Dosen Universitas Almuslim Pasang PLTS Hibrid di Dusun Bivak Krueng Simpo Bireuen, Hadirkan Akses Listrik Berkelanjutan bagi Warga Terisolasi Pascabanjir Hidrometeorologi Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:40 WIB

50396 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN |  Dalam upaya membantu desa yang berdampak banjir Hidrometreologi yang terjadi di Aceh pada Akhir November lalu, dosen Universitas Almuslim melakukan pengabdian masyarakat dengan memasang paket Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrid dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.

Seperti diketahui akibat banjir melanda kawasan Dusun Bivak desa Krueng simpo Bireuen sempat terisolasi karena transportasi dan jaringan listrik putus dan merupakan salah satu desa yang mengalami dampak parah akibat bencana tersebut.

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian masyarakat Universitas Almuslim diketuai Prof. Dr. Halus Satriawan, SP., M.Si, dengan anggota tim Dr. Imam Muslem R., M.Kom, Dr. Muhammad Yanis, MT, serta didampingi Khairunnisak, M.Pd bersama tim relawan Meutuah Project, melakukan program pengabdian masyarakat dengan
memasang paket Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrid di Dusun Bivak Krueng Simpo kecamatan Juli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Halus Satriawan inisiatif melakukan pengabdian di desa tersebut setelah melihat kondisi
masyarakat pasca banjir, mereka sangat terisolir dan pada malam hari sangat mencekam, cerita Prof. Dr. Halus Satriawan, SP.

Kami bergerak dengan berkerjasama dengan relawan Meutuah Project dan melihat secara langsung kondisi masyarakat pasca banjir.

Sudah lebih sebulan mereka terisolir tidak ada aliran arus listrik, untuk aktivitas penerangan malam hari mereka hanya mengandalkan genset dengan kapasitas kecil, tetapi sering terhalang terbatasnya bahan bakar, sehingga membuat pasokan listrik sering terhenti dan tidak dapat digunakan secara berkelanjutan, jelas Halus Satriawan didampinggi anggota tim lainnya.

“Itulah kami tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Almuslim yang didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, didanai program melalui skema pengabdian kepada masyarakat tanggap darurat bencana, jelas Prof. Dr. Halus Satriawan, SP.

Menurutnya paket Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrid ini, untuk memberi solusi sebagai alat penerangan untuk malam hari, ujar Halus Satriawan, selaku tim program pengabdian masyarakat Universitas Almuslim program tanggap darurat bencana pasca banjir.

Menurut Prof. Dr. Halus Satriawan, SP., M.Si, didampingi Dr. Imam Muslem R., M.Kom, sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrid, merupakan satu sistim yang menggabungkan panel surya dengan sumber energi lain seperti baterai, atau generator (genset), hal ini untuk menciptakan pasokan listrik yang lebih stabil, andal, dan efisien dengan memanfaatkan energi surya di siang hari.

Sedangkan tim Meutuah Project sendiri merupakan relawan pertama yang turun ke dusun Bivak sejak musibah banjir terjadi, jadi kami bekerjasama dengan relawan Meutuah Project dan masyarakat dalam membangun fasilitas penerangan ini, jelas Dr. Imam Muslem R.,M.Kom lagi.

Menurut Imam Muslem, proses pemasangan paket PLTS hibrid dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga setempat.

‘”Alhamdulillah pada Rabu (10/1/2026) masyarakat sudah bisa menikmati penerangan dengan sistem PLTS tersebut, masyarakat bisa memanfaatkan sistim PLTS untuk keperluan kebutuhan dasar masyarakat, seperti penerangan dan aktivitas sosial warga lainnya, tambah Prof. Dr. Halus Satriawan, SP.

Usai uji coba, perangkat desa mengetes beberapa lampu dan suara mic meunasah hasil sambungan aliran listrik dari PLTS, kemudian dilanjutkan serah terima perangkat dan pemeliharaan kepada kepala desa Krueng Simpo didampinggi kepala dusun dan perangkat dusun Bivak.

“Kami sangat terbantu dengan adanya PLTS ini. Selama ini kami bergantung pada genset dan bahan bakar yang sulit diperoleh. Dengan adanya energi surya, warga kini bisa menikmati listrik secara lebih stabil dan berkelanjutan,” ujar kepala dusun Bivak.

Ketua tim pengabdian masyarakat Umuslim Prof. Dr. Halus Satriawan, SP., M.Si, didampingi Dr. Imam Muslem R., M.Kom menyampaikan bahwa, program pengabdian kepada masyarakat tanggap darurat bencana pasca banjir ini turut didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, paparnya

Kami sivitas akademika Universitas Almuslim merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam merespons kondisi darurat pascabencana dan berupaya menghadirkan solusi cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak, khususnya di wilayah yang akses infrastrukturnya masih terbatas, ujar Halus Satriawan.

Dengan terpasangnya PLTS hibrid tersebut, warga Dusun Bivak kini mulai menikmati kembali akses listrik berbasis energi bersih dan terbarukan. Kehadiran teknologi ini diharapkan tidak hanya mendukung pemulihan pascabencana, tetapi juga menjadi langkah awal menuju kemandirian energi masyarakat desa.

Berita Terkait

Warek III UNIKI Terima Penghargaan atas Dedikasi sebagai Pendonor Darah Sukarela
BEM Fakultas Hukum Uniki Gelar Trauma Healing untuk Anak Terdampak Banjir di Desa Kubu
Akses Terbatas Pascabencana, Relawan Mapala ALASKA Hadir Menjaga Keberlanjutan Pendidikan Anak-anak Bireuen
Bermitra dengan Lazismu, Dosen Universitas Almuslim Pasang PLTS Hibrid Portable untuk Penerangan Hunian Darurat Desa Pante Lhong
JASA Bireuen Ingatkan: “Stop Provokasi, Masyarakat Yang Sedang Dilanda Musibah Besar”
Lima Hari Usai Di Lantik, Geuchik Riza Bagikan Sembako Bantuan Untuk Warga Keude Lapang
Kementerian PUPR Tancap Gas Tangani Kerusakan Bendung Pante Lhong Bireuen
Sebulan Pascabanjir Bandang, Relawan Bea Cukai Antar Bantuan ke Pantee Lhong dan Blang Panjoe

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:33 WIB

156 Ribu Anak Aceh Terancam Stunting, APBA 2026 Nihil Anggaran, Sekda Aceh Dinilai Gagal Terjemahkan Visi Gubernur

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:28 WIB

Ketua Umum DEMA Ushuluddin dan Filsafat Kecam Pengadaan Mobil Dinas BRA Sebesar 20 Miliyar

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:14 WIB

Dana Bencana Rp132 Miliar Dipertanyakan, Alamp Aksi Desak Sekda Bertanggung Jawab dan KPK Turun Tangan

Rabu, 28 Januari 2026 - 02:10 WIB

Menjelang Pemilihan Rektor USK, Tujuh BEM Fakultas Ungkap Retaknya Representasi Mahasiswa

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:20 WIB

Tata Kelola Birokrasi Amburadul dan Penanganan Bencana Lamban, Pergantian Sekda Aceh Tak Bisa Ditunda

Selasa, 27 Januari 2026 - 01:54 WIB

Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh Gelar Upacara Hari Pabean Internasional 2026

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:23 WIB

Ketua Umum HMI FKIP USK: Pengadaan Mobil Dinas BRA Rp20 Miliar adalah Penghinaan di Tengah Duka Aceh

Sabtu, 24 Januari 2026 - 01:53 WIB

Soal Rekomendasi IUP, Pernyataan Klaim Sekdis DPMPTSP Aceh Selatan Dinilai Menyesatkan Publik

Berita Terbaru