GAYO LUES — Dukungan langsung bagi korban kebakaran rumah di Desa Penampaan, Kecamatan Blangkejeren, mulai mengalir. Usai peristiwa yang meludeskan rumah milik Rizki Aramiko (35) pada Minggu (2/8/2025) siang, pemerintah desa dan Dinas Sosial Kabupaten Gayo Lues bergerak cepat memberikan bantuan awal bagi keluarga terdampak.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Api dengan cepat membakar seluruh bagian rumah semi permanen tersebut, menyebabkan seluruh isi rumah hangus tak tersisa. Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini menyisakan duka dan trauma mendalam bagi keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta benda mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Penampaan, Saripudin, turun langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan warganya mendapatkan bantuan pertama. Ia menyerahkan bantuan logistik berupa kebutuhan dasar dan menyampaikan pesan penguatan moral kepada keluarga korban.

“Kami berharap keluarga yang tertimpa musibah ini bisa tabah dan sabar menghadapi ujian ini. Pemerintah desa akan terus mendampingi dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar bantuan yang dibutuhkan segera terpenuhi,” ujar Saripudin kepada wartawan.
Sementara itu, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga sudah mulai tersalurkan melalui Dinas Sosial. Kepala Dinas Sosial, Jasiwa Maytanse, melalui Kepala Bidang Sosial, Julkifli, menyampaikan bahwa tim dari dinas telah mendirikan tenda darurat di lokasi kebakaran untuk menjadi tempat tinggal sementara korban bersama keluarganya.
“Untuk tahap awal, kami mendirikan tenda dan menyalurkan bantuan berupa sandang dan pangan. Ini merupakan respons cepat untuk membantu korban dalam masa tanggap darurat,” jelas Julkifli.
Ia menambahkan, pihaknya masih terus melakukan pendataan dan evaluasi kebutuhan lanjutan, termasuk kemungkinan bantuan rekonstruksi rumah jika tersedia dalam program bantuan bencana kabupaten.
Peristiwa kebakaran ini turut mengetuk hati warga sekitar. Sejumlah tetangga dan kerabat juga tampak datang memberikan dukungan moril maupun bantuan langsung. Mereka membantu membersihkan puing-puing dan membantu kebutuhan sehari-hari keluarga korban.
Rizki Aramiko, sang pemilik rumah, masih tampak terpukul saat ditemui di lokasi. Ia mengaku belum tahu harus mulai dari mana membangun kembali kehidupannya.
“Tidak ada yang bisa diselamatkan. Hanya pakaian di badan,” ucapnya lirih.
Ia pun menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah desa dan kabupaten. Ia berharap pemerintah terus hadir mendampingi proses pemulihan ke depan.
Musibah ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, termasuk memastikan instalasi listrik rumah tangga tetap aman dan terawat. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di dalam rumah. (Red)








































