ACEH UTARA | Kepedulian terhadap korban bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir tahun 2025 terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari penggiat sosial Aceh, Akmal Daud, yang secara konsisten menggalang dan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana, khususnya para pengungsi di Aceh Utara.
Sejak awal terjadinya banjir bandang, Akmal Daud aktif memanfaatkan jejaring sosial dan koneksi kemanusiaannya untuk menghimpun bantuan. Melalui berbagai unggahan di akun media sosial pribadinya, ia menyampaikan kondisi terkini para korban serta kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi pengungsian. Upaya tersebut mendapat respons positif dari masyarakat luas, baik dari dalam maupun luar daerah.
Bantuan yang berhasil dihimpun kemudian disalurkan secara bertahap. Pada tahap awal, Akmal Daud fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi berupa sandang dan pangan. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu, mengingat banyak warga kehilangan harta benda dan akses logistik akibat terjangan banjir bandang yang merusak rumah serta fasilitas umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak berhenti pada bantuan kebutuhan pokok, Akmal Daud juga menaruh perhatian pada kebutuhan spiritual para korban bencana. Pada Kamis, (22/1), ia kembali menyerahkan bantuan ratusan Alquran, mukena, serta perlengkapan ibadah lainnya kepada para pengungsi dan santri yang ada di Aceh Utara. Bantuan ini ditujukan untuk membantu warga tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk meskipun berada dalam kondisi darurat dan keterbatasan.
Selain pihaknya juga membersihkan fasilitas umum, ratusan semur warga, dan memberikan pelayanan kepada korban terdampak bencana banjir di Aceh Utara. Akmal Daud juga menyerahkan obat-obatan kepada Dimas Kesehatan Aceh Utara, dan pelayanan trauma hiling anak bersama MAPALA Universitas Indonesia (UI).
Menurut Akmal Daud, pemulihan pasca bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga penguatan mental dan spiritual. “Di tengah musibah, kebutuhan ibadah sering kali terabaikan. Padahal, kekuatan spiritual sangat penting untuk menguatkan hati dan memberi ketenangan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Akmal Daud juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan kemanusiaan ini. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Global Ehsan Relief Indonesia, IKANA Jepang, juga lembaga kemanusiaan Nusantara bahkan lembaga kemanusiaan luar negeri, Nitezen serta para donatur yang telah mempercayakan penyaluran bantuan kepadanya.
“Terima kasih atas kepercayaan dan kepedulian semua pihak, dan juga terimakasih untuk Bang Edi Fadhil. Semoga setiap bantuan yang disalurkan menjadi amal jariah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.
Akmal Daud berharap, solidaritas dan kepedulian masyarakat terhadap korban bencana Aceh terus terjaga hingga proses pemulihan berjalan optimal. Ia juga mengajak berbagai pihak untuk terus bergandengan tangan membantu para pengungsi agar dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.
{Jurnalis Agus Suriadi}






































