GAYO LUES | Upaya pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, terus menunjukkan kemajuan signifikan pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada 2025 lalu. Ratusan hektare lahan sawah yang sebelumnya sempat tertutup lumpur tebal dan dinyatakan tidak produktif kini telah kembali menghijau dan memasuki fase panen perdana pada akhir Oktober 2026.
Rehabilitasi lahan ini dilakukan melalui program Optimasi Lahan yang menyasar berbagai kategori kerusakan secara bertahap. Data teknis di lapangan mencatat, total kerusakan lahan sawah mencakup 217 hektare rusak ringan, 450 hektare rusak sedang, dan 1.204 hektare rusak berat. Dari jumlah tersebut, pemerintah daerah telah menuntaskan perbaikan untuk kategori rusak ringan, sehingga petani sudah bisa kembali menggarap sawahnya. Sementara untuk lahan dengan kerusakan sedang, proses pengerjaan dan kontrak kerja masih terus berjalan untuk mengejar target tanam berikutnya.
Percepatan pemulihan tidak hanya menyentuh olah lahan, tetapi juga infrastruktur pendukungnya. Tim dari dinas terkait turut memberikan bantuan berupa perbaikan saluran irigasi, termasuk pembangunan parit dan pemasangan pipa yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok tani. Intervensi pada jaringan air ini menjadi kunci agar sawah yang telah direhabilitasi tidak kembali gagal panen akibat pasokan air yang tidak stabil.
Selain bantuan fisik, pemerintah juga mendistribusikan bantuan bibit padi varietas Serang kepada para petani terdampak sebagai modal awal untuk kembali bertani. Total bantuan bibit yang telah disalurkan kepada kelompok tani mencapai lebih dari 5 ton. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendongkrak produktivitas hasil panen perdana ini dan menjadi titik balik pemulihan ekonomi petani setempat setelah setahun lebih terpuruk akibat bencana. (*)








































