Sebelum Tim Gabungan Tiba, Penambang Emas Ilegal Asal Vietnam Sudah Tinggalkan Lokasi Tambang di Aceh Jaya

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:55 WIB

50319 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Aceh Jaya — Keberadaan sejumlah warga negara asing (WNA) asal Vietnam yang diduga terlibat dalam aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan pedalaman Aceh Jaya kembali menjadi sorotan. Setelah aparat gabungan dari kepolisian dan instansi terkait melakukan penyisiran ke lokasi tambang, hasilnya justru mencengangkan: tidak ditemukan satu pun WNA di lokasi yang sebelumnya ramai diberitakan beroperasi secara ilegal.

Tokoh muda sekaligus aktivis pemerhati lingkungan di Aceh Jaya, Nasri Saputra, merespons tajam operasi yang menurutnya tak ubahnya “drama yang dipertontonkan ke publik tanpa hasil nyata”. Ia menyebutkan bahwa kehadiran aparat justru terjadi setelah para pekerja tambang asal Vietnam meninggalkan lokasi pada malam sebelumnya, sehingga penggerebekan tidak membuahkan hasil.

“Secara resmi, mereka (aparat) sudah mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ditemukan WNA di lokasi. Tapi bagaimana mungkin bisa percaya, jika kedatangan mereka dilakukan setelah pihak yang dicari lebih dulu keluar dengan nyaman? Kesan yang ditimbulkan seperti bermain petak umpet,” tegas Nasri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai bahwa upaya penindakan yang dilakukan tidak disertai dengan keseriusan dalam mengungkap akar persoalan. Padahal, menurutnya, aparat memiliki sumber daya dan kemampuan untuk melacak keberadaan para pelaku lintas negara tersebut, jika memang ada niat tegas dari awal.

 

“Kalau hanya datang saat mereka sudah tidak ada, lalu disimpulkan tidak ditemukan, bagaimana masyarakat bisa percaya? Jangan-jangan ini cara menutupi sesuatu atau mengaburkan fakta,” ujarnya.

Nasri juga mempertanyakan kemungkinan adanya kelalaian atau bahkan pembiaran yang terjadi dalam waktu cukup lama. Ia mengungkapkan bahwa aktivitas tambang emas ilegal yang diduga melibatkan warga asing bukanlah hal baru, dan telah berlangsung selama beberapa bulan. Fakta ini membuat publik bertanya-tanya mengenai pengawasan dan koordinasi antarinstansi penegak hukum.

“Kalau benar WNA bisa bebas masuk dan melakukan kegiatan ilegal selama berbulan-bulan tanpa terdeteksi, berarti ada sesuatu yang sangat keliru. Apakah mereka lebih cerdas atau jangan-jangan ada potensi lain yang lebih serius, seperti dugaan mereka adalah mata-mata dari negara asing? Ini berbahaya,” tambahnya dengan nada prihatin.

Lebih jauh, Nasri juga menyoroti pernyataan Kasatreskrim Polres Aceh Jaya kepada sejumlah media yang menyatakan tidak ada temuan WNA di lokasi. Pernyataan ini, menurutnya, secara tidak langsung bertentangan dengan pemberitaan sebelumnya yang dimuat oleh salah satu harian ternama di Aceh. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kebenaran informasi yang berkembang di publik.

“Apakah dengan begitu pernyataan resmi aparat secara tidak langsung menyebut berita yang sebelumnya beredar itu hoaks? Ini harus diluruskan. Apa yang sebenarnya terjadi? Jangan biarkan masyarakat menduga-duga terlalu jauh,” ujar Nasri.

Ia menutup pernyataannya dengan desakan agar aparat penegak hukum melakukan penyelidikan lanjutan secara menyeluruh dan transparan. Nasri menegaskan bahwa publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik aktivitas tambang ilegal yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga melemahkan kedaulatan hukum di wilayah perbatasan.

Saat ini, belum ada penjelasan lanjutan dari pihak kepolisian terkait tindak lanjut atas dugaan keberadaan warga asing yang terlibat dalam penambangan emas ilegal. Sementara itu, kecurigaan publik terus berkembang, seiring minimnya jawaban atas pertanyaan yang tersisa dari operasi penyisiran yang terkesan tak membuahkan hasil. (*)

Berita Terkait

DANDIM DAN BUPATI PIDIE JAYA RESMIKAN JEMBATAN PERINTIS GARUDA, BUKTI NEGARA HADIR BUKA AKSES WARGA
Inilah 36 Titik Lokasi Shalat Idul Adha Se Kabupaten Aceh Jaya
Inilah Nama Khatib Jumat di Masjid Ternama Aceh Jaya
Saweu Sikula ke SMK Negeri 1 Panga, Wakil Rektor II USM Ajak Alumni Jadi Duta Kampus
Dandim Aceh Jaya: Pengibaran Bendera Bulan Bintang Dilarang karena Status Belum Final
Tim PKM UTU Latih Petani Kopi Aceh Jaya Kuasai Pengemasan dan Pemasaran Digital Sesuai Tren Marketing Global
STIAPEN Nagan Raya Lepas 80 Mahasiswa KKN di Kecamatan Teunom dan Pasie Raya, Aceh Jaya
Nadya Souvenir, Satu-satunya Toko di Aceh Jaya yang Menyediakan Makanan dan Kue Khas Aceh

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:03 WIB

Temu Ramah Kapolres Gayo Lues Bersama Insan Pers, Ajak Perkuat Sinergi, Tegaskan Komitmen “SIGAP”

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Temu Ramah dengan Insan Pers, Kapolres Gayo Lues: Saya Merasa Seperti Pulang ke Kampung Sendiri

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:31 WIB

Penyedia Jasa Mengeluh, Pembayaran Sewa Alat Berat Pascabencana di Gayo Lues Tersendat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:12 WIB

Malam Resepsi HUT ke-81 RI di Gayo Lues, Paskibraka Diharapkan Jadi Generasi Teladan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:03 WIB

114 Warga Binaan Lapas Blangkejeren Dapat Remisi di Hari Kemerdekaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Enam Pejabat Baru Dilantik, Wakil Bupati Gayo Lues Tekankan Tanggung Jawab Jabatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Kampung Pertik Kecamatan Pining Raih Penghargaan Kinerja Terbaik dari Pemerintah Daerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:16 WIB

Brimob Polda Aceh, Melaksanakan Bhakti Sosial Dalam Menyambut HUT RI Ke-81

Berita Terbaru