Aktivis Aceh : Dr. H. Said Mulyadi, SE, M.Si diminta kembali untuk Melanjutkan Pembangunan di Pijay

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 9 April 2024 - 05:00 WIB

503,221 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meureudu : Dr. H. Said Mulyadi, SE, M.Si adalah sosok masyhur di kalangan Aktivis Aceh, Lama ia membaur dengan kalangan Pemuda, OKP, dan Ormas saat menjadi Kepala Bagian Umum di Pemerintahan Kabupaten Pidie, Aceh.

Di kancah pergaulan politik, doktor satu ini pun pandai membawa diri. Ia mampu menjaga keselarasan bahkan memberikan kontribusi besar kepemimpinan Aiyub Abbas dalam menakhodai Pidie Jaya.

Heri safrijal Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh (PUSDA) menyampaikan ,Pertama kali Waled terjun ke dunia politik praktis yaitu ketika ia dipinang Partai Aceh untuk mendampingi Aiyub Abbas dalam Pilkada 2014.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak sedikit orang meragukan hubungan keduanya langgeng. Karena dalam banyak kasus, perkawinan politik pascakonflik di Aceh, melahirkan para pemenang pemilihan kepala daerah yang tidak awet banyak cekcok di tengah jalan.

Kisah-kisah tidak harmonisnya hubungan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, atau wali kota dan wakil wali kota telah menjadi pembicaraan umum, bahkan seringkali diwartakan media massa. Akan tetapi peristiwa itu tidak terjadi di Pidie Jaya.

Sebut heri inilah Sederet pendidikan formal yang beliau tempuh semenjak kuliah juga berkaitan dengan ekonomi. Ia mulai menimba ilmu di Akademi Keuangan Perbankan Indonesia (AKPI) Banda Aceh tahun 1985. Kemudian melanjutkan ke Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Banda Aceh pada tahun 1990.

Meski sudah berstatus sarjana, ia belum merasa cukup. Said kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang magister pada Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) Universitas Syiah Kuala (USK) tahun 1999.
Di dunia birokrasi, ia mulai bekerja sebagai staf Kantor Camat Ulim pada 1989 sampai 1994. Dalam perjalanan karirnya ia pernah menjadi Kepala Dinas perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pidie pada 2007-2009. Kemudian dipilih kembali sebagai Kadisperindagkop Pidie untuk masa jabatan 2009-2011.

Dari dinas, dia diminta membantu Pemkab Pidie sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Pidie dari 2011-2012. Sebagai pamungkas kecemerlangannya di dunia birokrasi, pada 2012, dia ditetapkan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie hingga 2014.

Kiprahnya sebagai Sekda Pidie menarik perhatian Partai Aceh. Mereka membutuhkan calon Wakil Bupati Pidie Jaya yang cakap, berintegritas, dan low profile. Semua syarat tersebut ada pada Waled. Mereka pun menjalin komunikasi hingga akhirnya kedua belah pihak sepakat bekerja bersama membangun Pidie Jaya dan memulainya pada Pilkada 2014.

Suami dari Hj. Syarifah Hasnah, ini bekerja dengan baik. Dia mengombinasikan ilmu birokrasi yang telah lama digeluti dengan pengathuan politik yang sejak muda telah ia pelajari. Sembari terus melaksanakan tugas sebagai Wakil Bupati Pijay, semakin hari bertambah banyak kepercayaan yang harus ia dulang dari Abuwa, waled juga sudah menyelesaikan Doktor di Universitas Negeri Malang, Jawa Timur. Hal menarik dari Waled, meskipun sangat sibuk melaksanakan tugas negara, sekaligus menempuh studi di ujung timur Pulau Jawa, tidak membuatnya kehabisan energi melayani rakyat, sekaligus membina birokrasi.

Heri menyebutkan Banyak kalangan masyarakat pidie jaya menginginkan Said Muliadi pemimpin pidie jaya yang disebut-sebut menjadi calon bupati Pidie Jaya terkuat yang bakal diusung oleh Partai Aceh kedepan, sudah banyak trobosan yang beliau lakukan di bidang pertanian, perikanan dan peternakan,

Heri yang juga mantan Sekjend BEM USK menyebutkan Tentang kiprah Waled di Pidie Jaya diakui oleh banyak pihak. Bahkan kabar kehebatan kinerjanya sampai ke tingkat Provinsi Aceh. Said, ketika membantu Aiyub Abbas, mampu menurunkan angka kemiskinan dari dua digit menjadi satu digit.

Dukungan itu terungkap dalam beberapa acara termasuk pada acara buka bersama dan temu ramah organisasi Kepemudaan juga kalangan mellenial, harapan semuanya waled diminta maju kembali untuk Membangun pidie jaya 2024-2029 tutup heri.  (RED)

Berita Terkait

Wagub Aceh Dampingi Menteri, Bantuan Udara Mulai Dikirim
MTQ ke-37 Provinsi Aceh Resmi Ditutup di Pidie Jaya, Berikut Pemenang Juara Umum dan Daerah Peringkat Terbaik
Aceh Besar Juara Umum MTQ ke-37 Tingkat Provinsi Aceh di Pidie Jaya
Catatan Pilu Para Kafilah Bener Meriah Di MTQ Ke 37 Pidie Jaya
MTQ Aceh XXXVII Ciptakan Kekaguman dan Keakraban Antardaerah di Pidie Jaya
Pidie Jaya Perkuat Literasi Al-Qur’an Lewat Rakerda LPTQ Aceh 2025
Dukungan Moril dan Evaluasi Lapangan, Komisi A DPRK Pidie Jaya Tinjau Arena MTQ Aceh ke-XXXVII
Catatan Pelatih MTQ Aceh 2025

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 22:14 WIB

Trauma Healing Polwan: Menguatkan Hati Kecil Anak-Anak Ketambe Pasca Banjir

Kamis, 4 Desember 2025 - 22:08 WIB

Personel Polres Gayo Lues Evakuasi Warga Sakit dengan Cara Digendong di Desa Tetumpun

Rabu, 3 Desember 2025 - 22:53 WIB

Kapolsek Semadam dan Muspika Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Dua Desa Terdampak Banjir

Rabu, 3 Desember 2025 - 22:49 WIB

Polisi Dirikan Lima Posko Tanggap Darurat di Jalan Lintas Blangkejeren—Kutacane untuk Korban Bencana

Selasa, 2 Desember 2025 - 16:37 WIB

Polres Aceh Tenggara Kerahkan Personel Bersih-Bersih Rumah Warga di 14 Kecamatan Terdampak Banjir

Selasa, 2 Desember 2025 - 16:32 WIB

Sidokkes Polres Aceh Tenggara Layani Cek Kesehatan hingga ke Pelosok, Bagikan Obat-Obatan untuk Warga Desa Lauser Pascabanjir

Senin, 1 Desember 2025 - 14:12 WIB

Datang Orang Nomor 1 Republik Indonesia di Aceh tenggara menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Tenggara

Minggu, 30 November 2025 - 16:18 WIB

Akses Terputus! Polres Aceh Tenggara Turun Tangan Bantu Warga Seberangi Sungai

Berita Terbaru