Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kota Langsa Akibat Hujan Deras Berhari-hari

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 26 November 2025 - 04:21 WIB

50795 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Langsa – Hujan yang mengguyur Kota Langsa dengan intensitas tinggi selama tiga hari berturut-turut telah menyebabkan terjadinya banjir genangan di sejumlah wilayah permukiman warga. Salah satu titik terdampak banjir terjadi di Dusun Bukit dan Gang Kurnia, Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro, pada Selasa siang, 25 November 2025.

Tingginya curah hujan yang terjadi sejak akhir pekan menyebabkan sistem drainase di beberapa kawasan tidak mampu menampung debit air yang meluap secara drastis. Air pun menggenangi permukiman dengan ketinggian bervariasi, pada beberapa titik mencapai hingga ±45 sentimeter. Genangan air yang terjadi merendam rumah-rumah warga dan memaksa sebagian penduduk untuk mengungsi demi keselamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa bergerak cepat menanggapi kejadian tersebut. Petugas langsung melakukan peninjauan ke lokasi terdampak banjir dengan didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Langsa, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Seksi Kedaruratan, serta unsur TNI, Polri, dan jajaran pemerintahan gampong setempat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau kondisi lapangan secara langsung serta berkoordinasi dengan warga mengenai upaya penanganan darurat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data sementara yang dihimpun oleh BPBD mencatat sedikitnya 110 unit rumah warga terdampak banjir, dengan jumlah pengungsi mencapai 150 keluarga atau sekitar 420 jiwa. Selain itu, petugas juga melakukan proses evakuasi terhadap seorang warga lanjut usia, Sarimin (73 tahun), bersama istrinya yang dalam kondisi sakit. Keduanya dipindahkan ke rumah sakit terdekat karena kediamannya terendam banjir cukup parah dan mereka memerlukan penanganan medis segera.

BPBD bersama instansi terkait terus melakukan upaya penanganan secara terpadu. Sejumlah langkah antisipatif dilakukan, seperti penyisiran wilayah rawan, pengamanan jalur evakuasi, serta distribusi bantuan darurat bagi warga terdampak. Langkah-langkah tersebut dikawal ketat oleh koordinasi lintas unsur, termasuk aparat keamanan untuk memastikan keselamatan umum tetap terjaga dan tidak timbul gangguan sekunder.

Pihak pemerintah kota menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan banjir, untuk tetap waspada. Warga diimbau untuk segera melapor ke posko siaga atau menghubungi nomor darurat BPBD maupun DAMKAR apabila mengalami kondisi darurat yang membutuhkan bantuan evakuasi atau pertolongan medis. Pemerintah juga menekankan pentingnya menggandeng semangat gotong royong dalam menghadapi situasi ini.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Langsa, pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan menyiapkan penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan penambahan titik pengungsian apabila hujan masih terus mengguyur dalam ke depan. Ia memastikan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas dan pemerintah kota tidak akan tinggal diam dalam menghadapi kondisi darurat bencana alam seperti ini.

Menyikapi situasi ini, masyarakat diminta untuk tidak bermain atau beraktivitas di bantaran sungai yang kini arus airnya mengalir sangat deras. Cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan sesuai dengan prakiraan meteorologi. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk menghindari risiko bencana yang lebih besar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga lingkungan, sistem drainase, serta kesiapan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat akibat perubahan iklim yang kian tidak menentu. Pemerintah dan warga diharapkan dapat bekerja sama dengan kompak untuk menanggulangi bencana, serta melakukan langkah mitigasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Doa dan dukungan moral terus mengalir dari berbagai pihak untuk keselamatan dan kesehatan warga yang terdampak. Semoga situasi dapat segera terkendali dan masyarakat dapat kembali melanjutkan kehidupan serta aktivitas sehari-hari dengan normal. (*)

Berita Terkait

Selamatkan Satwa Dilindungi, YIARI dan OIC Apresiasi Dedikasi dan Kinerja Bea Cukai Langsa
Anatomi Penjarahan di Negeri Seribu Bukit
4 Februari Rabu Malam Ratusan Warga Terjebak Banjir Dipalok
Operasi Gabungan BNN dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 100 Kg Sabu di Aceh Timur
Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Sulawesi Selatan Usai Tuntaskan Misi Kemanusiaan di Gayo Lues
Kinerja KPPBC TMP C Langsa Tahun 2025 Penerimaan Melampaui Target, Penindakan Semakin Berkualitas dan Kehadiran Nyata untuk Masyarakat
Korban Bencana di Sumatra Capai 1.178 Jiwa, Aceh Jadi Wilayah Paling Terdampak
Cuaca Signifikan Masih Berpotensi Hingga Pekan Depan, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:31 WIB

*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Rabu, 25 Februari 2026 - 22:39 WIB

BAKORNAS LEPPAMI PB HMI Jalin Koordinasi dengan TNGL dan BKSDA Aceh, Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan dan Kehutanan di Aceh

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:04 WIB

Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr.Benny Bathara.,S.I.K.,M.I.K. Terima Penghargaan Dari Kapolda Aceh

Senin, 23 Februari 2026 - 01:02 WIB

Kolaborasi Strategis FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara dan Dittipidter Mabes Polri, Siap Sikat Tambang Ilegal di Aceh

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:45 WIB

Warga Aceh Berpuasa di Kemah Bantuan

Senin, 16 Februari 2026 - 23:59 WIB

Fatan Sabilulhaq Terpilih sebagai Ketua Umum HAMAS Periode 2026–2028, Diharapkan Hidupkan Kembali Organisasi

Senin, 16 Februari 2026 - 23:13 WIB

Pemulihan Pasca Bencana Banjir Hidrometeorologi Aceh Dinilai Sangat Lambat

Senin, 16 Februari 2026 - 22:35 WIB

Mengemban amanah sebagai Sekretaris PDP PAN Aceh Barat, Arham Targetkan Kemenangan Pemilu 2029

Berita Terbaru