Bupati Aceh Tenggara Antar Langsung Dukungan untuk Sekolah Rakyat, Percepatan Program Penanggulangan Kemiskinan di Tanah Alas

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 27 April 2026 - 00:19 WIB

50229 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Kabupaten Aceh Tenggara menegaskan komitmen kuat terhadap pembangunan Sekolah Rakyat, program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Singkat namun penuh arti, Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, berangkat ke Jakarta bertemu langsung dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, pada momentum audiensi penting yang sarat harapan bagi masa depan Aceh Tenggara.

Dalam pertemuan yang berlangsung Kamis kemarin, Bupati tidak sekadar membawa ucapan dukungan. Ia menyerahkan dokumen kesiapan lahan yang menjadi salah satu syarat utama realisasi pembangunan sekolah. Bupati Salim Fakhry menegaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan seluruh prasyarat lahan demi kelancaran proses berikutnya. Kegiatan ini turut didampingi Kepala Dinas Sosial Bahagia Wati dan dua anggota DPRK, menandai komitmen kolektif pemerintah daerah dalam mendukung penuh program prioritas nasional tersebut.

“Alhamdulillah, audiensi berjalan lancar dan kami mendapat dukungan penuh dari Sekjen Kemensos. Pertemuan ini merupakan langkah konkret daerah dalam menjemput program prioritas pusat,” ujar Bupati Salim Fakhry. Baginya, Sekolah Rakyat adalah jawaban atas kebutuhan mendasar masyarakat di wilayah berbasis agraris tersebut. Konsep sekolah berasrama dengan pendidikan gratis, khusus bagi anak-anak yang berada di garis kemiskinan ekstrem, dipandang sebagai langkah cerdas untuk menggulirkan transformasi sosial di Aceh Tenggara, yang selama ini masih bertarung dengan disparitas akses pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekolah Rakyat diinisiasi sebagai sekolah berstandar unggulan, menerapkan sistem pendidikan berasrama secara penuh tanpa pungutan biaya apapun bagi keluarga peserta didik. Seluruh kebutuhan pendidikan, mulai dari kegiatan belajar-mengajar, akomodasi asrama, hingga fasilitas penunjang kehidupan sekolah disiapkan pemerintah pusat dengan pengawalan langsung oleh daerah. Di balik konsep ini adalah harapan besar: agar anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, menempuh pendidikan berkualitas, dan pada akhirnya mampu memutus rantai kemiskinan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kabupaten Aceh Tenggara sendiri selama ini dikenal sebagai Tanah Alas, kawasan yang masih berjuang mengimbangi laju pembangunan nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, menurut data yang dihimpun oleh berbagai lembaga pemerintah, wilayah ini menghadapi tekanan ekonomi dan tantangan sumber daya manusia akibat minimnya akses pendidikan unggul. Tidak mengherankan apabila pemerintah Aceh Tenggara langsung menyambut program Sekolah Rakyat sebagai solusi riil, harapan baru, dan peluang emas untuk menyelamatkan masa depan anak-anak yang selama ini nyaris kehilangan harapan meraih bangku sekolah yang layak.

Pertemuan itu sendiri menuai respons positif dari Kementerian Sosial. Sekjen Kemensos RI, Robben Rico, menandaskan bahwa kolaborasi nyata antara pemerintah pusat dan daerah merupakan instrumen utama agar pembangunan tidak tersendat di tengah jalan. Dukungan logistik, kesediaan lahan, hingga kesiapan teknis operasional menjadi aspek yang akan segera didalami bersama pada tahapan selanjutnya. Pemerintah pusat berharap Aceh Tenggara bisa menjadi contoh keberhasilan implementasi Sekolah Rakyat, terutama bagi wilayah-wilayah lain yang juga menghadapi persoalan kemiskinan ekstrem.

Hasil audiensi antara Pemkab Agara dan Kemensos RI menghasilkan titik temu serta kesepakatan untuk segera menindaklanjuti proses pembangunan ke jenjang teknis, mulai dari perencanaan desain sekolah, perekrutan tenaga pendidik profesional, hingga mekanisme seleksi peserta didik yang benar-benar berasal dari keluarga sasaran. Seluruh rangkaian ini akan dikawal ketat agar kualitas sekolah sesuai standar nasional dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat lapisan bawah.

Lebih dari sekadar institusi pendidikan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ikon perubahan sosial. Pemerintah daerah melihat sekolah ini sebagai jembatan penghubung menuju generasi muda Aceh Tenggara yang lebih cerdas, mandiri, dan memiliki daya saing. Pemerintah daerah meyakini, program ini akan memperkuat pondasi pembangunan manusia di Tanah Alas dan mempercepat langkah membawa Aceh Tenggara sejajar dengan kabupaten-kabupaten maju lainnya di tanah air.

Dengan niat baik dan sinergi lintas lembaga, pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kutacane bukan hanya sekadar janji pembangunan, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada masyarakat marjinal. Ketika sekolah itu nanti berdiri dan derai suara anak-anak menggema di halaman, harapan akan perubahan yang lebih baik di Aceh Tenggara niscaya mulai terwujud dari dunia pendidikan yang inklusif dan bermartabat.

Edi Sahputra

Berita Terkait

PERKARA : Kecam dan Minta Kadis Dikbud Evaluasi kinerja – Plt. Kepsek SDN 2 Lawe Dua: Diduga Zalimi Guru PPPK Nya
Sigap di Tengah Bencana, Personel Polsek Lawe Sigala-gala Bantu Warga Melintas di Lokasi Banjir Bandang
Polsek Lawe Sigala-gala Kawal Pembagian Makan Malam bagi Korban Banjir Bandang di Desa Lawe Tua Persatuan
Polres Aceh Tenggara Gelar Rikkes Berkala TA 2026, Kapolres Turut Ikuti Pemeriksaan
KALIBER Aceh Desak APH Bongkar Dugaan Material Ilegal Proyek Bronjong Sub kontrak PT Hutama Karya di Aceh Tenggara.
Wushu Aceh Tenggara Bidik Tiket Pora 2027, Atlet Dilepas ke Ajang Pra Pora di Banda Aceh
Kaliber: Tantang Kajati Aceh Bongkar Dugaan Skandal Dana Kapitasi,JKN dan BOK Kesehatan Aceh Tenggara
Gerak Cepat Resmob Agara! Pelaku Curanmor yang Resahkan Warga Berhasil Dibekuk dalam Ops Sikat

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:13 WIB

Tolak Tambang Beutong Ateuh, Mantan Anggota DPRK Nagan Raya Minta Pemkab Cabut Izin

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:51 WIB

Persoalan Bantuan Korban Banjir di Kuta Trieng Dan Lami Pemkab Nagan Raya Langsung Tangani

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:43 WIB

Integrasi Sertipikat Elektronik dan Aplikasi Sentuh Tanahku Berikan Manfaat Lebih dalam Transaksi Pertanahan

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:13 WIB

Kementerian Agrarierdana Dirasakan Warga Kabupaten Tangerang, Urus Roya dan Waris Selesai dalam Lima Menit

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:07 WIB

Tawarkan Sembilan Program Kerja Sama dengan KPK, Sahli ATR/BPN Ungkap Keuntungan bagi Pemerintah Daerah Se-Sulut

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB

Kementerian ATR/BPN dan KPK Jadikan Sulut Lokasi Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan

Senin, 11 Mei 2026 - 21:08 WIB

Bupati TRK Buka Rakor Layanan Call Center 112 di Nagan Raya

Senin, 11 Mei 2026 - 16:39 WIB

170 CJH Asal Nagan Raya Dilepas Oleh Bupati TRK Dan Dirangkai Prosesi Peusijuek

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Jalan Baru TMMD Abdya Permudah Petani Angkut Hasil Panen

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:23 WIB