Mahasiswa USK Bangun Budaya Baca dari Pasar Tradisional Bener Meriah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 25 Juli 2025 - 15:12 WIB

50385 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bener Meriah, Baranews, 25 Juli 2025 — Di sela-sela riuh tawa pedagang, seruan tawar-menawar, dan lalu-lalang pembeli di Pasar Simpang Tiga, Kabupaten Bener Meriah, sekelompok mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) menghadirkan suasana yang berbeda. Tanpa banyak gembar-gembor, mereka datang dengan misi sederhana namun berdampak besar: menghidupkan semangat membaca melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi. Di antara deretan lapak dan kios, berdiri sebuah perpustakaan mini yang menjadi titik temu antara anak-anak dan dunia bacaan yang mungkin selama ini jauh dari jangkauan mereka.

Perpustakaan itu bukan ruang berpendingin dengan rak kayu mengkilap, melainkan sebuah sudut kecil beralas tikar yang dipenuhi buku cerita bergambar, bacaan islami, hingga buku pendidikan dasar. Anak-anak datang dengan wajah penasaran dan antusias. Mereka duduk lesehan, membaca dalam diam, atau sesekali tertawa bersama saat menemukan kisah lucu dalam buku yang dibaca. Para mahasiswa, yang menjadi relawan penggerak kegiatan ini, tidak sekadar menyediakan buku, tetapi juga menemani, membacakan, dan mengajak anak-anak memahami isi bacaan secara interaktif.

Salah satu pengunjung setia perpustakaan mini itu adalah Rayyan, bocah berusia 11 tahun yang hampir setiap hari datang. Ia mengaku senang karena bisa membaca banyak buku dan merasa nyaman bersama kakak-kakak mahasiswa. Namun di balik kepolosannya, terselip kekhawatiran. Ia berharap perpustakaan itu tidak hilang ketika para mahasiswa menyelesaikan masa KKN mereka. Harapan sederhana itu menjadi pengingat yang dalam, bahwa akses literasi masih menjadi kebutuhan yang belum merata, dan kehadirannya membawa dampak besar bagi anak-anak di daerah yang minim fasilitas pendidikan informal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama program berlangsung, mahasiswa juga mengadakan kegiatan tambahan seperti pendampingan belajar, sesi membaca bersama, dan lomba bercerita yang meningkatkan kepercayaan diri anak-anak dalam menyampaikan ide. Masyarakat sekitar menyambut kegiatan ini dengan terbuka. Para pedagang yang sebelumnya ragu kini ikut mendukung. Mereka melihat sendiri bagaimana anak-anak mereka mulai lebih sering membaca, mengurangi waktu bermain gawai, dan menunjukkan minat yang baru terhadap dunia buku.

Kegiatan ini memang tidak permanen. Masa pengabdian mahasiswa akan segera usai. Namun nilai yang ditanamkan melalui kegiatan literasi ini meninggalkan jejak yang tidak sebentar. Para mahasiswa berharap ada keberlanjutan—entah dari pemerintah daerah, sekolah, atau komunitas setempat—untuk membangun pojok baca yang lebih permanen di area publik seperti pasar. Bukan sekadar fisik bangunan, tetapi kehadiran ruang baca yang hidup, yang bisa dijangkau siapa saja tanpa syarat, kapan saja dibutuhkan.

Pasar, yang selama ini identik dengan aktivitas ekonomi semata, perlahan bertransformasi menjadi ruang pendidikan alternatif. Anak-anak seperti Rayyan belajar mengenal dunia lewat buku, membuka cakrawala mereka sedikit demi sedikit dari halaman yang mereka baca. Dari tengah keramaian dan kesederhanaan, lahirlah harapan bahwa budaya membaca tidak harus dimulai dari kota besar atau gedung sekolah megah. Ia bisa tumbuh dari tikar sederhana di sudut pasar—asal ada niat, upaya, dan kepedulian yang tulus dari mereka yang mau bergerak. (Dani)

Berita Terkait

Dari Bibit Menjadi Berkah: Jalan Sunyi Transformasi Mustahik Menuju Muzaki
Hujan Lebat dan Angin Kencang Rusak Huntara di Tunyang, Plafon Ambruk Timpa Ibu Hamil
Resmi Dilantik, Dua Reje PAW di Timang Gajah Siap Benahi Tata Kelola Kampung
Hujan Deras Picu TPT Totorlah Teritit Roboh, Akses Jalan Nasional Tertimbun
Video Viral Picu Tindakan Tegas, Pemda Bener Meriah Panggil Pengelola Gerbuk Waterpark, Izin Terancam Dicabut
Baitul Mal Bener Meriah Buka Bantuan Modal Usaha, Peluang Emas bagi Warga Kurang Mampu
Akses Vital Lumpuh Diterjang Bencana, Pemkab Bener Meriah Kebut Pembukaan Jalan Muyang Kute – Pepedang
Akses Vital Lumpuh Diterjang Bencana, Pemkab Bener Meriah Kebut Pembukaan Jalan Muyang Kute – Pepedang

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:06 WIB

Polda Metro Jaya Tangani Laporan Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus UBL, Proses Hukum Dikawal Ketat

Rabu, 15 April 2026 - 20:04 WIB

Humas Polri Hadir sebagai Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Jaga Stabilitas Informasi Publik

Rabu, 15 April 2026 - 19:56 WIB

Hari Parkinson Sedunia: Solidaritas Global dan Upaya Perawatan Lebih Adil untuk Penderita di Indonesia

Rabu, 15 April 2026 - 19:53 WIB

Wamendikdasmen Pastikan Sekolah Rakyat Dapatkan Pembelajaran Berkualitas Melalui Guru Profesional

Rabu, 15 April 2026 - 19:35 WIB

Ketua Komisi III DPR Apresiasi Transparansi Polri dalam Penindakan Pelanggaran Personel

Selasa, 14 April 2026 - 21:44 WIB

TikTok Tutup 780 Ribu Akun Anak, Pemerintah Desak Platform Lain

Minggu, 12 April 2026 - 17:19 WIB

Ratusan Anak Antusias Ikuti Khitan Massal Gratis oleh PDBN, PGSI dan RSINU Kerjasama Bank BTN

Sabtu, 11 April 2026 - 17:42 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai Investasi Strategis untuk Generasi Sehat dan Penggerak Ekonomi Desa

Berita Terbaru

YOGYAKARTA

Gandung Pardiman Bantu Korban Laka di Gunungkidul

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:30 WIB