slot preparation.lsrs.lu

Jual Gading Gajah 29 Kg, Pria di Gayo Lues Dituntut 1 Tahun Penjara

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025 - 18:54 WIB

50990 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blangkejeren | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gayo Lues menuntut terdakwa Mat Ali dengan hukuman 1 tahun penjara atas kasus perdagangan gading gajah. Tuntutan dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Blangkejeren, Kamis (25/9/2025).

Sidang dipimpin hakim ketua Dicky Chandra Wahyudi Susanto. Terdakwa Mat Ali, warga Kabupaten Gayo Lues, hadir di persidangan tanpa didampingi penasihat hukum.

Selain tuntutan penjara, JPU Muhammad Iqbal juga meminta majelis hakim menjatuhkan denda sebesar Rp30 juta kepada terdakwa. Jika tidak dibayar, denda itu diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terdakwa Mat Ali terbukti bersalah memperdagangkan bagian tubuh satwa dilindungi berupa gading gajah,” kata JPU Muhammad Iqbal dalam amar tuntutannya.

Mat Ali dinilai melanggar Pasal 40 Ayat (2) juncto Pasal 21 Ayat (2) huruf b dan d Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAE (Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya), jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

JPU menyebut Mat Ali terlibat dalam transaksi jual beli gading gajah seberat 29,4 kilogram pada Juni 2024. Gading dijual dengan harga Rp20 juta per kilogram. Transaksi diketahui berlangsung di wilayah Pining, Gayo Lues. Saat itu, Mat Ali sempat kabur dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Terdakwa akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian pada April 2025,” ujar JPU.

Majelis hakim memutuskan sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan nota pembelaan (pledoi) dari terdakwa.

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru