BANDA ACEH — Perum Bulog Aceh mengirim 4.000 ton beras ke Sumatera Utara untuk memperkuat stok pangan di wilayah tersebut. Pengiriman ini menimbulkan tanda tanya di tengah tren kenaikan harga beras di Aceh dalam sebulan terakhir.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, membenarkan penerimaan pasokan beras tersebut. “Kami mendapatkan 4.000 ton beras yang dikirim oleh Bulog Aceh. Tambahan ini akan memperkuat stok bahan pangan di Sumatera Utara,” ujarnya seperti dikutip Antara, Minggu (10/8/2025).
Berdasarkan pantauan harga di beberapa pasar tradisional di Banda Aceh dan Aceh Besar, harga beras medium naik sekitar Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram dalam tiga pekan terakhir. Pedagang mengaku stok dari pemasok mulai terbatas, sehingga harga terus merangkak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Aceh. Sebagian warga mempertanyakan kebijakan Bulog Aceh yang mengirimkan beras ke provinsi lain ketika kebutuhan lokal belum sepenuhnya terpenuhi.
“Kalau di sini harga naik, mengapa berasnya malah dikirim keluar daerah? Kami khawatir nanti stok untuk Aceh berkurang,” kata Nuraini, warga Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.
Hingga kini, Bulog Aceh belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pengiriman beras tersebut dan strategi menjaga ketersediaan stok di Aceh. Pengamat ekonomi daerah menilai, distribusi pangan lintas provinsi seharusnya mempertimbangkan kebutuhan lokal terlebih dahulu agar tidak menekan daya beli masyarakat.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan koordinasi dengan Bulog Aceh untuk memastikan pasokan dan harga beras tetap stabil. Tanpa langkah cepat, kenaikan harga dikhawatirkan akan berlanjut dan memberatkan masyarakat, khususnya menjelang musim paceklik.










































