Bahagia Desak Penegakan Hukum Atas Dugaan Pemukulan oleh Wakil Bupati Pidie Jaya

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 22:51 WIB

50429 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Reza, Kepala SPPG Yayasan Pionir

Muhammad Reza, Kepala SPPG Yayasan Pionir

PIDIE JAYA  Koordinator Muda Seudang Pidie Jaya, Bahagia, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden dugaan pemukulan yang melibatkan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Trienggadeng, Muhammad Reza, pada Kamis, 30 Oktober 2025. Insiden memalukan tersebut diduga terjadi di dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), program pemerintah daerah yang menyasar pemenuhan gizi bagi masyarakat miskin dan rentan. Dalam keterangannya kepada wartawan, Bahagia mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Pidie Jaya, untuk mengusut kasus ini secara tuntas, adil, dan tidak diskriminatif penyebab ataupun pelakunya.

“Kami tidak ingin kasus ini berakhir di meja mediasi atau diselesaikan secara kekeluargaan tanpa kejelasan hukum. Ini bukan hanya soal amarah, tapi soal tanggung jawab moral dan integritas pejabat publik. Hukum harus berlaku bagi semua,” tegas Bahagia, menunjuk pada bahaya pembiaran terhadap praktik kekerasan kekuasaan yang memperlemah kepercayaan publik. Ia menyebut bahwa tindakan Hasan Basri, yang terekam dalam pelbagai pemberitaan media lokal, telah merusak tatanan etika pemerintahan dan mencoreng marwah birokrasi sipil.

Kronologi kejadian, sebagaimana dilansir media setempat, bermula ketika Wakil Bupati Pidie Jaya mendatangi dapur MBG di Kecamatan Trienggadeng. Dalam kunjungan yang awalnya tak dijadwalkan, Hasan Basri disebut langsung melontarkan amarah kepada para petugas lapangan, termasuk Muhammad Reza. Atmosfer kerja yang seharusnya kondusif berubah mencekam setelah Hasan Basri diduga meninju kepala Reza di hadapan staf lainnya. Kejadian ini sontak memicu kegaduhan, baik di kalangan pegawai maupun masyarakat sekitar yang mengetahui insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahagia menegaskan bahwa insiden ini tak bisa ditempatkan semata-mata sebagai persoalan personal, melainkan sebagai pelanggaran etik yang serius. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar Bupati Pidie Jaya serta unsur legislatif di DPR Aceh untuk tidak bersikap diam. “Kami meminta Bupati dan DPRA untuk menunjukkan kepemimpinan moral. Ini adalah ujian bagi integritas pemerintah daerah. Sikap membiarkan kekerasan atas nama jabatan tak bisa dibenarkan dalam sistem pemerintahan demokratis,” ujar Bahagia dengan nada prihatin.

Ia menambahkan, tindakan pemukulan oleh seorang pejabat daerah bukan hanya menyakiti satu orang, namun memberi pesan keliru kepada masyarakat bahwa posisi kekuasaan dapat digunakan untuk menekan bahkan menyakiti bawahan. Dalam pandangan Muda Seudang, hal ini adalah bentuk kemunduran yang nyata dalam tata kelola birokrasi dan pelayan publik. Mereka meyakini bahwa pejabat pemerintah harus menjadi contoh dalam ucapan dan perbuatan, terutama saat menanggapi keluhan atau masalah di lapangan.

Sementara itu, Muhammad Reza, yang menjadi korban dalam kejadian tersebut, turut menyampaikan komentar singkat. Ia menyayangkan tindakan represif tersebut, apalagi terjadi di tempat kerja dan saat menjalankan program untuk rakyat. “Program MBG itu dibuat untuk rakyat. Kalau pemimpin daerah justru membuat gaduh dan melakukan kekerasan, bagaimana rakyat bisa percaya lagi pada pemerintahnya?” ucap Reza dengan ekspresi kecewa.

Muda Seudang percaya bahwa insiden ini adalah momentum penting bagi publik untuk mengevaluasi ulang karakter kepemimpinan di daerah. Bahagia menilai perlunya reformasi etik bagi pejabat publik dan meminta agar lembaga penegak hukum tidak goyah oleh tekanan politik atau kekuasaan dalam penanganan perkara. Ia mengingatkan bahwa keadilan bukan hanya soal menjatuhkan hukuman, melainkan memulihkan kepercayaan rakyat terhadap institusi pemerintahan.

“Pidie Jaya membutuhkan pemimpin yang beretika, bukan pemarah. Jika hukum dibiarkan tumpul ke atas, maka rakyat akan kehilangan harapan,” kata Bahagia menutup pernyataannya. Ia menekankan perlunya penyikapan serius terhadap kasus ini sebagai upaya memperkuat budaya tata kelola pemerintahan yang transparan, berkeadilan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.***

Berita Terkait

Bea Cukai Banda Aceh Melalui Bea Cukai Peduli Resmikan Bantuan Sumur Bor untuk Dayah/Pesantren di Kabupaten Pidie Jaya
Bea Cukai Banda Aceh Melalui Bea Cukai Peduli Resmikan Bantuan Sumur Bor untuk Dayah/Pesantren di Kabupaten Pidie Jaya
Gerindra Aceh Buka Puasa Bersama Korban Banjir Pidie Jaya, Fadhlullah Serahkan Santunan Anak Yatim
Universitas Serambi Mekkah Terjunkan 50 Mahasiswa Mengikuti Program Mahasiswa Berdampak di Gampong Beurawang, Pidie Jaya Aceh
BNPB Rampungkan Hunian Sementara untuk Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya
Dirjen Sumber Daya Air Tinjau Penanganan Pascabencana di Krueng Meureudu, Pidie Jaya
Pemerintah Salurkan Dana Tunggu Hunian untuk Warga Terdampak Banjir di Pidie Jaya
Solidaritas Tanpa Batas: HMP–PAI UIN Ar-Raniry dan HMPS PAI UIN SMH Banten Bantu Korban Banjir Aceh

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 20:51 WIB

Gotong Royong Jadi Kunci, Progres RTLH TMMD Abdya Meningkat

Senin, 27 April 2026 - 20:18 WIB

TMMD Abdya Fokus Kesejahteraan, Prajurit Diminta All Out

Senin, 27 April 2026 - 19:23 WIB

Kerja Keras Satgas TMMD Abdya, Jalan Gunung Mulai Terlihat Hasilnya

Senin, 27 April 2026 - 18:59 WIB

Progres Rumah Nenek Nurhabibah Capai 13,3 Persen, Satgas TMMD Kebut Pengerjaan

Senin, 27 April 2026 - 17:53 WIB

TMMD Ke-128 Abdya Bangun Sumur Bor, Solusi Nyata Krisis Air Bersih di Gunung Cut

Senin, 27 April 2026 - 14:03 WIB

BPC HIPMI ABDYA : Di Bawah Kepemimpinan Bupati Safaruddin, HUT Abdya ke-24 Bukan Sekadar Meriah, tapi Memberi Dampak Positif bagi Ekonomi Masyarakat Abdya

Minggu, 26 April 2026 - 20:06 WIB

TNI Kebut Rehab RTLH di Abdya, Progres Tiga Unit Capai 10 Persen

Minggu, 26 April 2026 - 19:52 WIB

Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0110/Abdya Genjot Rehab 5 Rumah Warga Miskin di Gunung Cut

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Gotong Royong Jadi Kunci, Progres RTLH TMMD Abdya Meningkat

Senin, 27 Apr 2026 - 20:51 WIB

ACEH BARAT DAYA

TMMD Abdya Fokus Kesejahteraan, Prajurit Diminta All Out

Senin, 27 Apr 2026 - 20:18 WIB

ACEH BARAT DAYA

Kerja Keras Satgas TMMD Abdya, Jalan Gunung Mulai Terlihat Hasilnya

Senin, 27 Apr 2026 - 19:23 WIB