Ledakan Guncang SMAN 72 Jakarta, TNI dan Densus 88 Langsung Bergerak

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025 - 16:38 WIB

50292 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Ledakan mengguncang kawasan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.00 WIB. Kejadian yang terjadi bertepatan dengan pelaksanaan salat Jumat itu mengejutkan warga sekitar dan memicu respons cepat dari berbagai aparat keamanan, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan bahwa tim TNI telah diterjunkan ke lokasi sesaat setelah insiden terjadi. Ia menyebut penanganan awal langsung dilakukan di lapangan guna memastikan kondisi aman dan terkendali. Meski demikian, pihak TNI belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai detail kejadian maupun potensi penyebab ledakan tersebut.

SMAN 72 Jakarta diketahui berada di kawasan Kompleks TNI Angkatan Laut, dan hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tunggul. Lokasi strategis yang bersinggungan dengan area militer menambah kewaspadaan aparat terhadap potensi ancaman yang lebih serius. Sejauh ini, aparat masih melakukan penyisiran menyeluruh untuk mengantisipasi kemungkinan adanya perangkat berbahaya lainnya di sekitar sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Densus 88 Antiteror Polri menyatakan masih mendalami informasi dan fakta-fakta di lapangan guna memastikan apakah insiden ini berhubungan dengan aksi terorisme. Juru Bicara Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana menyampaikan bahwa penyelidikan dilakukan dengan hati-hati dan berkoordinasi langsung dengan kepolisian daerah. Ia juga meminta agar masyarakat dan media mengarahkan pertanyaan teknis seputar lokasi kejadian langsung kepada Humas Polres Jakarta Utara atau Polda Metro Jaya untuk informasi resmi dan terverifikasi.

Salah satu saksi mata bernama Totong, yang saat itu tengah mengikuti salat Jumat, mengaku mendengar tiga kali dentuman keras secara beruntun. Menurutnya, ledakan terdengar dari arah sekolah yang letaknya tidak jauh dari masjid tempat ia berada. Ia menuturkan bahwa para jemaah langsung membubarkan diri karena panik. Tidak lama berselang, ambulans serta aparat kepolisian tiba di lokasi.

Tim Gegana dari Satbrimob Polda Metro Jaya yang dikerahkan ke tempat kejadian perkara langsung melakukan langkah-langkah penyisiran untuk memastikan tidak ada bahan peledak aktif lainnya yang tersisa. Suasana di sekitar lokasi hingga sore hari masih dijaga ketat dan aparat terlihat terus melakukan pemeriksaan lanjutan di sejumlah titik.

Menurut informasi sementara, sebanyak 54 orang korban terdampak ledakan telah dibawa ke fasilitas medis terdekat, yaitu Rumah Sakit Islam Jakarta dan RS Yarsi. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai bentuk bahan peledak yang digunakan maupun pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa ini.

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan juga menyatakan tengah menelusuri penyebab ledakan. Wakil Menteri Koordinator Polhukam turut mendatangi lokasi kejadian untuk memantau langsung penanganan dan menggelar koordinasi lintas instansi. Pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap tenang sembari menunggu pernyataan resmi dari aparat gabungan yang menangani kasus ini.

Petugas gabungan saat ini terus berjaga di area SMAN 72 Jakarta. Penyelidikan akan berlanjut untuk memastikan motif dan aktor yang terlibat, baik dalam konteks kriminal murni maupun kemungkinan keterkaitan dengan jaringan yang lebih luas. Aparat menjamin bahwa proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan. Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman di area-area vital, termasuk lingkungan pendidikan. (*)

Berita Terkait

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:34 WIB

Oknum Kepala SMA Negeri 1 Badar Agara Diduga Korupsi Dana Bos dan Pungli Persiswa Ratusan Ribu.

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:09 WIB

Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Senin, 1 Juni 2026 - 19:54 WIB

IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum Et Repertum dan Medikolegal, Hadirkan Pakar Forensik Nasional

Berita Terbaru