Entertainment – Kiprah aktor muda Teuku Muzakki Ramdhan di industri perfilman Indonesia kembali berlanjut melalui film Pasukan 1000 Janda, sebuah film aksi-sejarah yang mengangkat kisah perjuangan Laksamana Malahayati, tokoh perempuan legendaris asal Aceh. Film produksi Manara Studios yang disutradarai Archie Hekagery tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026, dengan Atiqah Hasiholan sebagai pemeran utama yang memerankan Laksamana Malahayati.
Dalam film tersebut, Muzakki dipercaya memerankan Agam, karakter yang dikisahkan sebagai putra Laksamana Malahayati. Keterlibatannya dalam produksi ini menjadi bagian menarik dari perjalanan kariernya, mengingat Muzakki tidak hanya memiliki pengalaman panjang di dunia seni peran, tetapi juga garis keturunan keluarga yang terhubung dengan sejarah Aceh.
Muzakki merupakan putra Teuku Rajashah Ratnawangsa, Wakil Ketua Umum Yayasan Pembangunan Serambi Mekkah (YPSM), yayasan yang menaungi Universitas Serambi Mekkah (USM) di Banda Aceh. Ia juga merupakan cicit Pahlawan Nasional Dr. Mr. Teuku H. Moehammad Hasan, tokoh asal Aceh yang berperan penting dalam perjuangan dan pemerintahan Indonesia pada masa awal kemerdekaan.
Latar belakang keluarga tersebut memberikan dimensi tersendiri bagi keterlibatan Muzakki dalam film yang mengangkat sejarah tanah leluhurnya. Namun, perjalanan kariernya di dunia perfilman juga dibangun melalui pengalaman dan konsistensi dalam memerankan beragam karakter sejak usia dini.
Namanya mulai dikenal luas melalui sejumlah film layar lebar dari berbagai genre. Dalam film Gundala (2019), Muzakki memerankan Sancaka kecil. Ia kemudian tampil sebagai Pandu dalam Preman (2021), Aril dalam Keluarga Cemara 2 (2022), serta Wisnu dalam Pengabdi Setan 2: Communion (2022).
Perjalanan tersebut berlanjut melalui film Jailangkung: Sandekala (2022), Kun Ana Wa Anta (2023), Siksa Kubur (2024), dan Dilan: Wo Ai Ni 1983 (2024). Deretan produksi tersebut memperlihatkan kemampuannya menjelajahi berbagai karakter, mulai dari drama keluarga hingga film horor dan aksi.
Selain berakting di depan kamera, Muzakki juga mengembangkan kiprahnya melalui dunia animasi. Ia dikenal sebagai pengisi suara karakter Nussa dalam serial animasi dan film Nussa. Pada 2025, ia turut mengisi suara karakter Ben dalam film animasi Jumbo. Pengalaman ini memperluas keterlibatannya dalam industri hiburan sekaligus menunjukkan bahwa kemampuannya tidak terbatas pada satu bentuk produksi.
Kini, melalui Pasukan 1000 Janda, Muzakki mengambil bagian dalam sebuah produksi yang mengangkat salah satu tokoh penting dalam sejarah Aceh. Laksamana Malahayati dikenal sebagai sosok pemimpin perempuan yang memiliki keberanian dan peran penting dalam sejarah maritim Nusantara. Kisah perjuangannya menjadi bagian dari warisan sejarah yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.
Kehadiran film ini menjadi salah satu upaya menghadirkan sejarah melalui medium yang lebih dekat dengan masyarakat masa kini. Dengan memadukan penceritaan, visual, dan karakter, kisah Laksamana Malahayati diharapkan dapat menjangkau penonton yang lebih luas, sekaligus menumbuhkan ketertarikan terhadap sejarah perjuangan bangsa dan tokoh-tokoh dari Aceh.
Dalam produksi tersebut, Atiqah Hasiholan memerankan sosok Laksamana Malahayati, sementara Muzakki hadir melalui karakter Agam. Perpaduan para pemeran dan pendekatan film aksi-sejarah diharapkan mampu memberikan pengalaman sinematik yang menarik bagi penonton.
Bagi Muzakki, keterlibatan dalam film ini menjadi tambahan pengalaman profesional sekaligus kesempatan untuk terlibat dalam pengisahan sejarah yang memiliki hubungan dengan asal-usul keluarganya. Sementara bagi masyarakat Aceh, film tersebut menjadi momentum untuk kembali mengenalkan sosok Laksamana Malahayati kepada publik melalui industri perfilman nasional.
Dijadwalkan tayang mulai 12 November 2026, Pasukan 1000 Janda menjadi salah satu karya yang patut dinantikan, khususnya bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pengangkatan sejarah Aceh ke layar lebar.
Dengan perjalanan karier yang mencakup beragam genre, pengalaman sebagai pengisi suara, serta keterlibatannya dalam film bertema sejarah, Muzakki Ramdhan terus menapaki jalannya sebagai aktor muda Indonesia. Melalui perannya dalam Pasukan 1000 Janda, ia tidak hanya menambah daftar karya dalam perjalanan kariernya, tetapi juga mengambil bagian dalam cerita yang menghubungkan dunia perfilman dengan warisan sejarah tanah leluhurnya. (*)








































