Harta Bawaan Alm Marwan Lenyap Tanpa Diketahui Husna Selaku Orang yang Diamanahkan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 16:48 WIB

50334 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TIMUR | Almarhum Marwan yang wafat sekitar 2 bulan yang lalu berusia 68 tahun, 2 bulan sebelum meninggal/wafat Marwan tinggal di rumah sepupu jauhnya, bisa di sebut sepupu jauh (keponakan) bernama T Husna, seorang wanita juga salah satu istri dari pengurus Ikatan Wartawan Online Indonesia DPD Aceh Timur Rahmat Suhendro yang juga salah satu wartawan media Harian-RI.com wilayah Aceh Timur.

Alm Marwan yang lahir di Banda Aceh, (18/04/1957), sebelum meninggal beliau sempat tinggal di tempat adik kandungnya, namun dengan kondisi dalam keadaan sakit beliau mengatakan saat itu merasa tidak nyaman tinggal ditempat adik kandungnya, namun setelah itu beliau memutuskan untuk pindah tempat tinggal di kediaman sepupu jauhnya T Husna (saudara dari nenek).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum beliau wafat/meninggal, beliau sempat menjual harta bawaan sejenis logam mulia (emas) sehingga sisa penjualan logam mulia tersebut disimpan ke bank BSI, Alm. Marwan menitipkan harta bawaannya kepada T Husna, istri pengurus Ikatan Wartawan Online Indonesia DPD Aceh Timur Rahmat Suhendro termasuk buku bank beserta ATM dengan jumlah sisa lebih dan kurang 48 juta rupiah.

Menurut keterangan dari T Husna pada siaran persnya menjelaskan pada Sabtu(04/10/2025), Pada awalnya, almarhum (Alm) Marwan tinggal bersama adiknya di Dusun TMZEN, Desa Gampong Aceh. Namun, mungkin almarhum merasa kurang nyaman tinggal bersama adiknya, sehingga beliau memutuskan untuk tinggal di rumah Husna, di Dusun PP Desa Gampong Aceh, yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah adiknya.

Sebelum almarhum Marwan menetap di rumah Husna, terlebih dahulu beliau menyampaikan kepada pihak keluarga serta perangkat desa, termasuk imam desa Gampong Aceh, untuk berkumpul di rumah Husna. Di sana, beliau menjelaskan dengan pikiran yang sehat bahwa dirinya ingin tinggal di rumah Husna hingga wafat/meninggal. Pesan dan amanah ini disampaikan agar pihak keluarga serta aparat desa mengetahuinya.

Pesan amanah almarhum antara lain mengenai perawatan, zakat, hingga fardu kifayah, serta perihal nisannya. Semua itu beliau amanahkan kepada saya dan suami saya.

Adapun harta peninggalan almarhum berupa uang dan emas, dengan jumlah sekitar Rp100 juta. Setelah dipotong untuk zakat serta kenduri anak yatim, harta tersebut disaksikan langsung oleh kepala dusun. Dalam kesempatan itu, almarhum berpesan agar harta yang diamanahkan kepada Husna tidak boleh dipersoalkan lagi oleh pihak keluarga. Hal ini turut disaksikan oleh aparat desa, imam, kepala dusun, Tuha Peut, serta keluarga, lanjutnya.

Seiring waktu berjalan, sakit almarhum semakin parah hingga harus dirawat dan dioperasi di rumah sakit selama 8 hari. Namun, tidak satu pun pihak keluarga yang datang menjenguk dirumah sakit maupun dirumah saya. Selama kurang lebih 3 bulan tinggal di rumah saya, perhatian dari pihak keluarga sangat minim, dan hal ini diketahui oleh masyarakat Gampong Aceh.

Ironisnya, pada hari ketujuh setelah almarhum Marwan wafat, pihak keluarga justru memblokir uang simpanan beliau di Bank BSI KCP Idi Rayeuk. Padahal, berdasarkan amanah almarhum, uang almarhum yang disimpan di bank BSI, buku bank beserta ATM juga KTP-nya telah diserahkan kepada saya untuk dikelola. Dari perjalanan hidup almarhum di rumah saya, sisa uang yang tersimpan adalah Rp48 juta. Namun uang inilah yang kemudian diblokir oleh pihak yang mengaku sebagai saudara dan ahli waris. adik kandung Alm merasa berhak penuh atas uang tersebut, sedangkan saya yang sudah diberi amanah penuh justru dianggap tidak memiliki hak lagi, tutur Husna.

Akhirnya, saya bersama suami melaporkan hal ini kepada ulama kharismatik Aceh Timur, Tgk. H. Abu Wahab. Dalam penyampaian beliau, sepertiga harta seharusnya untuk pihak yang merawat, sepertiga untuk ahli waris, dan sepertiga lagi untuk keperluan lain. Namun, pihak ahli waris menolak datang dan tidak menerima keputusan tersebut, karena tetap ingin menguasai seluruh sisa uang.

Bahkan, adik kandung Alm Marwan yang merasa sebagai ahli waris berani mengambil risiko dengan membobol Bank BSI tanpa dokumen yang sesuai prosedur seperti ATM, KTP, maupun buku bank almarhum. Padahal, dokumen-dokumen tersebut masih saya pegang, ucap Husna dengan kecewa.

Untuk itu, saya beserta suami dan keluarga melaporkan perihal pembobolan uang almarhum Marwan yang disimpan di Bank BSI KCP Idi Rayeuk agar dapat diproses secara hukum, tutup Husna.

Seharusnya sekretaris desa yang merangkap sebagai Keuchik tidak boleh mengeluarkan surat ahli waris termasuk pihak Bank BSI tidak seharusnya memberikan atau mengeluarkan selembar kertas untuk pembuatan barang/surat hilang dari kepolisian tanpa ditanya KTP nasabah, buku bank nasabah dan ATM nasabah, secara tidak langsung sekdes (sekretaris desa) maupun pihak Bank BSI teledor dalam hal seperti ini padahal sekdes sudah mengetahui dimana Alm Marwan tinggal sebelum Alm Marwan wafat. (*)

Berita Terkait

Peringati Hari Buruh, Pekerja Medco E&P Malaka Sumbang 136 Kantong Darah
Medco E&P Malaka Jangkau Ribuan Penerima Manfaat Lewat Program Ramadan Di Aceh Timur
Desakan Penyelidikan Dana Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Menguat, Kaperwil Mitrapolisi Aceh Minta APH Bertindak
IKABNAS Lemhannas membantu pendidikan warga Pasca bencana Hidrometeorologi di Aceh Timur
Medco E&P Malaka Beri Dukungan Psikososial bagi Anak Terdampak Banjir di Aceh Timur
Kanwil DJBC Aceh dan Bea Cukai Langsa Bersama BNN Ungkap Penyelundupan 60 Kilogram Sabu di Aceh Timur
Medco E&P Malaka Distribusikan 1,13 Juta Liter Air Bersih untuk 56 Desa Pascabanjir Aceh Timur
Tragedi Idi Cut 3 Februari 1999 Pelanggaran HAM Berat?

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:55 WIB

Kaliber: Tantang Kajati Aceh Bongkar Dugaan Skandal Dana Kapitasi,JKN dan BOK Kesehatan Aceh Tenggara

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:45 WIB

Team Resmob Sat Reskrim Polres Agara Berhasil Ungkap Kasus Pencurian, Satu Pelaku Diamankan

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:54 WIB

TIPIKOR : Desak Inspektorat Dan APH Usut Dana Ruti Dinas Pangan tahun 2025 dan awal 2026.Dugaan Ratusan juta Menguap

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:53 WIB

Dana Kapitasi dan JKN Dinas Kesehatan Aceh Tenggara di sinyalir sarat Manipulasi dan Korupsi

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:52 WIB

Drh Karnodi Selian M,MA, Plh, Dinas Pangan Agara Pacu Perbaikan dan Jaga Pangan Bebas Pestisida

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:20 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bergerak Cepat, Pengedar Sabu di Lawe Bulan Dibekuk Bersama Barang Bukti

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:34 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 13,35 Kg Ganja, Seorang Pemuda Diamankan di Ketambe

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:04 WIB

PT. Hutama Karya Diminta Jangan Bayarkan Proyek Beronjong Gunakan Material Tanpa Izin

Berita Terbaru