KUTACANE – Bertempat di Ruang Rapat Oproom Setdakab Aceh Tenggara, Jum’at (27/2/2026), berlangsung Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) Tahun 2027 untuk wilayah Kecamatan Babussalam. Acara ini menjadi momentum krusial bagi masa depan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di jantung Kabupaten Aceh Tenggara.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, SE, MM, bersama Anggota DPRK Dapil 1, jajaran pejabat Eselon II dan III, serta seluruh Kepala Desa, tokoh adat, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Babussalam.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum tersebut, sosok Camat Babussalam, Ramadani, S.STP, MM, terlihat sangat proaktif dalam memastikan setiap usulan dari desa-desa di bawah naungannya terakomodasi dengan baik. Hal ini tercermin dari dokumen daftar usulan prioritas yang telah disusun rapi, mencakup berbagai kebutuhan mendesak warga.
”Kepedulian kami adalah memastikan bahwa setiap pembangunan yang direncanakan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan, pengairan, hingga perlindungan lingkungan di desa-desa,” ujar Camat Ramadani di sela-sela acara.
Berdasarkan dokumen usulan yang diajukan, terdapat 10 poin utama yang menjadi fokus pembangunan di Kecamatan Babussalam, di antaranya:
– Infrastruktur Publik: Rehabilitasi Aula Kantor Camat Babussalam sebagai pusat pelayanan warga.
– Pengamanan Lingkungan: Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan Bronjong di beberapa titik rawan seperti Desa Mendabe, Muara Lawe Bulan, Perapat Hilir, dan Pulo Latong untuk mencegah banjir.
– Ketahanan Pangan: Pembangunan irigasi persawahan di Desa Alas Marancar guna mendukung produktivitas petani lokal.
Aksesibilitas: Pengaspalan jalan desa, termasuk di Desa Kutaratih, guna memperlancar mobilitas ekonomi warga.
Kehadiran Bupati H.M. Salim Fakhry memberikan sinyal positif bagi percepatan pembangunan di Babussalam. Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya transparansi dan ketepatan sasaran dalam setiap anggaran yang dikucurkan.
Sinergi antara Camat, Kepala Desa, dan Tokoh Masyarakat yang terlihat dalam Musrenbang kali ini menunjukkan adanya semangat gotong royong yang kuat. Camat Babussalam dinilai berhasil menjadi jembatan yang efektif antara aspirasi warga di tingkat bawah dengan kebijakan pemerintah kabupaten.
Dengan dikawalnya usulan-usulan ini, diharapkan pada tahun 2027 mendatang, wajah Kecamatan Babussalam akan semakin tertata, aman dari ancaman bencana alam, dan memiliki fasilitas umum yang jauh lebih memadai.
(Red)






































