Pemulihan Tanggul Jebol Pascabanjir di Aceh Utara Terus Dipercepat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:16 WIB

50130 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara, — Penanganan kerusakan tanggul akibat banjir di Desa Jambo Rehat, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, masih terus berlanjut secara bertahap. Banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu menyebabkan jebolnya tanggul yang berfungsi sebagai pelindung kawasan permukiman dan lahan pertanian di sekitarnya. Rusaknya struktur tanggul meningkatkan risiko terulangnya banjir, memaksa pemerintah dan pihak terkait melakukan intervensi cepat guna mengamankan area terdampak.

Penanganan darurat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan tinggi muka air sungai saat ini. Tim teknis dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I telah berada di lokasi sejak tahap awal kejadian. Mereka melakukan peninjauan secara menyeluruh untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan serta menentukan metode penanganan yang efektif. Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, diputuskan untuk memusatkan pekerjaan pada titik tanggul yang mengalami kerusakan paling parah guna memperkecil potensi meluasnya luapan air saat debit sungai meningkat.

Di lokasi tanggul jebol, material perkuatan seperti tanah urugan, batu, dan karung pasir telah didatangkan dan mulai digunakan untuk menutup bagian yang tergerus aliran air. Sejumlah alat berat dikerahkan guna mempercepat proses pemulihan struktur yang rusak. Pekerjaan dilakukan dalam beberapa tahap yang diawasi ketat oleh tenaga teknis, dengan penerapan standar operasi yang merujuk pada pedoman pemeliharaan infrastruktur sumber daya air. Hingga kini, perkembangan pelaksanaan di lapangan menunjukkan kemajuan signifikan, meski tetap bergantung pada kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring dengan penanganan teknis, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur pelaksana lainnya berjalan secara intensif. Aparat desa dan kecamatan juga dilibatkan untuk mendukung kelancaran proses dan menjaga keamanan di sekitar lokasi pekerjaan. Keberadaan aparat di lapangan turut membantu dalam menyosialisasikan informasi kepada warga terkait langkah-langkah pengamanan serta antisipasi jika terjadi kenaikan air susulan. Masyarakat didorong untuk meningkatkan kewaspadaan khususnya pada musim hujan saat ini, saat potensi banjir masih cukup tinggi.

Pemerintah menegaskan bahwa penanganan darurat ini hanya merupakan bagian awal dari upaya pemulihan menyeluruh. Setelah situasi dinyatakan aman, akan dilakukan kajian teknis lanjutan untuk menyusun rencana penanganan permanen. Tanggul yang diperbaiki nantinya akan dikembangkan dengan struktur yang lebih kuat dan tahan terhadap tekanan air dalam volume besar. Penyesuaian desain akan mengacu pada data hidrologi serta kondisi geografis setempat agar mampu memberikan perlindungan maksimal bagi wilayah yang rawan banjir.

Seluruh proses pemulihan ini dijalankan untuk memastikan bahwa aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali berjalan normal dengan rasa aman. Penguatan sistem mitigasi bencana juga menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi jangka panjang yang tengah disiapkan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait berupaya agar insiden serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang melalui pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh serta edukasi kebencanaan yang berkelanjutan bagi warga. (RED)

Berita Terkait

Usai Salurkan Bantuan Sandang Dan Pangan, Akmal Daud Serahkan Ratusan Alquran Dan Bersihkan Fasilitas Umum
Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Gampong Babah Krueng
Muhammad Zairin Sekretaris PWI Aceh Salurkan Bantuan Kemanusian dari PWI Jatim dan Malang Raya
Bea Cukai Peduli Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Warga Terdampak Perubahan Muara di Keude Bungkah, Aceh Utara
Pemuda Aceh Selatan (PAS) Malaysia Telah Menyalurkan Bantuan Kemanusiaan
Tim Relawan Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Warga Terdampak Banjir di Gampong Babah Krueng, Aceh Utara
Salurkan Bantuan, Relawan Bea Cukai Sambangi Dayah Waled Lapang
Pemulihan Bencana Butuh Waktu dan Kebersamaan, Relawan Kemenkeu Peduli Kembali Salurkan Bantuan hingga Malam Hari

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:33 WIB

156 Ribu Anak Aceh Terancam Stunting, APBA 2026 Nihil Anggaran, Sekda Aceh Dinilai Gagal Terjemahkan Visi Gubernur

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:28 WIB

Ketua Umum DEMA Ushuluddin dan Filsafat Kecam Pengadaan Mobil Dinas BRA Sebesar 20 Miliyar

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:14 WIB

Dana Bencana Rp132 Miliar Dipertanyakan, Alamp Aksi Desak Sekda Bertanggung Jawab dan KPK Turun Tangan

Rabu, 28 Januari 2026 - 02:10 WIB

Menjelang Pemilihan Rektor USK, Tujuh BEM Fakultas Ungkap Retaknya Representasi Mahasiswa

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:20 WIB

Tata Kelola Birokrasi Amburadul dan Penanganan Bencana Lamban, Pergantian Sekda Aceh Tak Bisa Ditunda

Selasa, 27 Januari 2026 - 01:54 WIB

Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh Gelar Upacara Hari Pabean Internasional 2026

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:23 WIB

Ketua Umum HMI FKIP USK: Pengadaan Mobil Dinas BRA Rp20 Miliar adalah Penghinaan di Tengah Duka Aceh

Sabtu, 24 Januari 2026 - 01:53 WIB

Soal Rekomendasi IUP, Pernyataan Klaim Sekdis DPMPTSP Aceh Selatan Dinilai Menyesatkan Publik

Berita Terbaru