GAYO LUES — Sejak Minggu, 18 Januari 2026, Bupati Gayo Lues Suhaidi bersama Wakil Bupati H. Maliki, Kapolres Gayo Lues, serta sejumlah jajaran pemerintah dan aparat, memulai perjalanan darat menuju Desa Lesten, Kecamatan Pining. Hingga Senin, 19 Januari 2026, rombongan masih berada di Lesten untuk memastikan proses pemulihan pascabencana di wilayah tersebut berjalan sebagaimana mestinya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dalam mengawal langsung pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda dua bulan lalu. Lesten merupakan salah satu desa terdampak yang aksesibilitasnya masih sangat terbatas. Pemulihan fisik maupun sosial masih berlangsung, namun memerlukan percepatan dan pengawalan langsung di lapangan.
Perjalanan menuju Lesten dilakukan melalui jalur darat dari Kota Blangkejeren. Medan yang dihadapi tidak ringan. Hujan yang masih kerap turun membuat jalanan berlumpur dan licin. Sepanjang perjalanan, kendaraan beberapa kali mengalami kendala, mulai dari tergelincir hingga terperosok ke lubang dalam. Rombongan harus menghentikan perjalanan berulang kali untuk melakukan evakuasi kendaraan secara manual. Tanpa instruksi resmi, para anggota rombongan dengan tanggap bergantian membantu menarik dan mendorong kendaraan agar kembali melaju di jalur yang sempit dan terjal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setibanya di Lesten, Bupati dan rombongan disambut hangat oleh warga yang telah menanti kedatangan mereka. Dalam suasana yang akrab dan penuh kehangatan, Bupati duduk bersila bersama warga, mendengarkan aspirasi, keluhan, dan harapan dari masyarakat. Mereka bercerita tentang sulitnya akses distribusi bahan pokok, terputusnya jalur pertanian mereka akibat longsor, hingga keresahan atas belum pulihnya sarana umum seperti jalan dan fasilitas air bersih.
Bupati Suhaidi dalam wawancara singkat menyampaikan bahwa kehadirannya di Lesten dimaksudkan untuk melihat langsung fakta di lapangan, mendengarkan kebutuhan masyarakat yang tidak selalu terjangkau oleh laporan administratif, serta memastikan bahwa pemulihan tidak berhenti pada bantuan awal semata. “Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar bangkit. Pemulihan harus menjangkau desa-desa terdampak secara adil. Lesten termasuk yang harus mendapatkan atensi penuh,” ujarnya.
Tidak hanya mendengar keluhan, rombongan juga menyerahkan bantuan logistik dan keperluan dasar yang dibutuhkan masyarakat secara langsung. Bantuan disesuaikan dengan kondisi desa dan kebutuhan riil masyarakat setempat. Pemerintah juga mencatat beberapa kebutuhan darurat yang akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor di tingkat kabupaten dan provinsi.
Wakil Bupati H. Maliki menegaskan bahwa selama infrastruktur belum memadai, distribusi bantuan dan aktivitas ekonomi warga akan tetap menghadapi tantangan berat. Oleh karena itu, Pemkab Gayo Lues mendorong percepatan perbaikan jalur penghubung, termasuk pembukaan akses sementara untuk keperluan darurat dan penyaluran bantuan lanjutan.
Bupati dan rombongan dijadwalkan tetap berada di Lesten hingga proses pendataan dan assessment lapangan selesai. Tim teknis turut diterjunkan untuk memetakan wilayah rawan bencana dan menetapkan titik-titik lokasi prioritas bantuan. Dalam kunjungan ini, pemerintah daerah juga turut serta merancang rencana tindak lanjut jangka menengah, termasuk relokasi infrastruktur pertanian dan perumahan jika dibutuhkan.
Situasi di Lesten menjadi refleksi bahwa kerja pemulihan memerlukan lebih dari sekadar perencanaan. Dibutuhkan kehadiran langsung, pemantauan menyeluruh, dukungan logistik yang memadai, serta kebijakan yang berpihak pada kelompok paling terdampak. Dengan masih berada di Lesten hingga Senin, Bupati Gayo Lues menunjukkan bentuk kepemimpinan yang tidak hanya terlihat pada rapat resmi, tetapi tercermin dalam langkah kaki di wilayah paling pinggiran.
Semangat gotong royong warga dan kehadiran pemerintah daerah menjadi kekuatan bagi Lesten untuk bangkit. Meski prosesnya belum selesai dan jalannya masih panjang, harapan tetap hidup di tengah keterbatasan. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bertekad untuk memastikan bahwa dalam pemulihan ini, tidak ada satupun yang tertinggal. (Abdiansyah)






































