Bahagia Desak Penegakan Hukum Atas Dugaan Pemukulan oleh Wakil Bupati Pidie Jaya

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 22:51 WIB

50452 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Reza, Kepala SPPG Yayasan Pionir

Muhammad Reza, Kepala SPPG Yayasan Pionir

PIDIE JAYA  Koordinator Muda Seudang Pidie Jaya, Bahagia, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden dugaan pemukulan yang melibatkan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Trienggadeng, Muhammad Reza, pada Kamis, 30 Oktober 2025. Insiden memalukan tersebut diduga terjadi di dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), program pemerintah daerah yang menyasar pemenuhan gizi bagi masyarakat miskin dan rentan. Dalam keterangannya kepada wartawan, Bahagia mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Pidie Jaya, untuk mengusut kasus ini secara tuntas, adil, dan tidak diskriminatif penyebab ataupun pelakunya.

“Kami tidak ingin kasus ini berakhir di meja mediasi atau diselesaikan secara kekeluargaan tanpa kejelasan hukum. Ini bukan hanya soal amarah, tapi soal tanggung jawab moral dan integritas pejabat publik. Hukum harus berlaku bagi semua,” tegas Bahagia, menunjuk pada bahaya pembiaran terhadap praktik kekerasan kekuasaan yang memperlemah kepercayaan publik. Ia menyebut bahwa tindakan Hasan Basri, yang terekam dalam pelbagai pemberitaan media lokal, telah merusak tatanan etika pemerintahan dan mencoreng marwah birokrasi sipil.

Kronologi kejadian, sebagaimana dilansir media setempat, bermula ketika Wakil Bupati Pidie Jaya mendatangi dapur MBG di Kecamatan Trienggadeng. Dalam kunjungan yang awalnya tak dijadwalkan, Hasan Basri disebut langsung melontarkan amarah kepada para petugas lapangan, termasuk Muhammad Reza. Atmosfer kerja yang seharusnya kondusif berubah mencekam setelah Hasan Basri diduga meninju kepala Reza di hadapan staf lainnya. Kejadian ini sontak memicu kegaduhan, baik di kalangan pegawai maupun masyarakat sekitar yang mengetahui insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahagia menegaskan bahwa insiden ini tak bisa ditempatkan semata-mata sebagai persoalan personal, melainkan sebagai pelanggaran etik yang serius. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar Bupati Pidie Jaya serta unsur legislatif di DPR Aceh untuk tidak bersikap diam. “Kami meminta Bupati dan DPRA untuk menunjukkan kepemimpinan moral. Ini adalah ujian bagi integritas pemerintah daerah. Sikap membiarkan kekerasan atas nama jabatan tak bisa dibenarkan dalam sistem pemerintahan demokratis,” ujar Bahagia dengan nada prihatin.

Ia menambahkan, tindakan pemukulan oleh seorang pejabat daerah bukan hanya menyakiti satu orang, namun memberi pesan keliru kepada masyarakat bahwa posisi kekuasaan dapat digunakan untuk menekan bahkan menyakiti bawahan. Dalam pandangan Muda Seudang, hal ini adalah bentuk kemunduran yang nyata dalam tata kelola birokrasi dan pelayan publik. Mereka meyakini bahwa pejabat pemerintah harus menjadi contoh dalam ucapan dan perbuatan, terutama saat menanggapi keluhan atau masalah di lapangan.

Sementara itu, Muhammad Reza, yang menjadi korban dalam kejadian tersebut, turut menyampaikan komentar singkat. Ia menyayangkan tindakan represif tersebut, apalagi terjadi di tempat kerja dan saat menjalankan program untuk rakyat. “Program MBG itu dibuat untuk rakyat. Kalau pemimpin daerah justru membuat gaduh dan melakukan kekerasan, bagaimana rakyat bisa percaya lagi pada pemerintahnya?” ucap Reza dengan ekspresi kecewa.

Muda Seudang percaya bahwa insiden ini adalah momentum penting bagi publik untuk mengevaluasi ulang karakter kepemimpinan di daerah. Bahagia menilai perlunya reformasi etik bagi pejabat publik dan meminta agar lembaga penegak hukum tidak goyah oleh tekanan politik atau kekuasaan dalam penanganan perkara. Ia mengingatkan bahwa keadilan bukan hanya soal menjatuhkan hukuman, melainkan memulihkan kepercayaan rakyat terhadap institusi pemerintahan.

“Pidie Jaya membutuhkan pemimpin yang beretika, bukan pemarah. Jika hukum dibiarkan tumpul ke atas, maka rakyat akan kehilangan harapan,” kata Bahagia menutup pernyataannya. Ia menekankan perlunya penyikapan serius terhadap kasus ini sebagai upaya memperkuat budaya tata kelola pemerintahan yang transparan, berkeadilan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.***

Berita Terkait

DKM Baitut Tamam Kanwil DJBC Aceh Resmikan dan Serahkan Wakaf Sumur Bor bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Pidie Jaya dan Bireuen
Bea Cukai Banda Aceh Melalui Bea Cukai Peduli Resmikan Bantuan Sumur Bor untuk Dayah/Pesantren di Kabupaten Pidie Jaya
Bea Cukai Banda Aceh Melalui Bea Cukai Peduli Resmikan Bantuan Sumur Bor untuk Dayah/Pesantren di Kabupaten Pidie Jaya
Gerindra Aceh Buka Puasa Bersama Korban Banjir Pidie Jaya, Fadhlullah Serahkan Santunan Anak Yatim
Universitas Serambi Mekkah Terjunkan 50 Mahasiswa Mengikuti Program Mahasiswa Berdampak di Gampong Beurawang, Pidie Jaya Aceh
BNPB Rampungkan Hunian Sementara untuk Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya
Dirjen Sumber Daya Air Tinjau Penanganan Pascabencana di Krueng Meureudu, Pidie Jaya
Pemerintah Salurkan Dana Tunggu Hunian untuk Warga Terdampak Banjir di Pidie Jaya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:23 WIB

Warga Desak: Mualem Istirahat Total! Urusan Pemerintahan Ditipkan Sementara

Selasa, 1 September 2026 - 18:12 WIB

Polda Aceh Beri Penghargaan kepada Polwan Polres Aceh Tenggara, Dedikasi Iptu Yesi Mendapat Apresiasi

Selasa, 1 September 2026 - 17:44 WIB

Lebih dari 8.500 Hektare Hutan Aceh Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal

Selasa, 1 September 2026 - 16:08 WIB

Keluarga Pasien di RS Harapan Bunda Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Uang dan Ponsel Hilang

Selasa, 1 September 2026 - 15:49 WIB

Tingkatkan Kompetensi, Kanwil Bea Cukai Aceh Gelar PKP Bertema Security Awareness

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:25 WIB

Sikula Legislatif Bergema dengan Pukulan Rapai Geleng, Cetak Kader Muda Pengawal Kebijakan Publik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:23 WIB

DPR Aceh Nurchalis Dorong Sikula Legislatif Perkuat Sistem Legislasi di Kampus untuk Aceh-Indonesia

Berita Terbaru