Suka Makmue : Instruksi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), pada beberapa hari yang lalu untuk menutup seluruh aktivitas tambang emas di seluruh Aceh,kini kembali menimbulkan gelombang kesedihan ribuan warga. Terutama Di Kabupaten Nagan Raya.
Ribuan warga Nagan Raya Provinsi Aceh membuat Aksi di Pintu Gerbang utama Suka Makmue Gampong Lung Baro Kecamatan Suka Makmue Kabupaten setempat.Guna meminta kepada Gubernur Aceh agar pekerjaan tambang khusus di Kabupaten Nagan Raya segera di lanjutkan. Sabtu, 4 Oktober 2025.
Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Rimung Kila Center Aceh ( LSM – RKCA ) Agussalim dengan sapaan akrab Cek Guh Rimung Kila mengatakan dalam orasi, Selama ini Ribuan Ibu-ibu dan pemuda bekerja mencari nafkah (Meu Indang Emas) tak kuasa menahan air mata.Karna tambang Emas yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi di keluarga kini terancam berhenti total. Kata Cek Guh juga Exs Kombatan GAM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selam ini, lahir tambang emas murni dari masyarakat, kemudian tambang emas tersebut pertama di Nagan Raya saya yang mulai. Ucap Cek Guh.
Dari hasil penelusuran dampak aktivitas tambang emas meskipun tanpa izin (ilegal) kepada masyarakat di Kabupaten Nagan Raya selama puluhan tahun ini. Kenapa Gara Gara Komisi III DPRA Ada masaalah yang di periksa oleh penegak hukum imbasnya ke Masyarakat, itukan aneh. Tegas Cek Guh.
Kemudian selam ini hasil dari usaha pertambangan emas rakyat selama ini diantaranya, tambang rakyat di wilayah Nagan Raya sudah berjalan selama ini banyak kepala rumah tangga pengangguran mendapatkan lapangan kerja secara berkelanjutan. Bahkan banyak anak anak yang sudah sukses kuliah.
Sambung Cek Guh, dengan adanya kegiatan tambang rakyat di dalam Kabupaten Nagan Raya selama puluhan tahun ini pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat pesat, bahkan perpajakan dari belanja masyarakat juga meningkat meskipun secara tidak langsung dari pajak hasil ekplorasi tambang.
Untuk itu, kami minta kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPR Aceh ) / Tim Pansus jangan asal ngomong. Bapak Bapak / Ibu ibu sudah enak duduk di Bangku berputar dan di AC Yang dingin. Yang perlu di Pansus adalah Lintas Kepala Dinas badan dan kantor. Kemudian yang perlu di Pansus Rumah Kaum Dhuafa yang perlu di bangun. itu lu pak. Ucapnya imbuh Cek Guh Pendiri Lembaga RKCA dan Juga Exs Kombatan GAM.
Terkait dengan pekerjaan Tambang emas itu, daya beli dipasar usaha mikro kecil menengah (UMKM) masyarakat sangat tinggi dan juga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi kerakyatan dalam daerah , kenapa bapak bapak / Ibu ibu tak berfikir .Tambang rakyat yang menggunakan excavator (Beco) dalam wilayah berjuluk Bumi Seribu Rameune, tidak ada satu pun tokenya orang luar Nagan Raya, semua milik masyarakat kabupaten setempat, bahkan kami kerja di Tanah milik sendiri. Bukan di Hutan lindung.
Saya pernah membangun Masjid di daerah Kemukiman Pulo Raga dari hasil Tambang emas tersebut pada tempo dulu. dan juga membiaya sekolah anak anak Mualaf. itu murni hasil keringat saya.
Cek Guh berharap kepada pemerintah butuh pembinaan bukan hanya dapat mengeluarkan intruksi tutup tambang karena masyarakat sudah bergantung hidupnya di tambang untuk membiayai kebutuhan keluarganya dan juga menyekolahkan anak anaknya. Tutupnya Cek Guh Rimung Kila. ( Red )










































