slot preparation.lsrs.lu

Wan Malaya Kecam Penembakan di Pidie: Perdamaian Aceh Jangan Dicederai Dengan Kekerasan

Redaksi

- Redaksi

Kamis, 5 November 2026 - 19:38 WIB

5094 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAGAN RAYA – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) Kabupaten Nagan Raya, Samsuar, S.E., yang akrab disapa Wan Malaya, mengecam keras insiden penembakan terhadap warga di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Rabu (4/11/2026).

Peristiwa tragis yang terjadi saat masyarakat tengah melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut mengakibatkan seorang warga meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.

Atas kejadian itu, DPW PA Nagan Raya menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan mendalam kepada keluarga korban serta seluruh masyarakat yang terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wan Malaya menilai, tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan melukai masyarakat sipil merupakan peristiwa serius yang tidak boleh dibiarkan.

Setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat semestinya diselesaikan melalui cara-cara yang damai, bukan dengan tindakan yang membahayakan keselamatan jiwa.

Ia juga meminta pemerintah dan aparat penegak hukum memberikan perhatian serius terhadap insiden tersebut serta memastikan proses penanganan perkara berjalan secara profesional.

“Penyelidikan harus dilakukan secara terbuka, objektif, dan menyeluruh. Aparat penegak hukum harus mengungkap secara terang apa yang sebenarnya terjadi, termasuk pihak-pihak yang bertanggung jawab, sehingga keadilan benar-benar dapat dirasakan oleh para korban dan keluarganya,” tegas Wan Malaya.

Selain mendesak pengusutan kasus hingga tuntas, DPW PA Nagan Raya juga berharap seluruh korban luka mendapatkan penanganan medis secara maksimal.

Sementara itu, keluarga korban meninggal dunia diharapkan memperoleh perhatian, pendampingan, dan perlindungan sebagaimana mestinya.

Wan Malaya menegaskan bahwa Aceh memiliki sejarah panjang dalam perjuangan membangun dan menjaga perdamaian.

Oleh karena itu, segala bentuk persoalan yang muncul di tengah masyarakat harus disikapi secara bijaksana dengan mengedepankan dialog, komunikasi, serta mekanisme hukum yang berlaku.

Menurutnya, menjaga perdamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Untuk itu, DPW PA Nagan Raya mengajak masyarakat Aceh agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi keamanan dan ketertiban.

“Kami berharap kasus ini diusut sampai tuntas dan memberikan keadilan bagi para korban. Jangan sampai peristiwa seperti ini mencederai nilai-nilai perdamaian yang selama ini telah kita bangun dan jaga bersama di Aceh,” pungkas Wan Malaya.

DPW PA Nagan Raya berharap penanganan kasus tersebut dapat dilakukan secara adil, transparan, dan bertanggung jawab demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum serta keberlangsungan perdamaian di Aceh. (*)

Berita Terkait

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa
Refly Harun Cecar Jokowi Soal Nama Mulyono di Sidang Kasus Ijazah Roy Suryo
Skandal Penyadapan Ilegal Seret Mantan Kapolri, Istana Sebut Indikasi Makar
Debat Panas Warnai Kesaksian Presiden Ketujuh di Sidang Dugaan Ijazah Palsu Roy Suryo, Refly Harun Protes Jaksa
Mabes Polri Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Ilegal Presiden
Nasir Nurdin Angkat Bicara soal Tuduhan Suap, Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum
YARA Minta MPR Aktifkan Kembali Ketentuan Referendum, Dorong Aceh Miliki Ruang Penyelesaian Perbedaan dengan Pusat

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 12:44 WIB

Penembakan di Tiro Harus Diusut Tuntas, Pang Lima TNI Jangan Tutup Mata, Persoalan Bendera Aceh Bukan Alasan Untuk Melakukan Kekerasan

Jumat, 6 November 2026 - 12:27 WIB

SMPA Kecam Insiden Berdarah di Pidie, Desak Pengusutan Secara Transparan dan Penegakan Hukum yang Berkeadilan

Jumat, 6 November 2026 - 00:14 WIB

Ketua FORBES DPR RI-DPD RI Asal Aceh Kecam Penembakan Warga, Desak Penyelesaian Bendera Aceh Lewat Dialog dan Jalur Konstitusional

Jumat, 6 November 2026 - 00:10 WIB

Tragedi Berdarah Tiro Minta Pemerintahan Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Kamis, 5 November 2026 - 23:45 WIB

Pasca-Insiden Tragis di Tiro, Aktivis HAM Aceh Desak Forbes DPR/DPD RI Inisiasi Perundingan Tingkat Tinggi Bersama Sufmi Dasco

Kamis, 5 November 2026 - 23:37 WIB

Kala Darah Jatuh di Tiro: Saatnya Forbes Ajak Dasco Selesaikan Bendera Aceh

Kamis, 5 November 2026 - 19:51 WIB

Nasir Nurdin Angkat Bicara soal Tuduhan Suap, Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 5 November 2026 - 19:12 WIB

YARA Minta MPR Aktifkan Kembali Ketentuan Referendum, Dorong Aceh Miliki Ruang Penyelesaian Perbedaan dengan Pusat

Berita Terbaru

GAYO LUES

Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:55 WIB

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (tengah) menunjukkan ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM miliknya saat menjadi saksi sidang lanjutan dugaan pencemaran nama baiknya terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Presiden ke-7 RI Joko Widodo dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tersebut. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/sgd/nym.

HUKUM & KRIMINAL

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Jumat, 6 Nov 2026 - 02:41 WIB