Kekacauan Birokrasi Mengemuka di Gayo Lues, Ketua Komisi I DPRK Desak Evaluasi Menyeluruh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 19 Juni 2025 - 22:13 WIB

50652 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues Gelombang kekacauan birokrasi mulai menyeruak ke permukaan di tubuh Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Ketidakstabilan dalam manajemen struktural, pelantikan pejabat tanpa koordinasi pusat, hingga mosi tidak percaya dari sejumlah pejabat eselon menandai situasi serius yang tak lagi bisa ditutupi. Di tengah kian meluasnya kegaduhan ini, Ketua Komisi I DPRK Gayo Lues, H. Ibnu Hasim, angkat bicara dengan nada tegas dan penuh keprihatinan.

Menurut Ibnu, kekacauan yang terjadi bukan sekadar polemik internal biasa, melainkan sinyal keretakan yang berakar pada lemahnya tata kelola pemerintahan. Ia menyebut kondisi ini sebagai bentuk “krisis sistemik”, yang tidak hanya membahayakan efektivitas pelayanan publik, tetapi juga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.

“Ketika pelantikan dilakukan tanpa persetujuan kementerian, dan SK pejabat yang sudah dilantik bisa tiba-tiba dibatalkan, itu menunjukkan betapa kacaunya sistem berjalan. Ini bukan hanya soal prosedur, tapi soal wibawa pemerintahan,” ujar Ibnu Hasim kepada wartawan, Kamis (19/6/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu titik ledak utama dari kekisruhan ini adalah munculnya mosi tidak percaya dari sejumlah kepala bidang (Kabid) terhadap pimpinan mereka. Mosi ini dipicu oleh kebijakan pencabutan kewenangan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang sebelumnya melekat pada jabatan Kabid. Ibnu menyayangkan sikap para Kabid yang menganggap pencabutan itu sebagai bentuk pemangkasan kewenangan, padahal secara aturan, jabatan sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tetap melekat pada mereka.

“Kabid seharusnya fokus pada aspek teknis dan substansi program, bukan terjebak pada persoalan kewenangan anggaran yang bersifat administratif. Perubahan KPA bukanlah degradasi peran, apalagi jika hanya dijadikan alasan untuk tidak menjalankan tanggung jawab,” jelas Ibnu.

Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap PP Nomor 12 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 mutlak diperlukan bagi setiap pejabat struktural agar tidak menafsirkan kewenangan secara keliru dan emosional. Menurutnya, polemik ini mencerminkan adanya kecenderungan pejabat yang lebih mementingkan posisi strategis daripada orientasi kerja.

Dalam situasi seperti ini, Ibnu Hasim menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengambilan kebijakan dan mekanisme mutasi serta rotasi pejabat di lingkungan Pemkab Gayo Lues. Ia mengingatkan bahwa birokrasi adalah tulang punggung pemerintahan, dan jika rusak di dalam, maka program pembangunan tak akan pernah berjalan mulus di lapangan.

Ibnu juga menyesalkan jika gejolak ini dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi konkret dari kepala daerah. Menurutnya, seorang bupati harus mampu mengambil keputusan tegas yang berdasarkan pada prinsip-prinsip pemerintahan yang sehat, bukan berdasarkan desakan personal atau tekanan dari kelompok kepentingan.

“Bupati harus berani memimpin, bukan hanya memediasi konflik internal. Jika tidak segera ditangani, maka kekacauan birokrasi ini akan menggerogoti kepercayaan publik dan bisa menjadi batu sandungan besar bagi pembangunan,” ujarnya lagi.

Di tengah harapan masyarakat akan perbaikan pelayanan dan percepatan pembangunan daerah, gejolak yang terjadi justru menjadi antitesis dari semangat reformasi birokrasi yang selama ini digaungkan. Alih-alih menghadirkan efektivitas dan efisiensi, birokrasi di Gayo Lues justru terjebak dalam pusaran konflik kewenangan dan ego sektoral yang kian menjauh dari kepentingan rakyat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Bupati Gayo Lues terkait pernyataan tajam dan tuntutan perbaikan yang disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRK. Sementara itu, masyarakat Gayo Lues menunggu, apakah langkah konkret akan diambil untuk merestorasi stabilitas birokrasi, atau kekacauan ini akan terus bereskalasi menjadi krisis kepercayaan yang lebih luas. (*)

Berita Terkait

Ganti Nama, Catatan Lama Tetap Melekat: PT Rosin Chemicals Indonesia Masih Dibayangi Sanksi, Teguran Gubernur, dan Jejak Pelanggaran yang Belum Selesai
Bertumpuk Sanksi, PT Rosin Dinilai Seolah Kebal Hukum, LIRA Mendesak Polda Aceh dan Mabes Polri Bergerak Cepat
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Klaim Sudah Patuh Tak Menjawab Surat Resmi dan Temuan Lapangan, LIRA Sebut PT Rosin Masih Bermasalah dari Hulu ke Hilir

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:33 WIB

Semarak HUT Bhayangkara Ke 80, 16 Tim Binaan Cabdin Bener Meriah Ikuti Turnamen Sepak Bola U17

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:03 WIB

Alumni Dayah Darussa’adah Lipah Rayeuk Bireun Perkuat Silaturahmi di Takengon

Minggu, 26 April 2026 - 23:04 WIB

Aliansi Masyarakat Bintang Bersatu Tunda Aksi ke DPRK Aceh Tengah, Tunggu Kehadiran Bupati di Lokasi Bencana

Rabu, 22 April 2026 - 01:03 WIB

Biografi Mantan Atase Kebudayaan RI di Kairo Mesir Sekaligus Eks Kepala SMA Negeri 1 Takengon Segera Terbit

Senin, 20 April 2026 - 21:23 WIB

Bea Cukai Lhokseumawe Dukung Industri Lokal, Kawal Produk Sigaret Putih Tangan Gayo Tembus Pasar Nasional

Sabtu, 4 April 2026 - 21:11 WIB

Langit Atu Lintang “Mengamuk”, Hujan Es Hantam Merah Munyang

Sabtu, 21 Maret 2026 - 00:33 WIB

Putra Gayo Yusradi Usman al-Gayoni Kumandangkan Azan dalam Festival Ramadan 2026 di Inggris

Jumat, 20 Maret 2026 - 02:23 WIB

AMITRA FIFGROUP Perkuat Kepedulian Sosial di Ramadan, Dukung Pemulihan Warga Aceh Tengah Pascabencana

Berita Terbaru