Transisi Pelajar dari PAUD ke SD Harus Menggembirakan Anak

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 24 Juni 2023 - 04:36 WIB

502,188 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Selama ini anak-anak dianggap mampu dan dapat bersekolah di sekolah dasar karena kemampuan mereka membaca dan menulis.

Padahal seharusnya yang dilakukan oleh sekolah adalah memantik pemahaman mereka untuk menyerap pengetahuan dan literasi, bukan sekadar membaca dan menulis.

Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) Republik Indonesia, Komalasari, Kamis (22/6/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk itu, kementerian berupaya menguatkan kolaborasi dengan Bunda PAUD di seluruh daerah. Komalasari berharap kebijakan transisi anak PAUD ke SD menjadi kebijakan yang benar-benar menjaga hak anak.

“Salah satu fokus ke depan adalah menghilangkan tes sebagai syarat siswa PAUD untuk masuk sekolah dasar sederajat,” ujar Komalasari.

Menurutnya, Paud itu 0-8 tahun. Ini adalah masa meletakkan pondasi. Kami meluncurkan kebijakan ini agar anak PAUD dan SD kelas awal memiliki kesempatan untuk meletakkan pondasi belajar.

Saat ini, kata Komalasari, masih terjadi kesalahpahaman di tingkat sekolah dengan mengharuskan anak yang memasuki tahap sekolah dasar untuk bisa membaca, menulis, dan berhitung.

Sebenarnya tes calistung sudah kita larang sejak 2010. Sudah ada regulasi dan itu dikuatkan dengan Permendikbud 2021 tentang PBDB,” kata Komalasari.

Ia menambahkan pihaknya  berusaha untuk menguatkan kembali aturan itu agar anak-anak, saat bertransisi dari PAUD ke SD, merasa senang. Proses transisi itu harus menyenangkan.

Komalasari menilai kemampuan anak bukan sekadar membaca, menulis dan berhitung. Anak-anak sejak dini juga perlu mengenal agama, budi pekerti, dilatih motorik dan mengenal perawatan diri, keterampilan sosial, kemampuan koknitif serta pembelajaran positif terhafap belajar

Dalam kunjungannya yang diterima oleh Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD Aceh, Malawani Alhudri, itu Komalasari juga mendorong partisipasi ayah dalam mendampingi anak-anak pada hari pertama sekolah. Dia berharap ayah menjadi pribadi yang peka dan peduli terhadap keberlangsungan pendidikan anaknya.

“Di sekolah, guru-guru PAUD dan SD perlu bekerja sama untuk memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan nyaman bagi anak-anak selama berada di lingkungan sekolah,” kata Komalasari.

Berita Terkait

Akademisi Soroti Penjaringan Dekan FK USK, Dinilai Terlalu Cepat dan Membatasi Regenerasi
Tagih Janji Prabowo! Konsorsium Hutan dan Sungai Aceh Desak Legalisasi Tambang Rakyat
Perkuat Sinergi Penjagaan Perbatasan, Kanwil DJBC Aceh Kunjungi Ditjen Imigrasi Aceh
PT GLEH Resmi Diluncurkan, Komitmen Jaga Lingkungan dan Kelola Limbah Medis di Aceh
Dispora Aceh Gelar “Goes To Campus” di Universitas Serambi Mekkah, Dorong Pemuda Tanggap Bencana
Kekompakan Forkopimda Aceh Kunci Pemulihan dan Pembangunan
IWOI Aceh Desak Evaluasi Dana Pokir, Minta APH Perketat Pengawasan
TEROR TERHADAP WARTAWAN FRN ACEH MAKIN BRUTAL! Agus Suriadi Minta Kapolda Perintahkan Kapolres Subulussalam Ringkus Semua Pelaku, Dari OTK Hingga Dalang Intimidasi di Kantor Desa

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 00:48 WIB

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Sabtu, 11 April 2026 - 00:46 WIB

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Jumat, 10 April 2026 - 00:44 WIB

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Berita Terbaru