Penyaluran bantuan sosial di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Senin, 4 Mei 2026, menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya komunitas adat terpencil. Program ini dirancang tidak hanya sebagai bantuan sesaat, melainkan sebagai upaya berkelanjutan untuk memperkuat sumber penghidupan warga.
Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Camat Darul Hasanah Hayadun, Pengulu Kute Lawe Pinis Seder, pendamping Komunitas Adat Terpencil Hapudin, serta penyuluh pertanian Junaidi Mamas. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan dukungan lintas sektor terhadap program pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hayadun menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan dinilai tepat sasaran karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat desa. Ia berharap program ini mampu mendorong peningkatan kesejahteraan warga secara bertahap.
Program bantuan difokuskan pada dua sektor utama, yakni peternakan dan pertanian. Sebanyak 34 kepala keluarga menerima bantuan ternak kambing yang diharapkan dapat berkembang biak dan menjadi sumber pendapatan jangka panjang. Sementara itu, 25 kepala keluarga lainnya mendapatkan bibit jagung varietas unggul Pioneer P32, lengkap dengan pupuk, obat-obatan pertanian, serta satu unit mesin perontok jagung untuk menunjang proses pascapanen.
Pendamping dari Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, Muspendi, menekankan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari pendekatan pemberdayaan, bukan sekadar distribusi logistik. Menurut dia, masyarakat didorong untuk mampu mengelola potensi lokal secara mandiri melalui pendampingan teknis yang berkelanjutan, termasuk dalam beternak dan budidaya tanaman.
Pelaksanaan program dikoordinasikan melalui kelompok masyarakat (pokmas) setempat. Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan, terutama karena bantuan ini dinilai mampu menjawab keterbatasan akses terhadap sarana produksi yang selama ini dihadapi.
Sejumlah warga penerima manfaat menyampaikan harapan agar program ini dapat terus berlanjut. Mereka menilai keberadaan pendampingan menjadi faktor penting agar bantuan yang diterima dapat berkembang dan memberikan hasil optimal dalam jangka panjang.
Melalui program ini, pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekonomi desa, terutama di wilayah terpencil. Pendekatan berbasis pemberdayaan diharapkan tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
(Red)







































