Pembangunan Huntara di Desa Persiapan Pungke Jaya Mandek, Warga Desak BNPB Beri Kepastian

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 23:38 WIB

50335 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES — Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana hidrometeorologi di Desa Persiapan Pungke Jaya, Kecamatan Puteri Betung, Kabupaten Gayo Lues, dilaporkan terhenti meski bencana telah terjadi beberapa bulan lalu. Kondisi tersebut memicu keluhan warga yang hingga kini masih bertahan dalam keterbatasan tempat tinggal dan mendesak pemerintah segera memberikan kepastian kelanjutan pembangunan.

Pengulu Desa Persiapan Pungke Jaya, Lukman Halawa, Senin (23/2/2026), mengatakan wilayahnya merupakan daerah yang paling parah terdampak bencana. Berdasarkan pendataan pemerintah desa, sebanyak 62 kepala keluarga kehilangan rumah karena hanyut terbawa arus, sementara 14 unit rumah lainnya mengalami rusak berat dan berada di zona merah yang tidak lagi layak huni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Warga sangat berharap pembangunan huntara yang baru 20 unit itu dilanjutkan karena kebutuhan tempat tinggal sangat mendesak,” ujar Lukman.

Ia menjelaskan, desa tersebut sebelumnya tercatat mendapat alokasi sebanyak 57 unit huntara. Namun hingga kini baru 20 unit yang terealisasi pembangunannya. Menurut informasi yang diterima pemerintah desa, pihak pelaksana atau vendor disebut diminta menghentikan pekerjaan oleh pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Akibatnya, pembangunan yang diharapkan menjadi solusi sementara bagi warga terdampak pun terhenti tanpa kepastian.

Lukman menuturkan, masyarakat sebenarnya bersedia mendukung percepatan pembangunan dengan cara swadaya, termasuk membantu meratakan lahan yang akan dijadikan lokasi huntara. Bagi warga, keberadaan hunian sementara dinilai jauh lebih mendesak dibandingkan dana tunggu hunian (DTH), mengingat tidak tersedia rumah kontrakan atau tempat tinggal alternatif di desa tersebut.

“Walaupun diberikan DTH, tidak ada rumah untuk disewa di Desa Persiapan Pungke Jaya. Karena itu masyarakat lebih membutuhkan huntara agar bisa segera memiliki tempat tinggal sementara yang layak,” katanya.

Aspirasi tersebut, lanjut Lukman, telah disampaikan dalam forum resmi yang digelar di aula Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues dan dihadiri perwakilan Kementerian Desa serta seluruh satuan kerja perangkat kabupaten, Senin (23/2). Dalam pertemuan itu, pemerintah desa meminta adanya kejelasan terkait kelanjutan pembangunan huntara yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan.

Sementara itu, sejumlah pihak penyedia jasa yang dihubungi menyatakan belum berani memulai atau melanjutkan pekerjaan karena adanya instruksi penghentian. Informasi yang diterima dari penanggung jawab proyek dinilai belum jelas dan masih simpang siur, sehingga mereka memilih menunggu arahan resmi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak yang disebut sebagai penanggung jawab pembangunan huntara belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penghentian pekerjaan maupun kepastian waktu kelanjutan proyek tersebut. Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan pembangunan dapat direalisasikan sesuai kebutuhan di lapangan.

Bagi puluhan keluarga korban bencana, huntara bukan sekadar bangunan sementara, melainkan harapan untuk kembali memiliki ruang berteduh yang aman setelah kehilangan tempat tinggal. Tanpa kepastian kelanjutan pembangunan, mereka terpaksa bertahan dalam kondisi serba terbatas sambil menunggu kejelasan dari pemerintah. (RED)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Kapolres Bersama Waka Polres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Kesiapan Jajaran

Berita Terbaru