HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Seolah Menjadi Kebiasaan | BPBD GaLus Terkesan Tutup Mata Abai Terhadap Bencana Menimpa Masyarakat

J.PORANG

- Redaksi

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 08:48 WIB

501,684 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Seperti sudah menjadi kebiasaan acuh, Badan penanggulangan bencana dinilai terkesan tutup mata, tingginya curah hujan beberapa Minggu terahir pemerintah pada badan penaggulangan bencana adem – adem saja, meski permukiman warga mulai menjadi sasaran banjir.

Tidak ada himbauan, tidak aktif melacak situasi bencana bahkan terkesan menghiraukan kondisi permukiman warga kian hari semakin memburuk, digerus sungai lokasi rumah masyarakatnya, meningkat debit sungai harusnya pihak Badan Penanggulangan Bancaan Daerah mengerti, kebiasaan ini sudah berlarut – larut dari tahun ke tahun seperti sudah biasa. Sabtu, (12-10-2024).

Sungai aih kurik Rikit Dekat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Munandar warga Desa Rema Baru sampaikan kekesalannya kepada media ini, pasalnya rumah tempat kediamannya sejak tahun lalu sudah melambai – lambai butuhnya bantuan BPBD hingga saat ini belum juga hadir bantuan perbaikan, sehingga sungai aih kurik yang berada di pinggir rumahnya berlahan mendekat, nyaris roboh.

“Bagaimana kita tidak kesal, curah hujan seperti ini sudah pasti meningkat debit air, sekarang sudah dipinggir rumah saya aih kurik ini, sudah menggerus pondasi jembatan, belum jembatan menjadi ketakutan kami akan roboh, lain lagi pondasi pada rumah saya sudah menjadi landasan debit air besar itu, dari tahun lalu saya sudah meminta perbaikan, seakan keselamatan kami bukan hal penting, lokasi yang bukan dampak bencana, diprioritaskan di benahi, lokasi yang tidak akan ada korban jiwanya lebih utama menjadi sasaran program perbaikan anggaran bencananya, apa itu adil terhadap masyarakat”, kesal Munandar.

Dampak lokasi bencana harusnya menjadi pusat perhatian pemerintah melalui BPBD, keselamatan warga harusnya lebih penting dari pada lahan, BPBD harusnya mengutamakan mana yang prioritas mana yang pasilitas.

Gayo Lues daerah perbukitan gampang terjadinya gerusan air, pada lahan dan permukiman warga, jika sungai atau perbaikan sepadan sungai dengan cara gali pasir dari dalam sungai untuk bak penampungan debit air, hal itu hanya membuat sungai semakin deras dan menyeret pasir di hulu ke lokasi pengerukan, apa itu tidak pernah menjadi rencana matang perbaikan sepadan sungai, jika hal tersebut terus dilakukan maka BPBD layak di sebut Badan Pencipta Bencana Daerah.

Pasalnya banyak terendus dari pembicaraan masyarakat pekerjaan galian perbaikan sungai hanya merusak lahannya.

“Ismail Aman. Samsul bernasib yang sama rumah kediamannya nyaris hanyut terbawa sungai, ia tampak kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, pada saat dia butuhkan pemerintah entah dimana, tingginya curah hujan membuat dirinya tampak pasrah dan berserah diri kepada yang maha kuasa”, bincangnya. (Red)

Berita Terkait

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Gayo Lues Gelar Donor Darah
Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara
Excavator Tertimbun Longsor Susulan di Jalan Ketukah Gayo Lues, Operator Lompat Selamatkan Diri
Empat Prajurit TNI Gugur Akibat Kecelakaan Mobil Dinas di Yalimo, Papua Pegunungan
Lempengan Besi Misterius Diduga Serpihan Pesawat Ditemukan di Perkebunan Sawit Sampit
Program TMMD, Jalan Utama Menuju Huntara Kampung Pepelah Dibuka
Jalan Nasional di Gayo Lues Kembali Diterjang Banjir, BPJN Dinilai Tutup Mata
Mobil Minibus Hangus Terbakar di Gayo Lues, Petugas Damkar Berjibaku Padamkan Api dan Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:19 WIB

Skandal Berulang Solar Subsidi di Nagan Raya, Dari Drum di Beutong Hingga Truk Tangki 5 Ton

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Silaturahmi Tampa Batas Ketua DPW PA Nagan Raya dengan Ketua PDI Perjuangan Aceh, Dorong Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Dari Aspirasi ke Sawah, Jamaluddin Idham Salurkan 18 Hand Traktor untuk Petani Nagan Raya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Irigasi Kembali Berfungsi, Petani Alue Seupeung Bersiap Olah 55 Hektare Sawah Melalui Program Rehab Kementan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Satreskrim Polres Nagan Raya Amankan Truk Tangki Diduga Angkut 5.000 Liter Bio Solar Bersubsidi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Pengawasan Dana Desa Diperkuat, Bupati TRK Ingatkan Pentingnya Tertib Administrasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Polemik Keaslian Ijazah Jokowi Berlanjut, Kuasa Hukum Roy Suryo Tantang Pembuktian di Pengadilan

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Tim Penasihat Hukum Roy Suryo Ngotot Minta Jokowi Dihadirkan di Persidangan

Berita Terbaru