slot preparation.lsrs.lu

Jokowi Sebut Tuduhan Ijazah Palsu Hina dan Rendahkan Martabatnya di Sidang Roy Suryo

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 5 November 2026 - 15:33 WIB

50111 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (tengah) menunjukkan ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM miliknya saat menjadi saksi sidang lanjutan dugaan pencemaran nama baiknya terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Presiden ke-7 RI Joko Widodo dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tersebut. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/sgd/nym.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (tengah) menunjukkan ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM miliknya saat menjadi saksi sidang lanjutan dugaan pencemaran nama baiknya terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Presiden ke-7 RI Joko Widodo dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tersebut. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/sgd/nym.

JAKARTA | Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengaku merasa dihina dan direndahkan akibat tuduhan ijazah palsu yang menyeret namanya. Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat hadir sebagai saksi dalam perkara dugaan fitnah ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo.

Sidang kesaksian itu digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Di hadapan Jaksa Penuntut Umum, Jokowi menegaskan tuduhan tersebut tidak hanya menyerang dirinya secara pribadi, tetapi juga mencemarkan nama baik dan merusak reputasi keluarganya.

” Saya juga merasa telah dihina, direndahkan dengan amat sangat,” ujar Jokowi saat menjawab pertanyaan JPU mengenai kerugian yang dialaminya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jokowi menjelaskan, tuduhan penggunaan ijazah palsu dikaitkan dengan keikutsertaannya dalam sejumlah kontestasi politik. Tuduhan itu disebut menyasar pencalonannya sebagai wali kota sebanyak dua kali, gubernur satu kali, hingga presiden sebanyak dua kali.

Dalam kesaksiannya pada Kamis, 5 November 2026 tersebut, Jokowi menyebut kerugian yang dialaminya bersifat imateriil. Dampak paling nyata terlihat dari menurunnya kepercayaan publik terhadap dirinya akibat isu yang terus bergulir.

Ia mengungkapkan, dari survei terakhir yang ia ingat, sebanyak 18 persen masyarakat Indonesia percaya terhadap tuduhan ijazah palsu tersebut. Angka itu jika dikonversi setara dengan sekitar 34 juta orang.

“18 persen itu kalau dikonversi ke orang itu kurang lebih 34 juta orang percaya mengenai tuduhan ijazah palsu ini,” kata Jokowi.

Saat JPU kembali menanyakan apakah peristiwa itu telah menurunkan kepercayaan publik kepadanya, Jokowi membenarkan. Ia menyebut jumlah warga yang percaya terhadap tuduhan itu menjadi indikator menurunnya kepercayaan publik.

“Betul, Yang Mulia. 34 juta orang percaya bahwa tuduhan ijazah palsu ini telah mengurangi kepercayaan publik terhadap saya,” ucap Jokowi. (*)

Berita Terkait

Jimly Sebut Listyo Sigit Resisten Reformasi Polri, Kasus Sadap Jadi Momentum Berbenah
Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran
Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka
Skandal Penyadapan 6.000 Nomor Seret Eks Kapolri, Nama Jokowi dan Lingkarannya Justru Absen dari Daftar
Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah
Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:04 WIB

DPC dan 10 PAC PPP Nagan Raya Nyatakan Sikap, Serukan Persatuan dan Kekompakan Kader

Kamis, 5 November 2026 - 17:31 WIB

Festival Santri Dayah MUQ Nagan Raya Jadi Ajang Unjuk Bakat, Siswa MIN 3 Raih Tiga Penghargaan

Kamis, 5 November 2026 - 11:29 WIB

Wagub Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 10:11 WIB

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Berita Terbaru