HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Antasari Azhar Tutup Usia, Jejak Perjuangan Sang Penggagas Pemberantasan Korupsi Tetap Dikenang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 8 November 2025 - 15:38 WIB

50627 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, berpulang pada Sabtu (8/11/2025). Kabar duka ini dibenarkan oleh kuasa hukum yang juga sahabat dekat almarhum, Boyamin Saiman. Ia menyatakan bahwa dirinya mendapatkan konfirmasi langsung dari sejumlah jaksa yang mengenal dan mengikuti perkembangan kesehatan Antasari. Jenazah Antasari Azhar rencananya dishalatkan di Masjid Asy Syarif, BSD, Tangerang Selatan, tepat pada waktu salat Ashar. Boyamin yang juga merupakan jemaah tetap di masjid tersebut membenarkan langsung kabar wafatnya tokoh yang pernah menjadi salah satu pilar penting dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dalam pernyataannya, Boyamin meminta doa seluruh masyarakat Indonesia agar arwah Antasari diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta diampuni segala dosa dan kesalahannya semasa hidup. Ia juga menyampaikan rasa duka yang mendalam mewakili pihak keluarga dan mengajak publik untuk mengenang sosok Antasari sebagai pribadi yang berdedikasi dalam penegakan hukum. Kehilangan ini bukan hanya menjadi duka bagi keluarga almarhum, melainkan juga bagi dunia hukum dan pemberantasan korupsi di tanah air.

Antasari Azhar lahir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada 18 Maret 1953. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya ini memulai kariernya di dunia hukum melalui jalur kejaksaan dan secara konsisten menunjukkan integritas dan keteguhan dalam menjalankan tugas di berbagai daerah. Ia pernah mengemban jabatan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri dan Kepala Kejaksaan Tinggi di sejumlah provinsi sebelum akhirnya ditarik ke Jakarta dan termasuk dalam jajaran Kejaksaan Agung. Ketegasannya, latar belakang profesionalnya, serta reputasinya sebagai penegak hukum yang bersih membuka jalan bagi Antasari untuk duduk sebagai Ketua KPK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Antasari resmi menjabat sebagai Ketua KPK pada 18 Desember 2007, menggantikan Taufiqurrahman Ruki. Di bawah kepemimpinannya, KPK cukup aktif melaksanakan berbagai operasi tangkap tangan dan mengungkap sejumlah kasus besar yang melibatkan tokoh-tokoh ternama. Namun, kariernya di KPK berakhir pada 2009 akibat keterlibatannya dalam kasus hukum yang menyebabkan ia harus menjalani masa tahanan bertahun-tahun. Meskipun demikian, banyak pihak yang terus mempertanyakan sejumlah kejanggalan dalam proses hukum yang menjeratnya. Setelah menjalani hukuman, Presiden Joko Widodo memberikan grasi kepada Antasari, yang menjadi bagian dari sejumlah grasi yang pernah dikeluarkan kepada para terpidana dalam kasus besar, termasuk para tokoh kontroversial lainnya.

Kisah Antasari Azhar menjadi salah satu bab penting dalam perjalanan lembaga antirasuah Indonesia. Ia dikenal sebagai pribadi yang vokal, tegas, namun juga santun dalam bersikap. Dalam banyak kesempatan pasca pembebasannya, Antasari lebih banyak memilih untuk diam dan menjalani kehidupan pribadi bersama keluarga. Namun, jejak pemikirannya dan perannya dalam membentuk wajah awal KPK tetap dikenang oleh banyak kalangan. Almarhum juga kerap diundang dalam berbagai forum diskusi hukum, baik di universitas maupun lembaga-lembaga think tank.

Meninggalnya Antasari Azhar menambah daftar nama tokoh yang mewarnai penegakan hukum Indonesia yang dipanggil lebih dahulu. Dalam suasana yang penuh keharuan, masyarakat, khususnya kalangan hukum dan aktivis anti-korupsi Indonesia, menyampaikan rasa kehilangan atas kepergian salah satu tokoh yang pernah berjuang mereformasi sistem hukum dari dalam. Rumah duka di kawasan BSD dipenuhi pelayat sejak pagi, dan shalat jenazah yang dilaksanakan usai Ashar dihadiri oleh ratusan orang dari berbagai latar belakang profesi—dari jaksa, advokat, aktivis hukum, hingga sahabat dan keluarga dekat.

Wafatnya Antasari bukan hanya menutup perjalanan seorang mantan pejabat tinggi lembaga negara, tetapi juga menjadi pengingat akan kompleksitas dunia penegakan hukum Indonesia yang kerap berada dalam pusaran tarik ulur kepentingan. Sosok Antasari akan tetap menjadi bagian dari sejarah hukum negeri ini, sebagai sosok yang pernah berdiri di garda depan perang melawan korupsi. Sebuah perjuangan yang tak mudah, seringkali menyisakan luka, namun tetap dikenang sebagai teladan dalam prinsip dan dedikasi terhadap hukum. Masyarakat diajak untuk mendoakan dan mengenang Antasari Azhar dalam ketenangan, sebagai pribadi yang dalam hidupnya telah memberikan warna tersendiri bagi penegakan hukum di tanah air.

Berita Terkait

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi
Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar
Irjen Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte Tutup Usia
Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih Ditolak DPR, Dinilai Bebani Abdi Negara
57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat
Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo
Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia
Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 03:52 WIB

Pastikan “Rumah Kita” Bersih dari Narkoba Kalapas Lhoksukon Gelar Tes Urine Untuk Pegawai

Minggu, 20 September 2026 - 20:59 WIB

Akun Facebook “J Joel Panton” Diretas, Pemilik Asli Imbau Netizen Agar Tidak Mudah Terprovokasi Dan Terbujuk Rayu

Minggu, 20 September 2026 - 19:16 WIB

Ikuti Arahan Mensos, Karang Taruna Aceh Utara Ajak Pemuda dan Warga untuk Peduli Tetangga Lewat Perlinsos

Jumat, 18 September 2026 - 23:39 WIB

Cegah Narkoba dan HP, Lapas Lhoksukon Gelar Razia Gabungan Bersama TNI dan Polri

Rabu, 9 September 2026 - 23:24 WIB

Karang Taruna Aceh Utara Ajak Pemuda dan Warga Sukseskan Peringatan 800 Tahun Samudera Pasai

Sabtu, 5 September 2026 - 15:59 WIB

Pimred Tribunpasee.com Ucapkan Selamat Hari Jadi Milad Samudra Pasai ke-800

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Tiga Pemuda Tersambar Petir Saat Pertandingan Sepak Bola di Aceh Timur, Satu Tewas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:41 WIB

Haji Uma Pastikan Warga yang Dikabarkan Hilang di Aceh Utara dalam Kondisi Selamat

Berita Terbaru