HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Simposium Sumpah Pemuda, Bahas Persatuan NKRI dan Tantangan Generasi Muda

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:32 WIB

5065 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan Simposium Sumpah Pemuda dengan tema “Merawat Persatuan NKRI dalam Bingkai Kepemudaan yang Reformis”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Teater LP2M UIN Ar-Raniry Selasa, 27 Oktober 2026 yang diikuti oleh berbagai organisasi Kepemudaan serta Ormawa Kampus.

Kegiatan Simposium Sumpah Pemuda dibuka langsung oleh Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan masa penjajahan fisik. Namun, kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan degradasi moral masih menjadi persoalan yang perlu dikaji dan dicarikan solusinya.

“Hari ini kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan serta degradasi moral pemuda menjadi isu yang memungkinkan dikaji, dipahami, dan yang dilakukan bersama serta refleksi untuk dilakukan perubahan pada masa mendatang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyoroti ketimpangan ekonomi di tengah melimpahnya sumber daya alam Indonesia, termasuk Aceh. Menurutnya, kekayaan alam seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

“Yang kaya makin kaya di negeri ini. Yang miskin untuk makan nanti siang aja dia nggak tahu harus cari di mana berasnya,” ungkapnya.

Ketua Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Zuhari, menyampaikan bahwa simposium tersebut tidak hanya membahas peran pemuda dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga mengkaji persoalan nasional dan Aceh yang akan dihadapi generasi penerus.

Ia berharap forum tersebut dapat mendorong mahasiswa melahirkan terobosan, inovasi, dan gagasan baru dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa dan daerah.

“Kita tidak ingin generasi penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Indonesia dan Aceh ini menjadi generasi-generasi yang pengecut dan melempem ke depannya,” kata Zuhari.

Zuhari juga mengkritik perilaku pemimpin yang dinilainya tidak mencerminkan kepentingan masyarakat. Ia mengajak para peserta untuk mendiskusikan berbagai persoalan kepemudaan, nasional, dan daerah sebagai bagian dari upaya mempersiapkan kepemimpinan masa depan.

Ketua Panitia, Muhammad Muthahir, menyampaikan bahwa simposium tersebut merupakan ruang refleksi yang perlu direnungkan bersama. Menurutnya, pemuda tidak hanya menjadi tameng utama dalam pilar kebangsaan, tetapi juga harus berperan sebagai penyeimbang antara pemerintah dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa peran tersebut penting agar pelaksanaan kebijakan pemerintah tetap berorientasi pada kemaslahatan masyarakat dan bangsa.

Simposium Sumpah Pemuda menghadirkan dua pemateri yang menyampaikan materi dalam forum diskusi, sementara satu pemateri lainnya tidak dapat hadir yang tidak tahu apa alasannya

Pemateri pertama, Zulfata Agapol, membahas peran dan posisi strategis kepemudaan dalam ranah politik nasional. Ia menyebutkan bahwa pemuda saat ini harus memiliki patron dan kiblat dalam menjalankan pergerakan yang masif.

Serbia menjadi salah satu contoh yang disampaikannya dalam menjelaskan bagaimana rasa kesakitan dipendam selama 14 tahun.

Menurutnya, “pemuda harus menjadi tembok utama untuk meluruskan arah perjalanan bangsa dan negara.” Tegasnya

Ia juga mengingatkan agar pemuda tidak menjadi kacung dan berlindung di bawah ketek pemerintahan.

Pemateri kedua, Danil Akbar Taqwidin, menjelaskan materi tentang tantangan era digitalisasi dan globalisasi serta peran pemuda Indonesia dalam menjaga bingkai NKRI.

Ia menyampaikan bahwa “pemuda menghadapi berbagai tantangan di era digitalisasi, terutama dalam menjalankan mandat sebagai penyambung lidah rakyat. Berbagai isu yang berkembang melalui media sosial, menurutnya, tidak mudah dibendung.” Jelasnya

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa pemuda harus menjadi pilar yang mampu menjaga persatuan sekaligus meluruskan isu-isu yang tidak sesuai dengan fakta dan data.

Sementara itu, pemateri ketiga, Ahmad Salihin selaku Direktur WALHI Aceh, dijadwalkan menyampaikan materi bertajuk “Pencerdasan bagi Kalangan Pemuda Aceh untuk Pengabdian kepada Masyarakat dan Lingkungan Hidup”. Namun, ia tidak dapat hadir karena kendala yang tidak ada konfirmasi sama sekali apa alasannya.

Diskusi dalam simposium tersebut dimoderatori oleh Fitria Sundari, Ketua KOHATI HMI Kota Banda Aceh.

Melalui kegiatan ini, Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry menghadirkan ruang diskusi bagi mahasiswa dan organisasi kepemudaan untuk membahas tantangan generasi muda, persoalan kebangsaan, serta peran pemuda dalam menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berita Terkait

Libatkan 30 Admin Perangkat Daerah, Pemkab Nagan Raya Gelar Bimtek GIOK Data
Profesor Dr Sutan Nasomal Rektor UBNB Klaem Bunda Guru Aceh Singkil Ny Habibatussania Safriadi Oyon Isteri Bupati Resmi Dilantik Dunia Pendidikan Pasti Press Maju 2027!!
Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Berbagi, Hadirkan Kepedulian di Tengah Masyarakat
Lindungi Hak Rakyat, Sayed Habiburrahman Minta Pemberantasan Mafia BBM di Aceh Dikawal hingga Tuntas
Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana KONI dan Aset PON XXI Aceh Menguak Borok Tata Kelola Rp 165 Miliar
Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Minta Polda Aceh Utamakan Pencegahan: “Sayangi Rakyat Aceh, Jangan Lagi Sakiti Mereka”
Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Kota Langsa Bangkit Pasca Bencana, Tim Monev Periksa Langsung Progres di Lapangan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Sinergi Bea Cukai dan Polres Langsa Bongkar Peredaran 46,6 Kg Sabu Jaringan Lintas Negara

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Bea Cukai Langsa Kenalkan Peran Kepabeanan dan Cukai kepada Mahasiswa UNSAM dan IAIN Langsa

Selasa, 29 September 2026 - 21:18 WIB

Polres Langsa Ungkap 46,6 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Nilainya Capai Rp13,2 Miliar

Minggu, 27 September 2026 - 01:46 WIB

Bea Cukai Langsa Kenalkan Peran Kepabeanan dan Cukai kepada Mahasiswa UNSAM dan IAIN Langsa

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Polres Langsa Musnahkan 3,09 Kg Sabu dan 13,74 Kg Ganja, 38.461 Jiwa Diklaim Terselamatkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Kapolres Langsa Tinjau Bantuan Renovasi Sumur Bor Program Sosial Polri Bersama Ketua Umum Bhayangkari, Perkuat Akses Air Bersih Bagi Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:35 WIB

Ungkap Kasus Penanaman Ganja Satresnarkoba Polres Langsa Berkomitmen Sikat Habis Pemain Narkobanya

Berita Terbaru