ACEH TIMUR — Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana terus diperkuat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh mengintensifkan penanganan longsoran di ruas Jalan Provinsi Peureulak–Lokop–Batas Gayo Lues. Hingga Selasa, 6 Januari 2025, progres pembersihan dan pembukaan akses jalan menunjukkan hasil yang signifikan dan kini hampir menembus jalur utama penghubung antara Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Gayo Lues.
Langkah taktis dilakukan dengan pembangunan jalan sementara di titik Kilometer 83+800 menggunakan satu unit excavator. Di sisi lain, proses pembersihan material longsor dilakukan di sejumlah titik rawan, mencakup KM 98+400 hingga KM 101+350. Pekerjaan tersebut dilakukan secara intensif oleh tim lapangan yang tersebar di sepanjang koridor.
Guna menunjang percepatan pekerjaan, PUPR Aceh menerjunkan alat berat dalam skala besar. Tercatat lima unit excavator dikerahkan, terdiri dari tiga unit milik PUPR Aceh dan dua unit tambahan. Selain itu, empat unit bulldozer dan satu unit motor grader diperbantukan untuk mempercepat pembersihan material longsoran di badan jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari keterangan yang diperoleh di lapangan, pembersihan sudah berhasil diselesaikan pada sejumlah titik prioritas, termasuk KM 98+400 hingga 98+550, KM 99+100 hingga 99+500, KM 100+000 hingga 100+200, serta KM 101+100 hingga 101+250. Pekerjaan dilanjutkan ke titik berikutnya untuk menyelesaikan total longsoran yang masih menutupi akses jalan provinsi tersebut.
Namun, tantangan tetap membayangi. Di antaranya adalah sulitnya jaringan komunikasi, keterbatasan pasokan listrik, serta kesulitan konsumsi karena lokasi pengerjaan yang cukup jauh dari pemukiman warga. Faktor cuaca juga menjadi kendala, dengan intensitas hujan yang tinggi terutama pada sore hari, menyebabkan waktu kerja efektif tim terbatas.
Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir. Mawardi, ST, menyatakan bahwa ruas Peureulak–Lokop–Batas Gayo Lues merupakan jalur strategis yang harus segera difungsikan kembali. “Meski dihadapkan pada keterbatasan akses, cuaca, dan kondisi lapangan yang berat, kami tetap optimis pekerjaan ini dapat segera diselesaikan,” ujar Mawardi.
Ia menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim teknis serta pihak yang terlibat dalam percepatan penanganan jalan provinsi tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi faktor krusial dalam menjamin pemulihan akses dan keselamatan pengguna jalan.
“Jalan ini sangat vital bukan hanya untuk mobilitas harian warga, tetapi juga untuk menjamin distribusi logistik dan pelayanan publik. Dengan kerja keras dan koordinasi yang terus dilakukan, insya Allah ruas ini akan segera kita buka sepenuhnya,” imbuhnya.
Diharapkan, dengan rampungnya pekerjaan di sejumlah titik utama, mobilitas masyarakat Aceh Timur menuju kawasan Gayo Lues dapat kembali normal. Selain memulihkan konektivitas antarwilayah, pembukaan akses jalan ini akan mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan akses layanan dasar di daerah yang terdampak bencana. (*)







































