slot preparation.lsrs.lu

Anatomi Penjarahan di Negeri Seribu Bukit

J.PORANG

- Redaksi

Minggu, 8 Februari 2026 - 22:29 WIB

50649 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Di sela reruntuhan pasca-banjir Gayo Lues, sebuah “kanker” distribusi tengah bermetastasis dengan cepat. Di SPBU, nozel-nozel pengisian tampak lesu, menyemburkan bahan bakar sesekali ke barisan kendaraan yang mengular layaknya antrean panjang menuju liang lahat ekonomi. Namun, hanya sepelemparan batu dari sana, di trotoar jalan, bahan bakar justru “berpesta” dalam botol-botol eceran dengan stok yang melimpah ruah, namun berlabel harga yang mencekik nadi warga.
Ini bukan sekadar macetnya distribusi; ini adalah pendarahan hebat dalam sistem pengawasan energi yang sengaja dibiarkan terbuka.

Kebocoran di Jantung Distribusi
Karim Kemala Darma, legislator DPRD Gayo Lues, tak lagi menggunakan retorika halus. Baginya, kelangkaan ini adalah hasil dari sebuah “operasi senyap” yang sistematis. Ia mencium aroma busuk dari kebocoran yang mengalir deras dari operator resmi menuju pundi-pundi spekulan.

“Kita sedang menyaksikan sebuah anomali yang dipelihara. Masyarakat dipaksa ‘berpuasa’ di depan pompa, sementara di pasar gelap, energi mengalir seperti air bah. Pemerintah daerah nampak sedang menikmati peran sebagai penonton dalam sirkus penjarahan ini,” cetus Karim, Minggu, 8 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan “main mata” di balik selang pengisian bukan lagi sekadar desas-desus akar rumput. Surat Edaran Bupati yang membatasi pembelian 15 liter per kendaraan kini tak lebih dari sekadar “hiasan dinding” yang tak diindahkan. Praktik bypass distribusi perpindahan BBM secara ilegal dari tangki SPBU ke jeriken pengecer seolah mendapatkan lampu hijau untuk terus melaju di jalur cepat.
Parasit di Tengah Trauma
Riduan (33), seorang warga Blangkejeren, memandang menjamurnya pengecer pasca-bencana sebagai bentuk

“kanibalisme ekonomi”. Ia heran bagaimana para pemburu rente ini memiliki insting yang melampaui radar pemerintah; mereka mampu menimbun stok sesaat sebelum hujan turun, seolah-olah telah memegang kendali atas cuaca dan nasib warga.

“Logika sehat mana yang bisa menerima ini? SPBU mengaku kering, tapi pinggir jalan banjir bensin. Ini adalah perampokan yang terstruktur,” gugat Riduan. Ia mendesak agar dinas terkait dibedah kinerjanya karena terkesan melakukan pembiaran yang akut.

Luka warga makin menganga saat merambah ke dapur. In. Mila (25), seorang pedagang kecil, menggambarkan betapa gas LPG 3kg kini telah menjelma menjadi “emas cair”. Dari harga normal Rp 22.000, ia meroket hingga menyentuh angka psikologis Rp 100.000 saat hujan mengguyur. Kelangkaan yang diciptakan (artificial scarcity) ini memaksa warga masuk ke dalam pusaran panic buying yang hanya menguntungkan segelintir bandit energi.

Di sisi lain, pihak pengelola SPBU berlindung di balik tameng prosedur. Janji pemecatan operator yang nakal kerap dilempar ke publik sebagai tumbal, meski jantung persoalan yakni pengawasan di tingkat hulu dan manajemen tetap tak tersentuh.

Kehadiran aparat di setiap titik pengisian menjadi mendesak, bukan hanya untuk menjaga ketertiban, tapi untuk memutus sirkuit kecurigaan yang kian membara antarwarga. Namun, selama pengawasan di tingkat pengecer tetap longgar dan distribusi tetap berada di area “abu-abu”, masyarakat Gayo Lues akan terus dipaksa mengonsumsi ketidakpastian.

Saatnya pemerintah berhenti bersilat lidah dengan keterbatasan anggaran. Rakyat yang tengah merangkak pulih dari bencana alam tak selayaknya kembali dihantam oleh bencana moral para pemangku kebijakan yang menutup mata atas penimbunan ini. Kesadaran harus datang sebagai obat, bukan sebagai upacara pemakaman bagi keadilan sosial.
(J.porang)

Berita Terkait

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik
Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran
Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden
Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri
Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini
Satgas PRR Aceh Petakan Tiga Hulu Sungai Penyebab Banjir Gayo Lues yang Rendam Ratusan Keluarga
ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru