HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

KAMMI Daerah Gayo Tuntut Pemerintah Segera Atasi Krisis BBM dan Terapkan Pembatasan Pembelian

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:07 WIB

50401 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon – Krisis dan ketidakstabilan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Takengon saat ini telah menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat. Antrean panjang, kelangkaan, serta ketidakpastian pasokan menjadi bukti bahwa tata kelola distribusi BBM belum berjalan optimal.

Rizkan, salah satu aktivis KAMMI Gayo, menilai bahwa persoalan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan mencerminkan lemahnya keberpihakan dan keseriusan pemerintah dalam menjamin kebutuhan dasar rakyat.

“Persoalan ini bukan hanya soal distribusi, tetapi soal komitmen pemerintah dalam memastikan hak dasar masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BBM merupakan kebutuhan vital. Ketika akses terhadapnya tidak merata, maka yang paling terdampak adalah masyarakat kecil seperti pedagang, petani, nelayan, sopir angkutan, dan pelaku UMKM.

Atas dasar tersebut, KAMMI Daerah Gayo mendesak pemerintah untuk:

1. *Segera menerapkan pembatasan pembelian BBM per individu atau per kendaraan* guna mencegah penimbunan dan pembelian tidak wajar.

2. *Melakukan pengawasan ketat terhadap SPBU dan jalur distribusi* agar tidak terjadi penyalahgunaan.

3. *Membuka informasi secara transparan terkait stok dan distribusi BBM*, sehingga masyarakat tidak berada dalam ketidakpastian.

KAMMI Daerah Gayo menegaskan bahwa kebijakan pembatasan bukanlah bentuk pembatasan hak rakyat, melainkan langkah darurat untuk menjamin pemerataan dan keadilan distribusi.

“Pemerintah tidak boleh lamban. Rakyat tidak boleh terus menjadi korban dari lemahnya pengawasan dan buruknya tata kelola distribusi BBM,” tegasnya.

Takengon, 5 Maret 2026
Pengurus Daerah KAMMI Gayo

Berita Terkait

Tani Merdeka Aceh, APPSI, dan SPPG Sepakat Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Pertanian Lokal
Hujan Deras Jadi Berkah, Mas Dar Terobos Hujan Resmikan 980 Dapur Gizi, Menyapa Pekerja & Bagikan Doorprize Anak”
Warga Rusip Antara Aceh Tengah Meninggal Dunia Diduga Terinjak Gajah, Ambulans Terhalang Longsor
Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman
Nahkoda Baru APPSI Aceh Tengah 2025-2030 Siap Dilantik, Ali Munawardiko Jabat Ketua
Alat Berat Kemendagri Kabur Sebelum Kontrak Usai, Warga Aceh Tengah Jadi Korban Janji Penanganan Bencana
Jembatan Reje Payung di Linge Aceh Tengah Kembali Terputus, Akses Warga Lumpuh Total
Luapan Air Rendam Lima Desa di Pegasing Aceh Tengah, Hujan Tak Kunjung Reda

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:05 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Sat Binmas Polres Pidie Berikan Penyuluhan kepada Masyarakat di Terminal Sigli

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:21 WIB

GEGER Jalur Tengkorak Tangse Geumpang Lumpuh Total Tertimbun Longsor, Aksi Heroik TNI Polri Dan Warga Belah Gunung Pake Alat Seadanya!

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Minggu Kasih, Kapolres Pidie Sambangi Warga Tionghoa, Perkuat Toleransi dan Kerukunan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Kapolres Pidie Perkuat Sinergi dengan Ulama, MPU Siap Dukung Pemeliharaan Kamtibmas

Rabu, 30 September 2026 - 04:20 WIB

Tenda Rakyat Dibakar, Ratusan Ekskavator Dan Operator Cina Dibiarkan Mengeruk Geumpang

Selasa, 29 September 2026 - 20:25 WIB

Keuchik Gampong Tgk. Laweung Buka Suara soal Yayasan Jabal Ulum Pidie: Dugaan Pelecehan Diminta Diusut Tuntas, Anak-anak Harus Dipulihkan

Senin, 28 September 2026 - 05:13 WIB

Di Geumpang Pidie Hukum Membakar Tenda Rakyat dan Membiarkan Ekskavator Pemodal

Senin, 28 September 2026 - 00:59 WIB

Penertiban PETI Geumpang Disorot, Penindak Dianggap Tebang Pilih, Pemodal Besar dan Jaringan Penadah Emas Ilegal Tak Tersentuh

Berita Terbaru