KUTACANE – Sebanyak 57 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun anggaran 2024 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara resmi menyandang status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pengambilan sumpah dan pelantikan korps abdi negara ini dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, pada Selasa, 19 Mei 2026.
Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk menggenjot kualitas birokrasi yang selama ini dinilai publik kerap berjalan di tempat. Pemerintah daerah berharap, darah baru di tubuh birokrasi ini mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif dan transparan.
Dalam pidatonya, Bupati Salim Fakhry mengingatkan bahwa seremonial pelantikan ini jangan hanya dilihat sebagai formalitas atau perayaan alih status belaka. Ia menekankan, status baru sebagai PNS membawa konsekuensi tanggung jawab yang jauh lebih besar.
”Pelantikan ini bukan sekadar formalitas, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan integritas, disiplin, dan tanggung jawab,” ujar Salim tegas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salim juga menuntut para ASN anyar ini untuk memotong jalur birokrasi yang berbelit-belit. Menurutnya, publik hari ini membutuhkan pelayanan yang serba cepat, tepat, namun tetap ramah. Ia juga memberikan rambu-rambu keras agar para ASN menjaga loyalitas dan membentengi diri dari segala bentuk penyimpangan atau penyelewengan jabatan.
Senada dengan Bupati, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Tenggara, Syafaruddin, menyelipkan pesan kehati-hatian dalam ucapan selamatnya. Ia mewanti-wanti agar para aparatur baru ini tidak tergelincir dalam pelanggaran regulasi yang bisa berujung pada sanksi hukum.
”Junjung tinggi integritas, terus belajar, dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Syafarudin. Menurutnya, adaptasi terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku adalah harga mati agar pengabdian mereka tidak ternoda oleh kasus hukum di kemudian hari.
Menanggapi tuntutan tinggi dari pimpinan daerah, Glena Syafira Sebayang, perwakilan ASN yang baru dilantik, menyatakan komitmennya. Mewakili rekan-rekannya, Glena mengaku siap menghadapi tantangan birokrasi ke depan dengan terus memoles kompetensi diri.
”Kami siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta terus meningkatkan kompetensi demi pelayanan yang optimal kepada bangsa, negara, dan masyarakat,” ucap Glena tangkas.
Kini, publik Aceh Tenggara menanti apakah komitmen dan sumpah yang diucapkan 57 PNS baru ini benar-benar mewujud dalam performa pelayanan publik yang bersih, atau sekadar menjadi pemanis di atas podium pelantikan.
(Syafri Selian)








































