OGAN ILIR, 31 Maret 2026 — Kondisi jalan berlubang di ruas Tanjung Raja–Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kembali menimbulkan persoalan serius bagi pengguna jalan. Pada Selasa (31/3/2026), sebuah truk bermuatan pupuk kandang mengalami kerusakan berat setelah melintasi jalan yang dipenuhi lubang di depan kawasan PT Perkebunan Karet Beriang, Desa Tanjung Temiang, Kecamatan Tanjung Raja. Gardan truk patah dan roda mengalami kerusakan parah, sehingga kendaraan nyaris terbalik dan harus ditahan menggunakan kayu sembari menunggu bantuan mekanik.
Sopir truk mengungkapkan, insiden bermula ketika kendaraan melintasi tiga lubang besar secara beruntun. Akibat benturan keras, gardan patah dan roda tidak lagi berfungsi. Proses perbaikan diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga hari, mengingat kerusakan yang cukup parah pada bagian bawah kendaraan. Sementara itu, posisi truk yang melintang di tengah jalan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah kendaraan, terutama truk angkutan barang lainnya, terpaksa mengantre dan melintas secara bergantian dengan tingkat kehati-hatian tinggi untuk menghindari kecelakaan serupa.
Warga sekitar menuturkan, kerusakan jalan provinsi di wilayah tersebut telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun terakhir tanpa adanya perbaikan signifikan. Titik-titik kerusakan terparah ditemukan di sepanjang perbatasan Desa Tanjung Temiang hingga kawasan PTN VII Cinta Manis dan arah Betung, Kecamatan Lubuk Keliat. Lubang-lubang besar dan permukaan jalan yang tidak rata kerap menjadi penyebab kecelakaan, baik bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jalur Tanjung Raja–Muara Kuang merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan sejumlah kecamatan di Ogan Ilir dengan pusat-pusat ekonomi dan distribusi barang di Sumatera Selatan. Kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat. Selain itu, kondisi jalan yang rusak juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari ketika visibilitas terbatas.
Masyarakat setempat mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap ruas jalan tersebut. Mereka menilai, perbaikan jalan tidak bisa lagi ditunda mengingat dampaknya yang luas terhadap aktivitas ekonomi dan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, warga juga meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan dan investigasi terhadap pengelolaan anggaran infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Mereka berharap, upaya perbaikan jalan dapat dilakukan secara transparan dan berkelanjutan, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, truk yang mengalami kerusakan masih berada di lokasi kejadian dan proses evakuasi serta perbaikan terus diupayakan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi masih berjalan lambat dan pengendara diimbau untuk berhati-hati saat melintas di ruas jalan tersebut. Masyarakat berharap, perhatian serius dari pemerintah dapat segera terwujud demi kelancaran dan keselamatan bersama.
Laporan: Pewarta Warga Ogan Ilir







































