GAYO LUES – Arus transportasi di jalan nasional yang menghubungkan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, dengan Kutacane, Aceh Tenggara, akhirnya kembali normal pada Rabu (21/5/2025) siang, setelah sebelumnya lumpuh total akibat longsor yang terjadi di kawasan Desa Marpunge, Kecamatan Putri Betung, pada Rabu dini hari.
Longsor yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan tersebut sejak Selasa malam. Tumpukan material berupa tanah, batu, dan batang kayu besar dilaporkan menutup seluruh badan jalan nasional, sehingga menyebabkan kemacetan total, terutama bagi kendaraan roda empat dari arah Kutacane menuju Blangkejeren.
Kondisi ini membuat antrean panjang tak terhindarkan. Sebagian besar kendaraan yang terjebak adalah angkutan umum trayek Medan–Blangkejeren, yang biasanya melintasi jalur ini pada malam hingga dini hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Memang sempat lumpuh total karena badan jalan benar-benar tertutup material longsor. Pengendara dari arah Kutacane maupun Blangkejeren tidak bisa melintas sama sekali,” kata Ivansah Putra, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 BPJN Wilayah Gayo Lues.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) segera mengerahkan satu unit alat berat ke lokasi kejadian. Pembersihan material longsor langsung dilakukan sejak pagi hari. Proses evakuasi berlangsung cukup cepat mengingat medan di lokasi tidak terlalu terjal.
“Alhamdulillah, berkat kerja cepat tim di lapangan, material berhasil dibersihkan sebelum siang hari. Kini arus kendaraan sudah kembali normal, baik dari arah Blangkejeren ke Kutacane maupun sebaliknya,” ujarnya.
Selain di Marpunge, Ivansah juga menyebut longsor serupa terjadi di ruas jalan nasional Blangkejeren–Takengon, tepatnya di wilayah Kecamatan Rikit Gaib. Meski dampaknya tidak separah di Marpunge, longsoran sempat menghambat kelancaran lalu lintas karena sebagian badan jalan tertutup.
“Di Rikit Gaib, material longsor lebih sedikit, tapi tetap kami tangani cepat agar tidak menimbulkan risiko kecelakaan. Sekarang juga sudah bersih,” sebutnya.
Sementara itu, seorang pengendara sepeda motor bernama Tamrin, yang sempat melintasi lokasi tak lama setelah jalan dibuka kembali, mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca di daerah pegunungan masih tidak menentu.
“Musim hujan seperti sekarang ini memang rawan longsor. Jadi sebaiknya pengendara lebih hati-hati, terutama saat melintas di jalur rawan seperti Putri Betung dan Rikit Gaib,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran aparat TNI dan Kepolisian yang turut membantu proses pengaturan lalu lintas dan evakuasi material di lokasi.
“Petugas dari TNI dan Polri berjaga langsung di lokasi. Mereka membantu mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi kemacetan lagi, serta menjaga keamanan selama proses pembersihan berlangsung,” ujarnya.
Longsor di kawasan ini bukan kali pertama terjadi. Jalan nasional Blangkejeren–Kutacane memang dikenal rawan bencana alam, terutama saat musim hujan. Oleh karena itu, warga dan pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda longsor atau pergerakan tanah di sepanjang jalur pegunungan tersebut. (*)









































