GAYO LUES, 18 Januari 2026 — Gempa bumi dengan magnitudo 2,7 mengguncang wilayah Gayo Lues, Aceh, pada Sabtu dini hari, pukul 03.23 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melaporkan bahwa pusat gempa berada di darat, sekitar 26 kilometer timur laut Gayo Lues, dengan kedalaman 10 kilometer. Lokasi titik pusat gempa ditentukan pada koordinat 4,09 Lintang Utara dan 97,55 Bujur Timur.
Gempa ini dirasakan cukup jelas oleh warga di wilayah sekitar pusat gempa. Berdasarkan laporan skala MMI (Modified Mercalli Intensity), guncangan dirasakan dalam skala III-IV di Gayo Lues, yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan seakan-akan ada truk besar yang lewat. Beberapa warga bahkan mengaku terbangun dari tidur karena guncangan tersebut. Sementara itu, wilayah Langsa yang berjarak cukup jauh dari pusat gempa turut merasakan getaran dalam skala MMI II, yang berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang, terutama di lantai atas gedung-gedung bertingkat.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan dari instansi terkait. Wilayah Aceh merupakan kawasan yang memiliki tingkat aktivitas seismik cukup tinggi karena berada di pertemuan lempeng tektonik Eurasia dan Indo-Australia, sehingga potensi gempa bumi kerap terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak BMKG menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami mengingat pusat gempa berada di daratan dan magnitudonya yang relatif kecil. Kendati demikian, masyarakat diharapkan tidak terpancing oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan tetap mengikuti perkembangan resmi dari otoritas terkait. Apabila terjadi gempa susulan, masyarakat diminta segera mencari tempat perlindungan yang aman dan menjauhi bangunan yang berisiko roboh.
Petugas di lapangan hingga saat ini terus memantau situasi dan melakukan koordinasi dengan aparat di tingkat desa guna memastikan kondisi masyarakat di sekitar titik gempa. Hingga lima menit setelah gempa utama terjadi, belum ada aktivitas gempa susulan yang tercatat oleh peralatan seismik.
Sebagai langkah antisipatif, warga di wilayah zona rawan gempa dianjurkan untuk mengecek kembali kesiapan tas siaga bencana serta mengetahui titik kumpul evakuasi di lingkungan masing-masing. Edukasi mengenai mitigasi bencana pun kembali ditekankan oleh pemerintah daerah dan lembaga-lembaga terkait agar masyarakat memiliki kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
Gempa yang terjadi ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana geologi, khususnya di wilayah-wilayah yang berada dalam zona sesar aktif yang kerap kali menjadi sumber gempa bumi. (RED)






































