Bener Meriah | Baranewsaceh.co – Banjir bandang yang melanda Kampung Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, telah meluluhlantakkan berbagai infrastruktur desa. Rumah warga, sekolah, masjid, jalan, hingga jembatan rusak parah akibat terjangan banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.
Atas dasar solidaritas dan kepedulian terhadap umat, Yayasan Masjid Nusantara mengambil inisiatif membangun masjid darurat sebagai pengganti masjid yang hanyut diterjang banjir. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat.
Tanpa menunggu waktu lama, para relawan Masjid Nusantara langsung melakukan persiapan pembangunan masjid siaga bencana. Masjid darurat tersebut diharapkan dapat kembali difungsikan sebagai tempat ibadah, pusat informasi, serta sarana pendidikan bagi warga Kampung Uning Mas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Relawan Masjid Nusantara, Cucum Usman (45), menjelaskan masjid darurat ini akan dibangun di atas tanah milik warga setempat dengan luas bangunan 8 x 8 meter.“Material bangunan akan memanfaatkan sisa-sisa kayu gelondongan yang hanyut saat banjir bandang. Saat ini kami masih dalam tahap persiapan bahan baku,” ujarnya kepada Baranewsaceh.co, Jumat (16/12/2026).
Masjid darurat tersebut akan mengusung kearifan lokal Gayo dengan konsep Umah Pitu Ruang, sebagai simbol kebangkitan serta identitas budaya masyarakat setempat pascabencana.
Menurut Cucum, pembangunan masjid ini bertujuan mengembalikan rasa percaya diri dan kebersamaan warga dalam satu naungan Islami, setelah sebelumnya mereka terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian.
Ia memastikan, sebelum bulan suci Ramadhan tiba, masjid darurat tersebut sudah dapat difungsikan untuk kepentingan umat, baik sebagai pusat ibadah, pendidikan, maupun kegiatan keagamaan selama Ramadhan.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan asesmen lanjutan sebagai tindak lanjut rencana pembangunan masjid permanen, sejalan dengan program Masjid Nusantara dalam membangun masjid-masjid di wilayah pedalaman.
Rencananya, masjid darurat ini akan dilengkapi dengan sistem pengeras suara, tikar, ambal, serta perlengkapan belajar lainnya, agar masyarakat dapat lebih fokus dalam melaksanakan ibadah dan kegiatan keagamaan, khususnya di bulan Ramadhan.
(Dani)






































