Kontroversi Limbah Subulussalam: Klaim “Sungai Bersih” Dipertanyakan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 30 Mei 2025 - 08:48 WIB

50448 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam (30 Mei 2025 – Kota Subulussalam kembali diwarnai polemik terkait dugaan pencemaran lingkungan di Sungai Lae Batu Batu. Dua media ternama di Aceh, Serambi Indonesia dan AcehTrend.com , memicu kegaduhan publik setelah menyajikan informasi yang berbeda mengenai kondisi sungai tersebut.

Dalam pemberitaannya, Serambi Indonesia menulis bahwa hasil uji laboratorium dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Subulussalam menyimpulkan air sungai “tidak tercemar”. Judul itu memberi kesan bahwa tidak ada ancaman serius bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat sekitar.

Namun klaim tersebut langsung menuai pertanyaan besar ketika AcehTrend.com mengungkap fakta berbeda. Berdasarkan surat resmi bernomor 011/DTK-USK/LTPKL/2025 dari Laboratorium Teknik Pengujian Kualitas Lingkungan (LTPKL) Universitas Syiah Kuala, pengujian residu pestisida pada sampel ikan belum selesai dilakukan. Alasannya, laboratorium mengalami keterbatasan bahan kimia untuk metode Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GCMS), teknologi andalan dalam mendeteksi kontaminasi limbah berbahaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artinya, dugaan pencemaran akibat aktivitas PT MSB II—perusahaan yang diduga menjadi sumber limbah—belum bisa dibuktikan secara tuntas. Fakta ini menjadi sorotan karena DLHK lebih dulu menyimpulkan bahwa air sungai aman tanpa menunggu hasil pengujian lengkap dari lembaga penelitian independen.

Warga pun mulai gelisah. Mana yang harus dipercaya? Apakah pernyataan DLHK yang menyebut air sungai bersih atau data dari LTPKL USK yang justru menyatakan pengujian belum selesai?

“Jika pengujian belum selesai, bagaimana bisa disimpulkan airnya aman?” kata salah satu aktivis lingkungan di Subulussalam yang enggan disebutkan namanya.

Ia menegaskan bahwa transparansi data adalah penting. Masyarakat berhak mengetahui apakah air sungai tempat mereka bergantung hidup benar-benar bebas dari racun atau justru sudah terkontaminasi zat berbahaya yang bisa merusak ekosistem dan kesehatan dalam jangka panjang.

Desakan agar DLHK Subulussalam dan LTPKL Universitas Syiah Kuala memberikan klarifikasi mulai menguat. Publik ingin mengetahui parameter uji apa saja yang telah dilakukan, mengapa pengujian GCMS tertunda, serta siapa yang bertanggung jawab atas kesimpulan “tidak tercemar” yang dirilis sebelum seluruh proses pengujian selesai.

Selain itu, muncul dugaan bahwa ada upaya untuk menutup-nutupi fakta yang bisa mengarah pada pelanggaran hukum oleh perusahaan yang diduga membuang limbah ke sungai.

“Ini bukan sekadar soal angka di laboratorium. Ini tentang nyawa, kesehatan, dan masa depan lingkungan kita,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Hingga kini, warga Subulussalam masih menanti jawaban jelas: apakah Sungai Lae Batu Batu benar-benar aman atau justru menjadi korban dari laporan prematur yang bisa membahayakan generasi mendatang?

Pertanyaan-pertanyaan kritis terus menggema, sementara baik pemerintah daerah maupun pihak universitas belum memberikan tanggapan resmi. (*)

Berita Terkait

Sekolah Buka Suara: Ini Penjelasan Lengkap SMAN Unggul Subulussalam Soal Video Malam Hari
Atap Gerai Koperasi KMP Suka Makmur Roboh, Warga Desak Audit Anggaran dan Konstruksi
Pungli JADUP Siperkas Meledak! Rp54 Juta Diduga Disedot, Nama Pj Kades Terseret Skandal
Jaga Kondusifitas Wilayah Kota Subulussalam, Brimob Aceh Kembali Laksanakan Patroli Harkamtibmas
Jelang Idul Fitri 1447 H. Brimob Aceh Tingkatkan Patroli Preventif Di Wilayah Kota Subulussalam
Peran Kepolisian Resor Subulussalam dalam Penanganan Pasca Banjir
Berkah Ramadhan, Brimob Aceh Dan Bhayangkari Gelar Buka Puasa Bersama Di Mako Kompi
Polres Subulussalam Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 20:51 WIB

Gotong Royong Jadi Kunci, Progres RTLH TMMD Abdya Meningkat

Senin, 27 April 2026 - 20:18 WIB

TMMD Abdya Fokus Kesejahteraan, Prajurit Diminta All Out

Senin, 27 April 2026 - 19:23 WIB

Kerja Keras Satgas TMMD Abdya, Jalan Gunung Mulai Terlihat Hasilnya

Senin, 27 April 2026 - 18:59 WIB

Progres Rumah Nenek Nurhabibah Capai 13,3 Persen, Satgas TMMD Kebut Pengerjaan

Senin, 27 April 2026 - 17:53 WIB

TMMD Ke-128 Abdya Bangun Sumur Bor, Solusi Nyata Krisis Air Bersih di Gunung Cut

Senin, 27 April 2026 - 14:03 WIB

BPC HIPMI ABDYA : Di Bawah Kepemimpinan Bupati Safaruddin, HUT Abdya ke-24 Bukan Sekadar Meriah, tapi Memberi Dampak Positif bagi Ekonomi Masyarakat Abdya

Minggu, 26 April 2026 - 20:06 WIB

TNI Kebut Rehab RTLH di Abdya, Progres Tiga Unit Capai 10 Persen

Minggu, 26 April 2026 - 19:52 WIB

Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0110/Abdya Genjot Rehab 5 Rumah Warga Miskin di Gunung Cut

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Gotong Royong Jadi Kunci, Progres RTLH TMMD Abdya Meningkat

Senin, 27 Apr 2026 - 20:51 WIB

ACEH BARAT DAYA

TMMD Abdya Fokus Kesejahteraan, Prajurit Diminta All Out

Senin, 27 Apr 2026 - 20:18 WIB

ACEH BARAT DAYA

Kerja Keras Satgas TMMD Abdya, Jalan Gunung Mulai Terlihat Hasilnya

Senin, 27 Apr 2026 - 19:23 WIB