Kejagung Selidiki Dugaan Penyebaran Laptop Korupsi dari Kemendikbudristek ke Berbagai Daerah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 30 Mei 2025 - 06:24 WIB

50646 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Kejaksaan Agung (Kejagung) meyakini bahwa laptop chromebook yang menjadi objek dugaan korupsi di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sudah tersebar luas. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa proyek pengadaannya telah berlangsung sejak 2019 hingga 2022 lalu, lengkap dengan uji coba penggunaan.

“Kalau kita lihat dari kurun waktunya di 2019 sampai 2022 dan sudah dilakukan juga uji coba terhadap penggunaan chromebook ini, tentu kita melihat, walaupun ini merupakan bagian dari substansi penyidikan yang akan didalami, digali,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, di Jakarta hari ini.

Menurut Harli, proyek tersebut tidak hanya menggunakan anggaran pusat, tetapi juga melibatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah daerah. Ini menjadi petunjuk kuat bahwa program pengadaan laptop itu benar-benar sudah diimplementasikan di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nah tentu karena sumber dananya juga ada di dana alokasi khusus di daerah-daerah dan sedang dalam proses penyidikan, maka pengadaan ini tentu sudah berlangsung,” ucap Harli.

Saat ini, tim penyidik Kejagung tengah menyelidiki apakah laptop chromebook yang dipasok sesuai dengan spesifikasi teknis yang tertuang dalam proposal awal atau justru menyimpang. Namun, pihaknya enggan membeberkan lebih lanjut temuan-temuan sementara agar tidak mengganggu proses penyidikan.

“Nah semuanya itu akan didalami terkait dengan itulah namanya proses penyidikan. Tapi kalau kita lihat dari tempusnya, 2019 sampai 2022 berarti tahun anggarannya sudah selesai,” tambahnya.

Kasus ini naik ke tahap penyidikan sejak 20 Mei 2025. Proyek bantuan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi satuan pendidikan dasar, menengah, dan atas tersebut mencakup pengadaan laptop chromebook untuk mendukung digitalisasi pembelajaran.

Namun, hasil uji coba pada 2019 menyimpulkan bahwa penggunaan Chromebook kurang efektif sebagai sarana pembelajaran. Alasannya, pengoperasian laptop jenis ini sangat bergantung pada koneksi internet, padahal belum seluruh wilayah Indonesia memiliki akses internet yang stabil.

Lebih jauh lagi, Kejagung mencium adanya indikasi pemufakatan jahat dalam proses pengadaan tersebut. Diduga, sekelompok pihak mengarahkan tim teknis baru untuk membuat kajian teknis yang menguntungkan penggunaan spesifikasi chromebook.

Proyek ini diketahui menggunakan dua sumber anggaran utama. Pertama, anggaran langsung dari Kemendikbudristek senilai Rp3,58 triliun, dan kedua, Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN sebesar Rp6,3 triliun. Dengan total mencapai lebih dari Rp9,8 triliun, kasus ini menjadi salah satu skandal korupsi dengan nilai kerugian negara terbesar di tahun 2025.

Kasus ini pun terus diteliti secara mendalam oleh penyidik Kejagung guna membongkar siapa saja pelaku yang terlibat serta seberapa besar kerugian negara akibat dugaan penyimpangan dalam proyek strategis nasional tersebut. (*)

Berita Terkait

Kasus Korupsi Ketua Ombudsman RI: Tragedi Integritas di Lembaga Pengawas Publik
Bupati Pati Sudewo Terjerat Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap Proyek Kereta Api
KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka dalam Dugaan Korupsi Kuota dan Penyelenggaraan Haji 2023–2024
Presiden JA-NTB LSKHP Resmi Laporkan Dugaan Mark’up Anggaran dan Pengalihan Pembangunan RSUD Kota Bima ke Kejaksaan Negeri Raba Bima
Bupati Bekasi dan Ayah Ditahan KPK Terkait Suap Ijon Proyek
KPK Ungkap Modus Pemerasan oleh Kepala Kejari Hulu Sungai Utara ke Sejumlah Kepala Dinas
KPK Tegaskan Penanganan Kasus Pemerasan Tiga Jaksa di Hulu Sungai Utara Ditangani Langsung oleh Lembaga Antirasuah
Pengadilan Tipikor Banda Aceh Sidangkan Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Dana Bumdesma Gayo Kita

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 00:18 WIB

Bea Cukai Meulaboh Edukasi Pelajar Abdya Lewat Program Customs Goes To School

Sabtu, 25 April 2026 - 19:50 WIB

Sasar Fisik dan Non Fisik, TMMD ke-128 Kodim Abdya Eratkan Kemanunggalan TNI-Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 - 19:22 WIB

Sasaran Fisik, TMMD ke-128 Kodim Abdya Buka Jalan 2,5Km di Gunung Cut

Sabtu, 25 April 2026 - 18:52 WIB

Keuchik Gunung Cut Apresiasi TMMD ke-128 Kodim 0110/Abdya

Sabtu, 25 April 2026 - 18:25 WIB

5 Rumah Warga Kurang Mampu di Abdya Direhab Satgas TMMD

Sabtu, 25 April 2026 - 17:48 WIB

Program TMMD 128 Sentuh Kebutuhan Dasar, 5 Rumah Direhabilitasi

Sabtu, 25 April 2026 - 17:05 WIB

Wawasan Kebangsaan Jadi Bekal Penting bagi Pramuka di Gunung Cut

Sabtu, 25 April 2026 - 16:36 WIB

TNI di Abdya Genjot Bedah 5 Unit RTLH Program TMMD ke-128 Kodim Abdya

Berita Terbaru