GAYO LUES | Pemerintah Desa Porang menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian kepada 436 kepala keluarga pada Sabtu, 19 Juli 2025. Bantuan tersebut terdiri dari 392 rol mulsa plastik, 36 bungkus bibit tomat, 8 bungkus bibit cabai, serta 1.273 kilogram pupuk NPK. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Porang, Irwandi, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pertanian jangka pendek, tetapi juga untuk mendorong produktivitas dan kemandirian ekonomi jangka panjang. Ia menilai, pemberian bantuan ini adalah bentuk nyata dari komitmen desa dalam memberdayakan warga melalui pendekatan langsung pada kebutuhan dasar petani.
Irwandi menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara bijak. Ia mengingatkan warga agar tidak menjual kembali barang yang diberikan demi keuntungan sesaat, sebab nilai manfaat jangka panjang jauh lebih besar bila bantuan tersebut dimanfaatkan untuk produksi. “Jangan dijual karena ingin menikmati hasil cepat,” ujarnya. “Walaupun sedikit, kalau bisa dimanfaatkan semoga menjadi berkah.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan ini disambut antusias oleh para petani. Aman Surya, seorang petani berusia 45 tahun, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Menurutnya, harga pupuk dan bibit di pasaran saat ini cukup tinggi, sehingga kehadiran bantuan dari pemerintah desa menjadi dorongan besar untuk memulai kembali aktivitas bertani. Ia menyatakan bahwa seluruh bantuan yang diterima akan digunakan langsung untuk menggarap lahan cabai miliknya.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu kami untuk mulai menanam lagi,” tutur Aman. “Pupuk dan bibit ini akan kami gunakan sebaik-baiknya. Semoga panen nanti hasilnya bagus.”
Pemerintah desa berharap, melalui bantuan ini, para petani dapat mengelola lahannya secara lebih optimal, sehingga hasil panen tidak hanya mencukupi kebutuhan keluarga, tetapi juga berdampak pada peningkatan pendapatan rumah tangga. Irwandi menambahkan, ke depan akan dilakukan pendampingan dan pelatihan teknis untuk mendukung keberhasilan program secara menyeluruh.
Ia menilai bahwa keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada kekuatan ekonomi masyarakatnya, dan sektor pertanian menjadi pilar utama yang harus diperkuat. Dengan bantuan ini, pemerintah desa berharap terbentuk ekosistem pertanian yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Melalui langkah ini, Desa Porang ingin menunjukkan bahwa dengan komitmen dan pengelolaan yang tepat, pertanian rakyat tetap dapat menjadi penggerak utama ekonomi desa dan membawa manfaat langsung bagi kehidupan warganya. (Abdiansyah)








































