Palestina telah melanggar prinsip-prinsip hukum humaniter, yaitu: prinsip kemanusiaan, prinsip pembatasan, dan prinsip pembedaan. Israel telah melakukan kejahatan perang sehingga masyarakat internasional bertanya bagaimana Israel dapat diadili. PBB sendiri seperti tidak dapat melakukan apapun dan kehilangan fungsinya, sehingga PBB seakan memiliki keberpihakan terhadap Israel.

Penulis adalah Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Organisasi, DPD TMI Nagan Raya Apresiasi Pelantikan DPW TMI Sumut
Brimob Batalyon C Pelopor Bekali 230 Santri dengan Jiwa Kepemimpinan dan Semangat Cinta Tanah Air
Brimob Batalyon C Pelopor Pasang Sling Jembatan 109 Meter di Sikundo, Permudah Akses Sekolah dan Kebun Wujud
DPD Tani Merdeka Indonesia Nagan Raya Usulkan Don Muzakir Jadi Wakil Menteri Pertanian
BSI, OJK, dan FKIJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah ASN Nagan Raya Lewat Program GENCARKAN
Hari Anak Nasional 2026, Salman Ajak Semua Pihak Hadirkan Madrasah Aman dan Ramah Anak
DPD Tani Merdeka Indonesia Nagan Raya Ucapkan Selamat atas Pelantikan Dr. Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
Satlantas Polres Nagan Raya Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas kepada Sopir Angkutan Barang dan Pengangkut TBS Sawit

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal Mendadak, Polisi Lakukan Penyelidikan

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:41 WIB

Arief Martha Rahadyan: Penguatan Hubungan Indonesia–Rusia Cerminkan Diplomasi Bebas dan Aktif

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:09 WIB

AJI Tuntut Prabowo Minta Maaf soal Ucapan ‘Londo Ireng’, Tuding Diskreditkan Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:26 WIB

YLBHI Kecam Tajam Stigma “Londo Ireng”, Dinilai Ancaman Serius terhadap Kebebasan Pers dan Demokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:40 WIB

KPK Jelaskan Alasan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan KPK, Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:18 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Ngaku Dikriminalisasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:03 WIB

MK Tetapkan Sisa Kuota Internet Tidak Boleh Hangus, Operator Wajib Lindungi Hak Konsumen

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:30 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Membuat Aturan Ketat Jaga Ibu & Anak Indonesia

Berita Terbaru