Bupati Aceh Tenggara Ambil Langkah Tegas Atasi Ancaman Harimau terhadap Warga dan Ternak, Prioritaskan Kenyamanan dan Keamanan Komunitas

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 11 Juni 2025 - 21:15 WIB

50436 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, menunjukkan respons luar biasa cepat dan langkah tegas dalam menyikapi keresahan mendalam yang dirasakan masyarakatnya terkait kemunculan harimau di wilayah perkebunan. Fokus utama Bupati adalah memastikan keamanan dan kenyamanan warga, terutama setelah serangkaian insiden kehilangan ternak akibat serangan predator tersebut.

Keresahan ini bermula dari laporan yang disampaikan langsung oleh Ridwan, yang akrab disapa Iwan, seorang peternak sapi dari Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah. Dengan nada khawatir, Iwan menceritakan kerugian besar yang ia alami akibat sejumlah sapi miliknya menjadi korban amukan harimau. “Cepat sigap terkait kejadian ini, saya langsung menyampaikan kepada Bapak Bupati. Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati Salim Fakhry yang telah merespon begitu cepat keluhan dan keresahan warga terkait keberadaan harimau di perkebunan kami,” ujar Iwan kepada awak media pada Rabu, 11 Juni 2025. Ia juga menambahkan bahwa berkat respons cepat tersebut, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah dikerahkan untuk melakukan patroli intensif dan berupaya mengusir harimau kembali ke habitat aslinya.

Mendengar laporan yang mengkhawatirkan tersebut, Bupati Salim Fakhry tidak membuang waktu. Ia segera mengambil inisiatif dengan menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan pihak kementerian terkait di pusat. Permintaan tegas dilayangkan agar segera diambil langkah-langkah konkret guna mencegah eskalasi konflik antara harimau sumatera, yang merupakan satwa dilindungi, dengan masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Baru saja saya telepon pihak BKSDA Aceh dan juga Kementerian terkait untuk segera mengambil langkah agar kenyamanan masyarakat yang berkebun di daerah itu tidak lagi merasa resah. Untuk sementara ini, kami meminta seluruh masyarakat di sekitar lokasi kejadian untuk tetap meningkatkan kewaspadaan,” tegas Bupati Salim Fakhry, menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan warga.

Bupati Fakhry mengakui sepenuhnya bahwa ia telah menerima banyak keluhan dari warga terkait dugaan harimau yang berkeliaran di area perkebunan mereka. Meskipun demikian, ia terus menghimbau agar masyarakat tetap berhati-hati dan waspada saat melakukan aktivitas di area-area yang dilaporkan menjadi lokasi kemunculan harimau.

“Segala keluhan yang disampaikan oleh masyarakat telah kita sampaikan kepada Kepala BKSDA Aceh, bahkan hingga ke Kementerian di tingkat pusat. Informasi terkini yang kami terima adalah sejumlah petugas sudah melakukan patroli secara menyeluruh di areal perkebunan Kecamatan Darul Hasanah untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” jelas Bupati Salim Fakhry, menunjukkan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pusat dalam menangani masalah ini.

Insiden terbaru yang memicu keresahan ini adalah penemuan seekor sapi berukuran sedang yang mati secara mengenaskan di areal perkebunan milik warga Mendabe, Kecamatan Darul Hasanah, pada Minggu pagi, 8 Juni 2025. Sapi milik Iwan tersebut ditemukan dengan kondisi mengenaskan, penuh luka cakaran di bagian punggung, perut terburai, dan luka parah di paha belakang, yang dengan jelas mengindikasikan serangan binatang buas jenis harimau sumatera. Lokasi penemuan bangkai sapi ini hanya berjarak sekitar 300 meter dari perkampungan warga, menambah tingkat kekhawatiran masyarakat.

Iwan juga menambahkan bahwa sebelum kejadian nahas itu, ia memang melepas sejumlah sapinya untuk merumput di areal perkebunan warga, yang lokasinya tidak jauh dari batas Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). TNGL sendiri dikenal sebagai habitat alami bagi berbagai jenis satwa liar, termasuk harimau sumatera. (red)

Berita Terkait

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Upacara Sertijab Waka Polres dan Sejumlah Pejabat Utama
Rentenir Berkedok koperasi Simpan Pinjam Meresahkan Masyarakat Aceh Tenggara
Kapolres Aceh Tenggara Ikuti Zoom Meeting dan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026
Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria Terkait Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu di Ketambe
Kapolres Aceh Tenggara Bersama PJU dan Polwan Bagikan Takjil kepada Tukang Becak dan Warga Pulonas Baru
Kapolres Aceh Tenggara Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying
Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara di minta Usut Sejumlah Kasus Temuan LHP BPK RI  Pada Dinas Kesehatan.
Tim IV Safari Ramadhan Sentuh Hati Warga Kecamatan Babul Rahmah, Kapolres Aceh Tenggara Ajak Perangi Narkoba

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:12 WIB

PLN Pastikan Layanan Listrik di Blangkejeren Tetap Normal, Pembayaran Transportir BBM Rampung

Senin, 9 Maret 2026 - 22:54 WIB

Implementasi Program Menteri Imipas, Lapas Binjai Intensifkan Razia Kamar WBP

Senin, 9 Maret 2026 - 16:16 WIB

Truk DAM Kepung Kantor PLN di Gayo Lues, Ongkos Angkut BBM Belum Dibayar

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:18 WIB

Puluhan Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Pantan Cuaca Diserahkan

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:45 WIB

Dugaan Penganiayaan di Suro Dilaporkan ke Polisi, Unit Reskrim Bertindak Cepat

Senin, 2 Maret 2026 - 23:11 WIB

Pemkab Gayo Lues Rotasi 7 Plt Kepala Puskesmas, Dorong Optimalisasi Layanan Kesehatan Dasar

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:20 WIB

Sengketa Tanah di Jalan Makmur Sigunggung Pekanbaru: Pembeli Baru Tak Hiraukan Peringatan, Sepadan Terancam!

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:13 WIB

Pejabat Baru Dilantik, Gayo Lues Pacu Birokrasi Responsif di Tengah Tantangan Bencana

Berita Terbaru

BANDA ACEH

Korupsi Jangan Ada di Bawah Pemerintah Mualem–Dek Fad

Rabu, 11 Mar 2026 - 13:53 WIB