Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Serta FISIP UIN Ar-Raniry Tanda Tangani MOA Dengan YKPI Dan Flower Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 23 Januari 2024 - 19:46 WIB

50506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Kolaborasi Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) FDK UIN Ar-Raniry, Prodi Ilmu Politik FISIP UIN Ar-Raniry, Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI) dan Flower Aceh menggelar kegiatan Diskusi Publik Orang Muda dalam rangka memperkuat kinerja kolaborasi lembaga terkait, serta edukasi mengenai isu-isu Kekerasan Seksual di Aula Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Selasa (23/01/2023).

Acara yang mengusung tema “Semua Peduli Semua Terlindungi: Saatnya Gen Z Bicara Kekerasan Seksual” dan Penandatanganan Kesepakatan Kerjasama Para Pihak (MoA) antara FDK UIN Ar-Raniry dengan YKPI dan Flower Aceh, serta FISIP dengan YKPI dan Flower Aceh. Kegiatan dihadiri oleh lima puluh peserta yang terdiri dari unsur mahasiswa, instansi akademik, dan juga LSM terkait.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Ibu Prof. Dr. Kusmawati Hatta., M. Pd dan kemudian dilanjutkan dengan beberapa rangkaian kegiatan diskusi publik. Kata sambutan saat pembukaan juga turut disampaikan oleh Bu Ruwaida, S.Pd selaku Ketua YKPI dan Bu Riswati, S.Pd.,M.Si selaku Direktur Flower Aceh dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang juga menyampaikan urgensi dan manfaat dari kolaborasi yang dilakukan ini dalam memperkuat kinerja serta upaya memberantas permasalahan sosial terutama terkait dengan isu-isu kekerasan seksual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada dua narasumber dan dua fasilitator yang dihadirkan pada acara Diskusi Publik Orang Muda yakni Adinda Rihatul Athor, S.Sos (Magang Lintas Keberagamanan), Rasiva Faradhita Z, S.Sos (Magang Lintas Keberagaman), Dr. T Lembong Misbah, M.Ag (Dosen Prodi Pengembangan Masyarakat Islam) dan Rizkika Lhena Darwin, M.A (Dosen Prodi Ilmu Politik).

Acara ini bertujuan untuk memperkuat upaya-upaya pencegahan dan perlindungan bagi korban kekerasan seksual yang dipelopori oleh instansi/lembaga pemerintah, perguruan tinggi, media massa, dan swasta demi tercapainya konsep pembangunan berkelanjutan sesuai dengan SDGs.

Direktur Flower Riswati dalam sambutannya mengatakan bahwa “Aceh sendiri yang menerapkan Syariah Islam tak terlepas dari kasus Kekerasan Seksual yang rentan dialami oleh kaum hawa, namun tak menutup kemungkinan laki-laki juga dapat mengalami hal tersebut juga. Oleh karena itu memerlukan kolaborasi dengan segala lini masyarakat dan lembaga dalam upaya pencegahan dan memastikan perlindungan korban kekerasan seksual”.

Prof. Dr. Kusmawati Hatta juga turut menyampaikan bahwa “Persoalan-persoalan Gen Z yang kehidupannya dikelilingi oleh kemajuan teknologi ternyata menjadi sasaran empuk bagi pelaku kekerasan seksual yang memanipulasi diri mereka menggunakan kecanggihan teknologi, sehingga terjaringlah korban usia rentan dari anak-anak hingga remaja”. Beliau menambahkan pula bahwa “Kejahatan kekerasan seksual ini bahkan bisa terjadi dikalangan terdekat seperti lingkungan keluarga. Oleh karenanya sangat diperlukan upaya-upaya perlindungan dan pencegahan secara praktis, komprehensif, dan kolaborasi melalui edukasi, sosialisasi dan penyadaran tentang isu permasalahan sosial secara berkelanjutan.
Dr. T Lembong Misbah, M.Ag selaku dosen ahli pada Prodi PMI juga turut menyampaikan bahwa hingga kini sudah terjadi dan ditemukan 575 kasus terbaru secara nasional terkait kasus Kekerasan Seksual dalam 6 bulan terakhir. Atas kasus tersebut anak-anak hingga remaja merupakan korban yang paling banyak ditemukan. Adinda Rihatul Athor, S.Sos turut memperkuat pendapat tersebut dengan mengatasakan bahwa Isu kekerasan seksual ini tentu dapat menyebabkan dan meninggalkan trauma mendalam bagi korban hingga mengalami ganguaan psikologis. Maka diusungkan bagi kita generasi muda bukan hanya menjadi pelapor tindak kekerasan seksual namun dapat menjadi pelopor pencegahan dan perlindungan dari isu-isu kekerasan seksual.

Berita Terkait

JKA di Ujung Tanduk, Om Sur Desak Gubernur Aceh Ambil Langkah Tegas Selamatkan Kepercayaan Publik
Akademisi Soroti Penjaringan Dekan FK USK, Dinilai Terlalu Cepat dan Membatasi Regenerasi
Tagih Janji Prabowo! Konsorsium Hutan dan Sungai Aceh Desak Legalisasi Tambang Rakyat
Perkuat Sinergi Penjagaan Perbatasan, Kanwil DJBC Aceh Kunjungi Ditjen Imigrasi Aceh
PT GLEH Resmi Diluncurkan, Komitmen Jaga Lingkungan dan Kelola Limbah Medis di Aceh
Dispora Aceh Gelar “Goes To Campus” di Universitas Serambi Mekkah, Dorong Pemuda Tanggap Bencana
Kekompakan Forkopimda Aceh Kunci Pemulihan dan Pembangunan
IWOI Aceh Desak Evaluasi Dana Pokir, Minta APH Perketat Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:23 WIB

PSHT NTT Bangkit Dan Satu Barisan, Nikolas Boesday Minta Polda Tindak Tegas Oknum Palsu

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:10 WIB

Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:22 WIB

Jadi Contoh Pemanfaatan Lahan, Jagung Polsek Kampar Kiri di Gunung Mulya Tumbuh Optimal

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:48 WIB

Polda Riau Beri Pendampingan Psikologis Untuk Keluarga Korban Curas di Rumbai

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:33 WIB

Semarak HUT Bhayangkara Ke 80, 16 Tim Binaan Cabdin Bener Meriah Ikuti Turnamen Sepak Bola U17

Selasa, 5 Mei 2026 - 02:38 WIB

BRIN Dukung Kuliah Lapangan Mahasiswa STKIP Abdi Pendidikan Payakumbuh di Candi Kedaton Jambi

Senin, 4 Mei 2026 - 00:14 WIB

Akpersi Bicara, Hari Pers Dunia 2026: DPC Akpersi Pekanbaru Tegaskan Jurnalis Tak Boleh Hakimi, Wajib Taat UU PERS

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:03 WIB

Alumni Dayah Darussa’adah Lipah Rayeuk Bireun Perkuat Silaturahmi di Takengon

Berita Terbaru

LHOKSEUMAWE

Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi dengan Kodim 0103/Aceh Utara

Senin, 11 Mei 2026 - 10:54 WIB