KPK Periksa Dirjen Pelayanan Kesehatan Terkait Dugaan Korupsi RSUD Kolaka Timur

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 23 September 2025 - 14:48 WIB

50478 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut tuntas kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Kali ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Azhar Jaya, sebagai saksi dalam penyidikan perkara yang tengah bergulir tersebut.

Selain Azhar, penyidik juga memanggil Direktur Utama PT Griksa Cipta, Aswin Griksa Fitranto. “KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi dugaan TPK terkait pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolaka Timur (Koltim),” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya, Selasa (23/9/2025).

Pemanggilan dua nama itu menjadi bagian dari pengembangan penyidikan yang tengah dilakukan KPK. Lembaga antirasuah sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya akan menelusuri lebih dalam aliran dana dugaan suap, termasuk ke lingkungan Kemenkes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur, menyatakan bahwa penyidikan tidak akan berhenti pada para tersangka yang telah diamankan sebelumnya. Ia menyebut penyidik saat ini sedang mendalami apakah ada pihak lain di Kemenkes yang ikut kecipratan uang panas dari proyek bermasalah tersebut.

“Kami tentunya mencari dan mengumpulkan informasi, apakah hanya terbatas pada personal yang sudah kami amankan, atau ada aliran uang ke pihak lain di Kemenkes,” ujar Asep dalam keterangannya, Rabu (13/8/2025).

Asep menjelaskan lebih lanjut bahwa pendalaman dilakukan karena desain pembangunan RSUD Kolaka Timur berasal dari Kemenkes. Proyek tersebut juga menggunakan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK), yang menjadi bagian dari peta program prioritas nasional.

“Ruangan-ruangan itu memang harus sesuai. Nah, itu yang membuat desainnya Kementerian Kesehatan, tepatnya Dirjen Kemenkes tadi,” tambahnya.

Sejauh ini, KPK telah menggeledah kantor Direktorat Jenderal Kesehatan Kemenkes pada Selasa (12/8/2025). Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita sejumlah dokumen penting yang diduga terkait program prioritas nasional bertajuk “Quick Wins 2025–2029”.

Kasus ini sebelumnya mencuat usai KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Kolaka Timur Abdul Aziz. Ia resmi ditetapkan sebagai tersangka bersama empat orang lainnya atas dugaan gratifikasi dalam proyek pembangunan RSUD.

KPK memastikan proses pemberantasan korupsi akan terus berjalan meski menyasar aktor yang berada di pusat kekuasaan. Termasuk jika pengembangan mengarah pada pejabat tinggi di kementerian teknis.

Saat ini, KPK tengah mencocokkan berbagai dokumen keuangan dan komunikasi untuk mengungkap apakah praktik suap dan gratifikasi tersebut turut melibatkan pihak internal di Kemenkes, serta bagaimana mekanisme perencanaan anggaran dalam proyek RSUD tersebut dijalankan.

Pemeriksaan saksi-saksi, termasuk Dirjen Pelayanan Kesehatan, dinilai krusial untuk membuka mata rantai dugaan korupsi yang berkelindan dalam proyek fasilitas kesehatan nasional tersebut.

Berita Terkait

Kasus Korupsi Ketua Ombudsman RI: Tragedi Integritas di Lembaga Pengawas Publik
Bupati Pati Sudewo Terjerat Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap Proyek Kereta Api
KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka dalam Dugaan Korupsi Kuota dan Penyelenggaraan Haji 2023–2024
Presiden JA-NTB LSKHP Resmi Laporkan Dugaan Mark’up Anggaran dan Pengalihan Pembangunan RSUD Kota Bima ke Kejaksaan Negeri Raba Bima
Bupati Bekasi dan Ayah Ditahan KPK Terkait Suap Ijon Proyek
KPK Ungkap Modus Pemerasan oleh Kepala Kejari Hulu Sungai Utara ke Sejumlah Kepala Dinas
KPK Tegaskan Penanganan Kasus Pemerasan Tiga Jaksa di Hulu Sungai Utara Ditangani Langsung oleh Lembaga Antirasuah
Pengadilan Tipikor Banda Aceh Sidangkan Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Dana Bumdesma Gayo Kita

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 00:18 WIB

Bea Cukai Meulaboh Edukasi Pelajar Abdya Lewat Program Customs Goes To School

Sabtu, 25 April 2026 - 19:50 WIB

Sasar Fisik dan Non Fisik, TMMD ke-128 Kodim Abdya Eratkan Kemanunggalan TNI-Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 - 19:22 WIB

Sasaran Fisik, TMMD ke-128 Kodim Abdya Buka Jalan 2,5Km di Gunung Cut

Sabtu, 25 April 2026 - 18:52 WIB

Keuchik Gunung Cut Apresiasi TMMD ke-128 Kodim 0110/Abdya

Sabtu, 25 April 2026 - 18:25 WIB

5 Rumah Warga Kurang Mampu di Abdya Direhab Satgas TMMD

Sabtu, 25 April 2026 - 17:48 WIB

Program TMMD 128 Sentuh Kebutuhan Dasar, 5 Rumah Direhabilitasi

Sabtu, 25 April 2026 - 17:05 WIB

Wawasan Kebangsaan Jadi Bekal Penting bagi Pramuka di Gunung Cut

Sabtu, 25 April 2026 - 16:36 WIB

TNI di Abdya Genjot Bedah 5 Unit RTLH Program TMMD ke-128 Kodim Abdya

Berita Terbaru