Bupati Aceh Tenggara Ambil Langkah Tegas Atasi Ancaman Harimau terhadap Warga dan Ternak, Prioritaskan Kenyamanan dan Keamanan Komunitas

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 11 Juni 2025 - 21:15 WIB

50443 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, menunjukkan respons luar biasa cepat dan langkah tegas dalam menyikapi keresahan mendalam yang dirasakan masyarakatnya terkait kemunculan harimau di wilayah perkebunan. Fokus utama Bupati adalah memastikan keamanan dan kenyamanan warga, terutama setelah serangkaian insiden kehilangan ternak akibat serangan predator tersebut.

Keresahan ini bermula dari laporan yang disampaikan langsung oleh Ridwan, yang akrab disapa Iwan, seorang peternak sapi dari Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah. Dengan nada khawatir, Iwan menceritakan kerugian besar yang ia alami akibat sejumlah sapi miliknya menjadi korban amukan harimau. “Cepat sigap terkait kejadian ini, saya langsung menyampaikan kepada Bapak Bupati. Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati Salim Fakhry yang telah merespon begitu cepat keluhan dan keresahan warga terkait keberadaan harimau di perkebunan kami,” ujar Iwan kepada awak media pada Rabu, 11 Juni 2025. Ia juga menambahkan bahwa berkat respons cepat tersebut, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah dikerahkan untuk melakukan patroli intensif dan berupaya mengusir harimau kembali ke habitat aslinya.

Mendengar laporan yang mengkhawatirkan tersebut, Bupati Salim Fakhry tidak membuang waktu. Ia segera mengambil inisiatif dengan menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan pihak kementerian terkait di pusat. Permintaan tegas dilayangkan agar segera diambil langkah-langkah konkret guna mencegah eskalasi konflik antara harimau sumatera, yang merupakan satwa dilindungi, dengan masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Baru saja saya telepon pihak BKSDA Aceh dan juga Kementerian terkait untuk segera mengambil langkah agar kenyamanan masyarakat yang berkebun di daerah itu tidak lagi merasa resah. Untuk sementara ini, kami meminta seluruh masyarakat di sekitar lokasi kejadian untuk tetap meningkatkan kewaspadaan,” tegas Bupati Salim Fakhry, menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan warga.

Bupati Fakhry mengakui sepenuhnya bahwa ia telah menerima banyak keluhan dari warga terkait dugaan harimau yang berkeliaran di area perkebunan mereka. Meskipun demikian, ia terus menghimbau agar masyarakat tetap berhati-hati dan waspada saat melakukan aktivitas di area-area yang dilaporkan menjadi lokasi kemunculan harimau.

“Segala keluhan yang disampaikan oleh masyarakat telah kita sampaikan kepada Kepala BKSDA Aceh, bahkan hingga ke Kementerian di tingkat pusat. Informasi terkini yang kami terima adalah sejumlah petugas sudah melakukan patroli secara menyeluruh di areal perkebunan Kecamatan Darul Hasanah untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” jelas Bupati Salim Fakhry, menunjukkan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pusat dalam menangani masalah ini.

Insiden terbaru yang memicu keresahan ini adalah penemuan seekor sapi berukuran sedang yang mati secara mengenaskan di areal perkebunan milik warga Mendabe, Kecamatan Darul Hasanah, pada Minggu pagi, 8 Juni 2025. Sapi milik Iwan tersebut ditemukan dengan kondisi mengenaskan, penuh luka cakaran di bagian punggung, perut terburai, dan luka parah di paha belakang, yang dengan jelas mengindikasikan serangan binatang buas jenis harimau sumatera. Lokasi penemuan bangkai sapi ini hanya berjarak sekitar 300 meter dari perkampungan warga, menambah tingkat kekhawatiran masyarakat.

Iwan juga menambahkan bahwa sebelum kejadian nahas itu, ia memang melepas sejumlah sapinya untuk merumput di areal perkebunan warga, yang lokasinya tidak jauh dari batas Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). TNGL sendiri dikenal sebagai habitat alami bagi berbagai jenis satwa liar, termasuk harimau sumatera. (red)

Berita Terkait

Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia, Wartawan Senior dari Aceh Tenggara
Latihan Bersama Polres Aceh Tenggara dan Perbakin, Tingkatkan Profesionalisme dan Kemahiran Menembak Personel
Jumat Berkah, Sentuhan Kasih Kapolres Aceh Tenggara Hangatkan Hati Anak Yatim Piatu
Polres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Warakauri dan Purnawirawan Polri
Polres Aceh Tenggara Hadirkan Harapan di Tengah Banjir, 365 Paket Bantuan Disalurkan untuk Warga Ketambe dan Salim Pinim
Proyek Rehabilitasi Stadion H Sahadat Kutacane Miris Diduga Menuai Masalah
Jaksa Agung Tunjuk Eddy Samrah  Limbong  Putra Agara , Jadi Aspidum Kejati Aceh
Bupati Aceh Tenggara Lepas 145 Mahasiswa KKN dengan Semangat Bangkit Pasca Bencana

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 23:16 WIB

Sekda Aceh Dinilai Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA, Ketua IKA-UTU Desak Evaluasi dan Koreksi Segera

Sabtu, 11 April 2026 - 00:48 WIB

Kakanwil DJBC Aceh Laksanakan Kunjungan Kerja Perdana ke Bea Cukai Meulaboh

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:26 WIB

Kasus Mawardi Basyah Anggota DPRA GeRAK Desak Kejari Aceh Barat Eksekusi Keputusan MA RI.

Kamis, 19 Maret 2026 - 01:00 WIB

Raih Poin Tertinggi, Habibi Aceh Masuk Grand final AKSI Indonesia 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:32 WIB

Bupati Tarmizi: Habibi Menjadi Inspirasi dan Motivasi Bagi Generasi

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:55 WIB

MUQ Aceh Selatan MoU Prodi Ilmu Al-Qur’an Tafsir STAIN TDM

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:13 WIB

BPC HIPMI Abdya dan Perusahaan Muda Jaya Mandiri Syariah Berbagi Takjil untuk Ratusan Anak Yatim

Kamis, 5 Maret 2026 - 04:33 WIB

Ulama Muda Aceh Dukung Tgk. Habibi di Ajang AKSI Indonesia 2026

Berita Terbaru

BENER MERIAH

Syahriadi Nahkodai PGRI Bener Meriah Periode 2025–2030

Sabtu, 18 Apr 2026 - 10:41 WIB