slot preparation.lsrs.lu

Integritas Akademik Dipertaruhkan, Fenomena Ijazah Palsu Dinilai Ancam Profesionalisme dan Keselamatan Publik

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:40 WIB

50167 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR – Maraknya fenomena ijazah palsu di tengah upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional menuai kritik keras. Praktik yang mencederai integritas dunia pendidikan itu dinilai tidak hanya merugikan institusi, tetapi juga mengancam keberlangsungan profesionalisme di sektor-sektor strategis, termasuk layanan publik dan kesehatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kritik tersebut mengemuka dalam gelaran kuliah umum di Universitas Ibnu Khaldun, Bogor, pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Dalam paparannya, penceramah Abdul Somad menegaskan bahwa kompetensi nyata tidak dapat diperoleh melalui jalan pintas atau dokumen akademik yang tidak absah.

Sorotan tajam diarahkan pada bahaya ketika seseorang tanpa kualifikasi asli memegang tanggung jawab yang bersinggungan langsung dengan nyawa dan nasib orang lain. Profesi dokter menjadi contoh paling nyata. Kegagalan diagnosa medis yang tidak akurat, yang kemudian dieksploitasi demi keuntungan materi, disebut sebagai malapetaka yang nyata dan menjadi cermin betapa fatalnya dampak ketika keahlian digantikan oleh selembar kertas palsu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini dinilai diperparah oleh mentalitas sebagian generasi yang cenderung menjadi penikmat dan penghancur, bukan pejuang yang membangun bangsa dengan integritas. Ketimpangan antara gelar akademik dan kemampuan teknis di lapangan disinyalir menjadi akar persoalan yang menghambat kemajuan bangsa. Ketika gelar tidak lagi merepresentasikan kompetensi, kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dan profesi akan runtuh.

Institusi pendidikan tinggi kini dituntut untuk tidak sekadar menjadi pabrik pencetak ijazah, melainkan pusat pembentukan karakter yang beradab dan berdampak. Mahasiswa diingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur dari selembar kertas, melainkan dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat luas. Tanpa adab, kompetensi yang dimiliki dianggap kehilangan jiwanya dan berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan pribadi yang destruktif. (*)

Berita Terkait

Pelaksanaan Syariat Islam Tak Cukup dengan Regulasi
Pertemuan Hangat Tokoh Dakwah Tanah Air di Tanah Suci Mekkah

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kompak dan Bersinergi, Satgas TMMD dan Warga Gotong-royong Rehab Masjid dan Tempat Wudhu

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:47 WIB

Sudah Hampir Setahun Pasca Bencana BNPB Pusat Belum Bayarkan Sewa Alat Ke Pengusaha Lokal di Gayo Lues

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Rating Google 4,8, Keluhan Pasien RSUMAK Gayo Lues Justru Muncul, Fasilitas Medis Dipertanyakan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Keluarga Pasien Keluhkan IPAL, Radiologi, dan Air Bersih RSUMAK Gayo Lues, Direktur Tak Beri Tanggapan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Tim Wasev Kunjungi Lokasi TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0113/Gayo Lues

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Terpilih Secara Aklamasi, Deddy Yopiansyah Siap Kibarkan Panji Golkar Hingga Pelosok Kampung di Gayo Lues

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Banjir Bandang Setinggi Dada Terjang Desa Badak Gayo Lues, Jalan dan Rumah Warga Terendam Air Keruh

Berita Terbaru